Fall For You

Fall For You
Wedding Day


__ADS_3

“Bagaimana menurut pendapatmu Raf?”tanya Jerry pada calon menantunya itu


“Saya setuju”jawab Rafael dengan tegas


Jessica menyenggol Rafael setelah lelaki itu malah setuju dengan ide Elizabeth.


“Jadi kau juga setuju pernikahan kalian dipercepat?”tanya Hanna


“Saya setuju selama itu yang terbaik untuk kami berdua”sahut Rafael sambil menatap lembut Jessica yang menatapnya dengan tajam


“Baiklah. Aku akan atur semuanya. Aku sangat bahagia dengan semua ini. Ini seperti mendapatkan keberuntungan di tengah kemalangan”ucap Elizabeth sambil menatap Jessica dengan lembut.


Jessica hanya sanggup tersenyum getir mendengar ucapan Elizabeth.


Akhirnya pembicaraan berlanjut membicarakan pelaku pengirim lampu antik yang berisi kamera pengintai itu. Mereka berusaha menggali segala kemungkinan yang bisa saja terjadi. Karena lampu antik itu diperoleh di hari pertunangan Rafael dan Jessica. Itu artinya pelaku adalah orang terdekat mereka.


“Tenang sayang. Kita pasti akan menemukan pelakunya”ucap Elizabeth pada Jessica.


‘Iya nek”sahut Jessica sambil tersenyum


Karena tak ingin terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, akhirnya Jessica diajak Elizabeth tinggal bersama di kediamannya. Sambil menunggu acara pernikahan yang akan digelar tiga hari lagi.


Hanna dan Jerry juga akan tinggal bersama Jessica di kediaman Miller. Jessica mulai mengemasi barang-barangnya. Setelah berkemas, Jessica diantar menuju kediaman Miller oleh Rafael.


****


Tiga hari kemudian,


Seperti yang sudah direncanakan, akhirnya pernikahan “dadakan” antara Jessica dan Rafael pun digelar. Pernikahan terpaksa dipercepat dari rencana dua bulan lagi, karena Jerry selaku papa Jessica keberatan jika putri sulungnya tinggal berdua di apartemen Rafael tanpa ikatan pernikahan. Jerry merasa dengan menikahkan keduanya, akan menghindarkan dari kemungkinan buruk lainnya, seperti hamil diluar nikah.


Pernikahan digelar di salah satu mansion keluarga Miller yang terletak di desa Eze, sebuah desa yang berada di atas tebing di wilayah Riviera Perancis. Mansion itu menghadap langsung hamparan garis pantai mediterania yang indah.


Para pelayan terlihat hilir mudik menyiapkan sajian untuk perhelatan pernikahan antara Rafael dan Jessica. Pernikahan sederhana itu hanya akan dihadiri oleh keluarga besar dan teman terdekat keduanya. Penjagaan yang ketat juga diterapkan sebelum memasuki mansion. Hal ini dilakukan untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali. Kejadian misterius lampu antik yang berisi kamera pengintai di hari pertunangan mereka.


Di sebuah kamar, tampak seorang gadis cantik yang sedang dirias. Jessica terlihat sangat cantik mengenakan gaun pengantin new Hepburn style French style dengan trailing mewah. Jessica pikir karena pernikahannya akan diselenggarakan secara sederhana maka gaun yang dikenakannya pasti akan sederhana juga. Namun rupanya semua itu salah. Gaun yang dikenakannya kali ini sangat mewah. Mirip gaun pengantin yang dikenakan para artis atau selebriti yang pernah dilihatnya di televisi atau media sosial.


Rambut Jessica dibiarkan tergerai dengan sedikit aksen bergelombang yang ditata rapi ke belakang. Tak lupa sebuah mahkota kecil menghiasi kepala Jessica. Hari ini Jessica benar-benar menjelma menjadi seorang ratu di negeri dongeng.


“Wah..kakak cantik sekali”puji Joanne melihat sang kakak yang sudah selesai dirias


“Benarkah?”tanya Jessica tak percaya

__ADS_1


Dia masih sulit percaya dengan penampilannya sendiri yang memang sangat cantik.


“Kakak benar-benar seperti putri di negeri dongeng”puji Joanne lagi


“Kamu bisa aja”sahut Jessica malu-malu


“Selamat ya kak. Akhirnya kakak menikah juga”ucap Joanne sambil merangkul tubuh kakaknya


Hatinya diliputi perasaan haru karena akhirnya Jessica menikah juga. Joanne berharap kali ini pernikahan kakaknya benar-benar terwujud.


“Hei..kenapa menangis?”tanya Jessica sambil mengusap airmata di pipi Joanne, adik kesayangannya.


“Aku tak menyangka, kakak akhirnya menikah juga”ucap Joanne


Membuat Jessica tiba-tiba juga ikut terharu mengingat kembali perjalanan hidupnya. Pernikahan kembali di depan matanya. Pernikahan bersama lelaki yang mulai mengisi hatinya. Rafael Miller.


Lelaki yang membuat jantungnya selalu berdebar setiap di dekatnya. Yang membuat hidupnya kembali berwarna sejak mengenal lelaki itu. Lelaki tampan yang menyebalkan namun sangat perhatian pada dirinya. Lelaki yang selalu ada untuk Jessica setiap dirinya membutuhkan pertolongan. Lelaki yang selalu melindunginya dan memberikan perhatian kecil yang membekas di hati Jessica.


Meskipun awalnya mereka harus berpura-pura menjadi sepasang kekasih, lalu menjadi sepasang tunangan. Namun kini Jessica yakin, Rafael akan menyayanginya seperti kini rasa sayang itu juga tumbuh di hati Jessica.


Walaupun sampai sekarang keduanya belum saling mengungkapkan perasaannya, namun Jessica yakin suatu hari nanti, dia dan Rafael akan bisa mengungkapkan rasa cinta di hati masing-masing.


“Kalian di sini rupanya”sapa Alvaro begitu memasuki ruangan Jessica


“Wow..kak Jessi. Kau cantik sekali hari ini. Kak Rafael sangat beruntung bisa menikahi wanita secantik kakak”puji Alvaro begitu melihat penampilan Jessica


"Kalian berdua kompak sekali menggodaku. Kalian sengaja ya?"tanya Jessica


“Siapa bilang? Aku bicara fakta kok”sahut Alvaro


“Terimakasih Al”ucap Jessica sambil tersenyum


“Acara segera dimulai. Kakak segera bersiap”ucap Alvaro


Hati Jessica mendadak tidak karuan. Jantungnya pun semakin berdebar-debar. Karena ini adalah momen sekali seumur hidup bagi dirinya. Dalam hitungan menit, pernikahannya dengan Rafael akan segera digelar.


Jessica tampak menghela nafas perlahan sambil mengatur nafasnya.


“Sudah kak. Tenanglah! Semua akan baik-baik saja”ucap Joanne sambil menggandeng tangan kakaknya untuk turun ke tempat acara pernikahan yang terletak di halaman mansion menghadap ke arah pantai mediterania yang indah.


Jessica dibantu Joanne dan Alvaro menuruni tangga menuju tempat perhelatan acara digelar. Rafael tampak gagah dan tampan mengenakan setelan jas putih dipadu kemeja putih dan celana putih. Tak lupa sebuah bunga kecil menempel di kerah jas sebagai pemanis penampilan pengantin pria.

__ADS_1


Semua tamu undangan tampak bersiap menyambut pengantin wanita yang sebentar lagi akan turun. Begitu Jessica sampai, Jessica segera digandeng sang papa Jerry. Sementara Joanne berjalan di belakang Jessica membawakan gaunnya yang panjang.


Jessica berjalan dengan anggun sambil membawa sebuah buket bunga. Senyum indah terus tersungging di bibir Jessica menghiasi wajah cantiknya. Rafael terpaku melihat betapa cantiknya Jessica dalam balutan gaun pengantin yang sudah dipilihkan oleh Elizabeth.


Semua tamu undangan berdiri dan bertepuk tangan menyambut kedatangan Jessica. Tampak di antara para tamu undangan, ada Arthur dan Elizabeth, Ara dan Anna, Victor dan Amanda. Ramon dan beberapa karyawan di agensi modelling tampak hadir juga di sana. Leon, Stela dan Philip juga menghadiri acara pernikahan atasan mereka.


Sepanjang jalan yang dilalui Jessica tampak hiasan bunga mawar putih segar menghiasi. Seorang pianis juga mengiringi kedatangan Jessica dengan lantunan lagu cinta yang mengalun indah. Menambah romantis suasana pernikahan Rafael dan Jessica.


Setelah sampai di pelaminan, Jerry menyerahkan tangan Jessica pada Rafael.


“Kau cantik sekali hari ini”puji Rafael sambil mencium punggung tangan Jessica


Jessica tersipu malu melihat tatapan mata indah Rafael yang kemudian mencium punggung tangannya.


Keduanya kemudian berjalan menuju meja yang sudah disiapkan untuk acara akad nikah pasangan pengantin itu. Acara berlangsung sangat hikmat dan sakral.


“Bagaimana saksi? Sah?”tanya penghulu pada saksi pernikahan


“SAH”sahut para saksi pernikahan


Perasaan bahagia dan lega menyirami kedua mempelai pengantin. Elizabeth dan Hanna tampak mengusap airmatanya saking terharunya melihat pernikahan keduanya. Para tamu undangan juga ikut larut dalam kebahagiaan yang dirasakan kedua pengantin baru yang baru saja mengikat janji suci pernikahan.


Hati Elizabeth sangat terharu karena cucu nakalnya yang selalu membuat masalah akhirnya bisa bersanding dengan wanita baik seperti Jessica. Elizabeth sangat bersyukur akhirnya Rafael menemukan tambatan hatinya. Gadis yang dipercaya Elizabeth bisa membawa Rafael menuju kebahagiaan.


“Isabelle, putriku. Lihatlah putramu bahagia sekarang! Kau pasti akan ikut bahagia jika berada di sini sekarang”gumam Elizabeth dalam hati


Rafael mengajak Jessica kembali ke pelaminan untuk menerima ucapan selamat dari para undangan.


“Selamat Raf..Jess..Semoga kalian selalu bahagia, langgeng sampai kakek nenek”ucap Victor memberi selamat


“Terimakasih kak”sahut Jessica


Pengantin baru itu berfoto dengan para tamu undangan yang hadir. Setelah semua tamu undangan selesai memberikan selamat pada keduanya, Rafael mengajak Jessica ke tengah panggung untuk berdansa. Keduanya berdansa berdua saling menatap dengan lembut. Diringi sebuah lagu indah Beautiful in White milik Shane Fillan, Rafael dan Jessica berdansa dengan sangat indah di lantai dansa. Mata keduanya seakan saling mengunci satu sama lain. Dan begitu lagu pengiring keduanya berhenti, tanpa sungkan Rafael langsung mencium bibir mempelai wanitanya, Jessica.


Keduanya saling berciuman dengan sangat lembut dan mesra. Di depan para undangan yang sebagian besar adalah keluarga besar keduanya. Semua tamu undangan bertepuk tangan dengan meriah.


Rafael melepaskan pertautan di bibir Jessica sambil menatapnya dengan lembut.


“You’re mine now”gumam Rafael dalam hati


“I love you”gumam Jessica dalam hati sambil menatap mesra suaminya

__ADS_1


__ADS_2