
Akhirnya Jessica, Rafael, Albert dan Anna berada dalam satu mobil. Di mobil Rafael. Jessica duduk di depan, di samping Rafael. Sementara Anna duduk di samping Albert. Ara memilih semobil dengan para pengawalnya.
“Apa kau masih single?”tanya Anna pada Albert
“Anna benar-benar cewek pemberani. Joanne kau mendapat saingan sekarang”gumam Jessica dalam hati
“Aku masih single. Tapi ada wanita yang kusukai”ucap Albert sambil menatap kursi yang ditumpangi Jessica.
Albert sengaja mengucapkannya dengan suara yang lumayan keras, supaya Jessica mendengarnya. Rafael yang mendengar jawaban Albert, spontan melirik ke arah Albert melalui kaca spionnya. Albert dan Rafael saling bertatapan melalui kaca spion.
“Beraninya dia mengucapkan itu di depanku”gerutu Rafael dalam hati
“Berapa lama kau akan berada di Paris?”tanya Jessica pada Albert
“Aku akan berlibur di sini selama dua minggu mungkin”jawab Albert
“Lalu bagaimana dengan rumah sakit?”tanya Jessica.
“Ada yang sudah mengurusnya. Aku rasa cuti sebentar tidak akan membuat rumah sakitku bangkrut”
“Kau bekerja di rumah sakit?”tanya Anna
“Iya. Dia dokter spesialis penyakit dalam yang sangat handal”puji Jessica sambil tersenyum
Rafael yang sejak tadi hanya mendengarkan percakapan ketiga penumpang di mobilnya, sejenak melirik ke arah gadis cantik yang duduk di sampingnya yang saat ini tersenyum lebar memuji Albert.
Wajah Rafael mengeras seolah menahan marah. Rafael bahkan meremas setir mobilnya dengan erat. Hatinya dipenuhi kecemburuan, begitu menyadari wanitanya memuji lelaki lain. Jessica yang bertatapan sepintas dengan Rafael, segera merubah posisi duduknya menghadap ke depan. Jessica melirik beberapa kali ke arah Rafael, yang entah kenapa terlihat sangat mengerikan.
“Kenapa wajahnya seperti itu? Apa dia marah?”gumam Jessica dalam hati
“Dimana kau menginap?”tanya Rafael pada Albert.
“Aku menginap di Four Seasons hotel George V”jawab Albert
Mereka berempat kemudian mengantar Albert ke hotelnya. Rafael membantu Albert menurunkan koper-kopernya.
“Terimakasih”ucap Albert
“Hemmm”
Rafael dengan dingin menjawab dengan gumaman. Rafael kemudian berdiri di samping Jessica dan melingkarkan tangannya di bahu Jessica. Jessica yang risih dengan kelakuan Rafael terus berusaha menyingkirkan tangan Rafael yang melingkar di bahunya.
“Maaf kami harus segera pergi”ucap Rafael
Jessica mengerutkan dahinya mendengar ucapan Rafael.
“Memang kita mau kemana?”tanya Jessica sambil menatap Rafael.
Rafael memegang dagu Jessica sambil tersenyum.
__ADS_1
“Apa kau lupa? Bukankah kau ingin makan malam di rumah bersama keluarga besarku? Apa kau lupa dengan yang kau ucapkan di rumah sakit tadi?”tanya Rafael sambil tersenyum
Jessica memaksakan tersenyum bersama dengan Rafael begitu menyadari maksud ucapan Rafael tadi.
“Ah..iya. Aku lupa”ucap Jessica sambil melepaskan tangan Rafael yang memegang dagunya.
“Albert maaf aku harus pergi. Aku akan menghubungimu nanti, okey”ucap Jessica
“Bye”pamit Jessica sambil melambaikan tangan pada Albert
Anna yang sejak tadi diam terus menatap lelaki tampan yang berdiri di sampingnya. Tanpa menyadari jika dirinya sudah ditinggal oleh Rafael dan Jessica.
Rafael dan Jessica segera menuju ke dalam mobil. Keduanya pun pergi meninggalkan Albert dan Anna.
“Anna? Anna ketinggalan”ucap Jessica panik begitu menyadari Anna tidak berada di mobil bersamanya.
“Biarkan saja! Nanti pengawal juga akan menjemputnya”ucap Rafael dengan entengnya.
Sementara itu, Albert yang sejak tadi memandangi mobil Rafael sampai mobil itu hilang di antara keramaian kendaraan hanya bisa menatap kepergian Jessica sambil menghela nafasnya.
Begitu Albert ingin mendorong kopernya masuk ke dalam hotel, dirinya dibuat kaget dengan sosok wanita cantik yang sejak tadi berdiri di sampingnya.
“Kau mengagetkanku”ucap Albert kaget
Anna hanya tersenyum melihat ekspresi Albert yang sangat lucu saat kaget.
“Kenapa kau masih di sini? Apa kau ada urusan juga di sini?”tanya Albert
“Bukankah kau ada acara makan malam bersama keluargamu?”tanya Albert
Anna yang disadarkan oleh ucapan Albert memukul dahinya sendiri.
“Ah..kau benar. Aku harus makan malam sekarang. Ayo kak!”ajak Anna pada Rafael
“Lho? Mereka kemana?” tanya Anna sambil celingukan karena kehilangan Rafael.
“Kau mencari siapa?”tanya Albert
“Aku mencari kakakku. Tadi kan dia di sini”jawab Anna dengan polosnya
Albert mengurut dahinya karena ternyata gadis cantik di depannya sudah amnesia. Dia tidak menyadari jika dirinya sudah ditinggal oleh Rafael, kakaknya.
“Kakakmu sudah pergi sejak tadi”ucap Albert
“Apa kau bilang? Dia sudah pergi? Tidak mungkin! Mana mungkin dia meninggalkan aku di sini”seru Anna tak percaya
“Lalu bagaimana aku bisa pulang?”tanya Anna dengan sedih
“Kau bisa kan menghubungi kakakmu untuk kembali kemari”usul Albert
__ADS_1
“Benar juga. Aku akan menelponnya sekarang”sahut Anna
“Sebenarnya keluarga seperti apa yang behubungan denganmu Jess? Kenapa bisa kau berhubungan dengan keluarga aneh seperti mereka”gerutu Albert dalam hati
Anna dengan menggebu-gebu segera menelpon Rafael. Begitu tersambung,
“Baby, kenapa kau meninggalkan aku di sini?”seru Anna dengan emosi.
“Aku pikir kau memang ingin di sana”jawab Rafael dengan santainya
“Anna, kami akan kembali ke sana. Kau tenang saja”jawab Jessica
“Oh kakak ipar, kau baik sekali. Baiklah aku tunggu di sini ya?”jawab Anna
“Siapa bilang aku mau kembali ke sana?”tanya Rafael pada Jessica
“Apa kau tega meninggalkan adikmu di sana sendirian?”tanya Jessica
“Ada Albert”sahut Rafael
“Tapi Anna kan adikmu”ucap Jessica
“Kau tunggu saja di sana. Aku akan minta Oscar menjemputmu”ucap Rafael pada Anna
Sedetik kemudian telepon pun dimatikan sepihak oleh Rafael. Jessica yang sejak tadi menahan emosinya akhirnya tak sanggup lagi menahannya. Ditumpahkan semua kekesalannya pada kelakuan Rafael yang menurutnya sudah keterlaluan.
“Kau keterlaluan! Bukankah Anna itu adikmu? Kau tega membiarkan adikmu sendirian di sana. Kakak macam apa kau ini hah?”gerutu Jessica dengan emosi
Rafael berusaha menahan emosinya yang dipancing oleh kemarahan Jessica. Rafael tetap diam meskipun Jessica terus memarahinya. Rafael memilih segera menghubungi Oscar, pengawal yang tadi menjemput Anna dan Ara.
“Ada apa tuan muda? Apa ada yang bisa saya bantu?”tanya Oscar
“Kau pergilah ke Four Seasons hotel George V, jemput Anna! Dia ada di sana”perintah Rafael
“Baik tuan muda”sahut Oscar
Jessica mengatur nafasnya yang mulai naik turun melihat kelakuan Rafael yang menurutnya sangat keterlaluan.
Rafael segera menepikan mobilnya dan menghentikan mobilnya. Jessica yang keheranan karena tiba-tiba Rafael menghentikan mobilnya langsung menoleh pada lelaki tampan di sampingnya itu.
“Kenapa kita berhenti di sini?”tanya Jessica
“Matanya sangat mengerikan”gumam Jessica dalam hati begitu menyadari tatapan kemarahan di mata Rafael.
Rafael mendekatkan tubuhnya ke arah Jessica membuat Jessica semakin ketakutan. Jessica segera memundurkan tubuhnya hingga tak bisa berkutik ketika tubuhnya sudah menempel ke pintu mobil sementara Rafael terus mendekatinya. Jessica segera meletakkan tangannya di depan tubuhnya mendorong dada bidang Rafael yang semakin mendekati tubuhnya.
“Kau mau apa? Jangan macam-macam! Atau aku akan..”
“Kau akan apa? Cepat turun!”ajak Rafael sambil melepaskan sabuk pengaman Jessica
__ADS_1
Rafael keluar dari mobil disusul kemudian oleh Jessica. Jessica menatap gedung tinggi di depannya.
“Kenapa kita kemari?”tanya Jessica pada Rafael yang berjalan terus ke dalam gedung.