Fall For You

Fall For You
Menenangkan hati


__ADS_3

Sepanjang perjalanan pulang menuju apartemen mereka, Rafael terus berusaha menenangkan hati Jessica. Rafael terus menggenggam tangan Jessica dan memeluknya.


Sesampainya di apartemen mereka,


“Aku ganti baju dulu”ucap Jessica


Rafael menganggukan kepalanya. Sebelum masuk ke dalam kamar utama, Jessica tampak menoleh sepintas ke arah suaminya. Namun Jessica kembali berjalan menuju kamar mereka. Meninggalkan suaminya yang terlihat sedang berpikir.


Rafael tampak mengendurkan kerah kemejanya dan melepaskan dasi yang dikenakannya. Rafael melepas jas yang dikenakannya dan melemparnya di atas sofa di ruang tamu. Rafael duduk bersandar sambil merentangkan kedua tangannya di atas sofa dengan mata yang terpejam.


Jessica yang sudah berganti pakaian dengan lingerie berwarna hitam berbahan sutra, berjalan mendekati Rafael suaminya.


Jessica berjalan ke arah belakang sofa tempat Rafael duduk. Dengan perlahan Jessica memijat bagian pelipis Rafael dengan lembut namun penuh penekanan. Membuat Rafael yang merasakan pijatan Jessica terus terpejam namun sangat menikmati pijatan yang terasa sangat menenangkan kepalanya yang sejak tadi diserang pusing dengan masalah yang disebabkan oleh mantan kekasihnya yang mendadak datang ke acara pesta perayaan ulangtahun perusahaannya.


“Bagaimana?”tanya Jessica pada Rafael sambil terus memijat pelipis Rafael.


Rafael membuka matanya dan menatap wajah cantik istrinya itu sambil tersenyum.


“Terimakasih”ucap Rafael sambil memegang tangan Jessica.


Rafael menegakkan tubuhnya namun tangannya terus memegang tangan Jessica. Jessica berjalan memutar dan duduk di samping Rafael, suaminya.


“Apa yang kau pikirkan?”tanya Jessica pada akhirnya


Jessica sadar kedatangan Celine pada acara tadi telah membuat Rafael berubah.


“Apa kau memikirkan Celine?”tanya Jessica pelan-pelan takut menyinggung perasaan suaminya.


“Apa itu yang sejak tadi mengganggu pikiranmu?”tanya Jessica lagi karena Rafael tak segera menjawab pertanyaannya.


Rafael malah meraih tangan Jessica dan mencium punggung tangan Jessica.


“Maaf sudah membuatmu khawatir”sahut Rafael


“Sekarang kita adalah suami istri. Jadi aku mohon jujurlah padaku tentang apapun itu. Termasuk tentang Celine. Aku percaya padamu. Jadi aku mohon jangan menyimpan rahasia apapun padaku”pinta Jessica


Rafael tersenyum dan mendekatkan tubuhnya pada Jessica. Rafael mengecup kening Jessica dengan sangat lembut.


Keduanya saling bertatapan dengan mesra.


“Terimakasih sudah mempercayaiku. Aku akan menjaga kepercayaan dan cinta yang kau berikan padaku”janji Rafael


Ucapan Rafael membuat Jessica yang awalnya sedikit bersedih dan khawatir karena takut kehadiran Celine akan merubah cinta dan kasih sayang Rafael padanya, perlahan merasa kekhawatirannya menguap begitu saja.


Jessica langsung menghamburkan tubuhnya ke arah Rafael dan memeluk tubuh kekar suaminya.


“Sudah malam. Ayo kita tidur!”ajak Rafael


Tanpa diduga Rafael langsung membopong tubuh mungil istri cantiknya. Jessica juga melingkarkan tangannya di leher Rafael. Keduanya saling bertatapan dengan hangat. Tak lupa sebuah kecupan manis diberikan Rafael pada istrinya.

__ADS_1


Kecupan manis yang perlahan menjadi ciuman dalam yang sangat menuntut. Hingga keduanya terbuai dalam perasaan cinta yang menggebu. Dan menyalurkan perasaan itu sepanjang malam.


*


*


*


*


Keesokan harinya,


Rafael berangkat kerja setelah sarapan bersama istrinya.


“Hari ini apa kegiatanmu?”tanya Rafael sambil menyantap sarapan yang sudah dibuatkan Jessica


“Aku ingin belanja sebentar. Barang-barang di kulkas sudah banyak yang habis. Boleh kan?”ijin Jessica


“Tentu saja. Nanti aku akan perintahkan Oscar menemanimu”ucap Rafael


“Bisakah aku pergi sendiri? Aku merasa tidak leluasa jika ada Oscar dan pengawalmu itu”keluh Jessica.


“Lalu aku harus membiarkan kau pergi sendiri? Tidak bisa! Aku bisa gila jika membayangkan kau pergi sendiri tanpa pengawasan pengawalku”tolak Rafael


“Ck..begitu saja ga boleh”keluh Jessica


Jessica mengerucutkan bibirnya namun tetap berjalan ke arah suaminya. Rafael langsung menarik tangan Jessica hingga wanita cantik itu terduduk di pangkuannya.


“Raf, kau mau apa?”tanya Jessica


“Mmuach”


Rafael dengan gerakan cepat langsung meraih tengkuk Jessica dan menciumnya. Jessica yang kaget dengan morning kiss yang diberikan Rafael tampak memukul pelan dada bidang suaminya.


“Raf”seru Jessica


Rafael menarik sudut bibirnya setelah melepaskan ciuman di bibir istrinya.


“Bukankah kau yang memintanya?”goda Rafael


“Siapa bilang? Jangan sembarangan menuduh!”keluh Jessica tak terima


“Makanya kondisikan bibir ini. Jangan mengerucutkan bibir ini! Karena aku hanya menuruti keinginanmu”goda Rafael


“Siapa juga yang minta dicium”keluh Jessica sambil terus memukul pelan dada bidang Rafael


“Tuh kan, manyun lagi. Sini aku cium dulu”goda Rafael sekali lagi sambil mendekatkan tubuhnya pada Jessica


Jessica langsung mendorong tubuh Rafael yang terus-terusan menggodanya. Jessica meletakkan jarinya di depan bibir seksi suaminya.

__ADS_1


“Sudah hentikan! Aku lapar! Kau terus saja menggangguku”ucap Jessica


Jessica yang hendak pergi dari pangkuan Rafael, sangat kaget saat suaminya itu justru menahan tubuhnya.


“Apa lagi?”tanya Jessica sambil menatap suami nakalnya


“Suapi aku!”pinta Rafael dengan manja


“Idih..manja banget”keluh Jessica


Namun tangan Jessica malah mengambil sendok dan menyuapkan sarapan pagi ini ke mulut Rafael. Membuat Rafael sangat bahagia karena sudah berhasil mengerjai istri kecilnya pagi-pagi.


Mereka sarapan berdua. Dengan Jessica yang menyuapi Rafael. Sesekali Rafael juga menyuapi Jessica. Membuat keduanya diliputi perasaan bahagia pagi itu.


Setelah sarapan, Rafael segera berangkat ke kantor. Tak lupa sebuah ciuman manis diberikan pada Jessica.


“Ingat! Selalu kabari aku dimana pun kau berada!”perintah Rafael


“Kau kan sudah mendapat laporan Oscar. Kenapa aku juga harus melapor padamu?”keluh Jessica


“Karena aku ingin mendengar suaramu”bisik Rafael manja di telinga Jessica


Membuat Jessica tersipu malu dengan kelakuan gila suaminya.


“Sudah, berangkat sana!”usir Jessica


Rafael pun segera berangkat kerja. Ditemani Philip, asisten pribadinya.


“Kau sudah mendapat informasi baru?”tanya Rafael saat dirinya sudah berada di lift bersama Philip dan beberapa pengawalnya.


“Sepertinya tuan Erik Barnett serius dengan ancamannya. Terbukti sekarang satu per satu pemegang saham menjual sahamnya pada beliau”lapor Philip


“Terus laporkan perkembangan tuan Eric. Jangan sampai kita kehilangan jejak beliau. Lalu bagaimana dengan Celine? Apa kau sudah mendapat informasi baru?”tanya Rafael


“Belum tuan. Sejauh ini tidak ada pergerakan mencurigakan dari nona Celine”jawab Philip


“Terus awasi dia! Jangan sampai dia melukai keluargaku. Pastikan Celine tidak mendekati istriku”perintah Rafael


“Baik tuan”


Rafael ditemani Philip segera menuju mobil yang mengantar mereka ke kantor.


Sementara itu, Jessica yang ingin berbelanja keperluan rumah tangga, segera bersiap-siap. Setelah siap, Jessica berangkat menuju salah satu supermarket terbesar di kota Paris diantar oleh Oscar dan beberapa pengawal.


Sepanjang perjalanan, Jessica terus menatap pemandangan di luar mobilnya. Pikirannya terbang mengelana tak tentu arah. Begitu banyak pertanyaan dalam hati dan pikirannya tentang wanita dari masa lalu Rafael yang kini hadir di antara mereka berdua.


Ada perasaan takut di hati Jessica, jika suaminya masih memiliki perasaan pada mantan kekasihnya itu. Karena meskipun sudah berpisah, Rafael tetap mengingat nomor sandi yang berisi tanggal lahir Celine dan terus menggunakannya selama bertahun-tahun lamanya.


“Apa kau masih mencintai Celine? Sekarang dia sudah berada di dekatmu, apa kau akan goyah kali ini?”gumam Jessica dalam hati

__ADS_1


__ADS_2