Fall For You

Fall For You
Apa Kau Menyukaiku?


__ADS_3

Rafael segera masuk ke dalam mobil dan mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang. Karena kondisi jalanan yang memang sudah mulai padat dengan kendaraan.


“Aku bisa pulang dengan taksi. Kau tak perlu mengantarku”ucap Jessica memecah keheningan di antara keduanya.


“Aku sudah berjanji untuk mengantarmu jadi aku pasti akan mengantarmu sampai ke apartemen Amanda”jawab Rafael sambil matanya menatap lurus ke depan ke arah keramaian jalanan.


Suasana canggung benar-benar terasa di antara keduanya. Sesekali baik Jessica maupun Rafael mencuri pandang satu sama lain. Karena tak menyukai suasana hening di antara keduanya, Jessica memilih memulai pembicaraan.


“Cewek tadi mantan pacarmu?”tanya Jessica


“Bukan”jawab Rafael dengan cepat


“Kalian terlihat sangat akrab. Aku pikir dia mantan pacarmu”ucap Jessica


“Dia mantan teman kencanku”jawab Rafael dengan entengnya


Jessica spontan menoleh ke arah Rafael. Sejenak Jessica melupakan sebuah fakta jika lelaki yang sejak semalam bersamanya itu adalah seorang Cassanova muda sang petualang cinta yang sudah melanglang buana.


“Oh ya, aku lupa jika kau itu player”sindir Jessica


“Apa sehari bersamaku sudah membuatmu lupa kalo aku seorang pencinta wanita?”goda Rafael sambil tersenyum nakal.


“Apa kau mulai menyukai aku?”goda Rafael.


“Apaaaa? Jangan mimpi!”seru Jessica sambil membuang muka dan menatap jendela mobil di sampingnya.


“Apa kau tak ingin merasakan lagi kehangatan kita semalam?”goda Rafael


Tubuh Jessica merinding mendengar ucapan Rafael.


“Berhenti bicara omong kosong seperti itu!”pinta Jessica


Tiba-tiba Rafael menepikan mobilnya dan melepas sabuk pengamannya. Rafael langsung mendekatkan tubuhnya pada Jessica. Jessica yang melihat kelakuan Rafael yang tiba-tiba, langsung memundurkan tubuhnya hingga ke ujung pintu.


“K-kau mau apa?”tanya Jessica dengan takut-takut


Rafael hanya diam sambil terus mendekatkan tubuhnya ke arah Jessica. Jessica yang ketakutan berusaha mendorong tubuh besar Rafael yang terus mendekati tubuhnya. Tapi Rafael justru menahan kedua tangan Jessica dengan sebelah tangannya.


“Jangan macam-macam!”ancam Jessica.


Tapi Rafael tak perduli. Rafael terus mendekati Jessica dan bahkan memiringkan kepalanya. Jessica membelalakkan matanya melihat kelakuan Rafael.


“Apa dia akan menciumku?”gumam Jessica dalam hati.


Merasa sudah tak bisa berkutik, Jessica memilih memejamkan matanya. Jantung Jessica berdegup dengan sangat kencang. Seakan berlompatan ke sana kemari.


Tiba-tiba,


“Klek”


Sabuk pengaman Jessica terlepas dan Rafael mulai memundurkan tubuhnya.


“Kita sudah sampai”ucap Rafael sambil tersenyum.


Jessica langsung menoleh ke luar. Dilihatnya gedung apartemen Amanda.

__ADS_1


“Haissh..Apa yang sedang aku pikirkan?”keluh Jessica dalam hati merutuki kebodohannya sendiri.


Dia pikir Rafael akan menciumnya. Padahal sebenarnya Rafael hanya membantunya melepas sabuk pengamannya.


“Apa yang kau pikirkan barusan?”goda Rafael sambil menyentil kening Jessica pelan.


“Aduh”


Jessica mengaduh sambil mengusap keningnya


“Ti-tidak. Aku tidak memikirkan apa-apa”jawab Jessica dengan terbata-bata


“Benarkah? Lalu kenapa tadi kau memejamkan mata? Lihat! Pipimu sampai memerah seperti itu”goda Rafael


Jessica memegang pipinya sendiri yang mendadak panas. Namun sebisa mungkin Jessica mengelak apapun yang dikatakan Rafael.


“Mungkin..mungkin aku demam”jawab Jessica asal


“Benarkah?”tanya Rafael dengan kuatir


Tangan Rafael bahkan refleks langsung menempel di dahi Jessica.


“Tidak panas”jawab Rafael.


“Lepaskan! Apa yang kau lakukan?”keluh Jessica sambil melepaskan tangan Rafael yang menempel di dahinya.


“Terimakasih untuk tumpangannya. Aku masuk ke dalam dulu”pamit Jessica.


Jessica segera keluar dari mobil Rafael. Tanpa diduga Rafael juga keluar dari mobilnya dan berjalan ke arah Jessica.


“Aku temani ke dalam”ucap Rafael


“Alasan apa yang akan kau berikan pada Amanda?”tanya Rafael


“Aku..aku..”


“Lihat! Kau saja tak bisa berbohong. Biar aku saja yang mengatasi Amanda”ucap Rafael


Rafael malah terus berjalan dan hendak memasuki apartemen Amanda. Jessica segera menyusul Rafael dan menahan tubuh lelaki itu.


“Sebaiknya kau pulang saja! Kau bisa membuat semuanya semakin runyam”pinta Jessica


Tak jauh dari keduanya, dua orang berjalan menghampiri.


“Jessi”sapa Hanna


Jessica yang mendengar suara mamanya tampak membelalakan matanya.


“Mama?”gumam Jessica dalam hati


Jessica segera membalik tubuhnya dan dilihatnya kehadiran kedua orangtuanya.


“Mama”sapa Jessica dengan ekspresi wajah kagetnya


Jessica segera menghampiri Jerry dan Hanna lalu memeluk tubuh kedua orangtuanya.

__ADS_1


“Papa”


Hanna dan Jerry menatap lelaki tampan yang berdiri tak jauh dari keduanya.


“Siapa dia?”tanya Hanna


“Salam kenal om..tante..Saya Rafael. Teman Jessica”sapa Rafael


Rafael menjabat tangan kedua orangtua Jessica. Jessica hanya tersenyum kecut melihat Rafael yang menyapa kedua orangtuanya.


“Sejak kapan kami berteman? Semoga papa dan mama tidak curiga”gumam Jessica dalam hati


“Kenapa masih di luar saja? Kita masuk ke dalam. Mari Rafael!”ajak Hanna


Jerry masuk ke dalam apartemen Amanda lebih dulu. Jessica merangkul tangan mamanya dengan manja.


“Mama kenapa tidak bilang kalo mau ke Paris?”tanya Jessica


“Mama dan papa memang sengaja ingin memberi kalian kejutan”ucap Hanna sambil mencubit mesra hidung putri sulungnya.


Rafael yang melihat keharmonisan hubungan Jessica tampak senang melihat interaksi keduanya. Membuatnya merindukan sosok ibu yang sudah lama meninggalkannya.


“Temanmu ganteng juga”puji Hanna sambil melirik pada Rafael.


“Ihh..mama apa-apaan sih? Aku bilangin papa lho”keluh Jessica.


“Ada apa?”tanya Jerry sambil menoleh pada istri dan putri kesayangannya.


“Ah..ga ada apa-apa pa”sahut Hanna cepat.


“Tu liat, papamu marah kan?”bisik Hanna


Jessica hanya tertawa kecil melihat mamanya yang kelabakan. Sambil menunggu lift, keempatnya berbincang ringan.


“Sejak kapan kalian berteman?”tanya Jerry pada Rafael


“Kebetulan saya rekan kerja Amanda di kantor”jawab Rafael.


“Oh..nak Rafael juga kerja di agensi modeling Amanda?”tanya Hanna


“Iya tante”jawab Rafael


“Pasti kamu model ya Rafael?”tanya Hanna


“Iya tante”jawab Rafael ramah


“Kok mama tau dia model?”tanya Jessica sambil mengerutkan dahinya.


Pintu lift terbuka, keempatnya pun masuk ke dalam bersama-sama. Dan saat seorang penghuni apartemen juga masuk ke dalam lift bersama mereka berempat, Rafael langsung berdiri di samping Jessica. Hanna tersenyum melihat Rafael yang kelihatan sangat ramah. Hanya Jerry yang menatap Rafael dengan tatapan tajam. Jessica hanya menghela nafasnya melihat kedua orangtuanya yang datang tiba-tiba ke Paris. Sesekali Jessica melirik ke arah lelaki tampan yang berdiri di sampingnya.


“Dia tinggi sekali”gumam Jessica dalam hati begitu menyadari Rafael yang memang sangat tinggi.


Rafael juga sesekali melirik ke arah gadis cantik yang kini berdiri di sampingnya.


Ketika seorang penghuni apartemen berbadan gemuk memasuki lift, membuat lift penuh sesak, Rafael yang berdiri di samping Jessica terpaksa berdiri menghadap gadis cantik itu untuk melindunginya. Jerry juga merangkul sang istri untuk melindunginya dari penghuni apartemen berbadan gemuk tadi.

__ADS_1


Hanna sempat melihat ke arah Jessica yang berdiri di dekat Rafael. Hanna tersenyum melihat perlakuan Rafael pada putri sulungnya.


“Sepertinya dia anak yang baik”gumam Hanna dalam hati


__ADS_2