Fall For You

Fall For You
Someone You Loved


__ADS_3

Setelah meminum segelas susu hangat yang dibuatkan seorang pelayan, Jessica pun berniat kembali ke kamarnya. Namun di perjalanan, sayup-sayup Jessica mendengar suara piano yang sangat merdu.


“Siapa malam-malam begini main piano?”gumam Jessica dalam hati


Karena merasa penasaran, akhirnya Jessica mencari suara piano yang didengarnya. Suara piano itu sangat indah namun juga terdengar sangat sedih. Membuat Jessica semakin penasaran. Akhirnya sampai di suatu ruangan yang sedikit terbuka pintunya, Jessica memberanikan diri memasukinya.


Suara piano yang didengarnya terdengar begitu jelas. Karena ruangan yang sangat gelap membuat Jessica tak bisa melihat sosok yang saat ini sedang memainkan pianonya. Dengan perlahan, Jessica memasuki ruangan dan mendekati piano besar yang ada di sudut ruangan.


“Rafael?”gumam Jessica dalam hati begitu menyadari ternyata yang sudah memainkan piano itu adalah Rafael, “kekasihnya”.


Rafael terus memainkan pianonya tanpa menyadari jika ada Jessica di ruangan itu sedang menikmati permainan pianonya. Rafael terlihat sangat emosional ketika memainkan pianonya. Begitu selesai memainkan sebuah lagu, Rafael tampak menundukkan kepalanya. Bulir airmata menetes dari mata indahnya.


“Prok..prok..prok”


Suara tepuk tangan Jessica membuyarkan lamunan Rafael. Buru-buru Rafael menghapus airmatanya membelakangi arah Jessica supaya gadis cantik yang sedang berjalan menghampirinya itu tidak tahu jika dirinya tadi sempat menangis.


“Kau belum tidur? Apa aku membangunkanmu?”tanya Rafael


“Tidak. Aku memang tidak bisa tidur. Makanya aku ke dapur untuk minum. Dan saat akan kembali ke kamar aku mendengar suara piano. Aku tak tahu kau pandai main piano”ucap Jessica


“Kau mau duduk di sini?”tanya Rafael sambil menepuk kursi disampingnya.


Jessica menuruti permintaan Rafael dan duduk di sampingnya.


“Kau bisa main piano? Permainanmu barusan bagus banget”puji Jessica tulus


“Sudah lama aku tidak memainkan piano. Rupanya aku masih mengingatnya”ucap Rafael


“Kenapa kau tidak bermain piano lagi?”tanya Jessica


“Dulu waktu aku kecil aku ingin menjadi pianist”ucap Rafael


“Benarkah? Kau ingin menjadi pianist?”tanya Jessica tak percaya


“Apa kau meragukan kemampuanku?”tanya Rafael


“Bukan begitu. Lalu kenapa kau tak melanjutkan cita-citamu itu?”tanya Jessica


“Sejak daddy meninggal, aku tak ingin lagi menjadi pianist”jawab Rafael


“Kenapa? Apa daddymu seorang pianist?”tanya Jessica penasaran


Rafael hanya diam. Hatinya kembali bergejolak begitu mengingat masa lalunya. Kenangan masa kecilnya bersama sang ayah dan itu membuat luka di hatinya kembali menganga. Luka masa lalu yang membuat Rafael kecil tumbuh menjadi anak yang berbeda dari dirinya sebelumnya.


“Daddy meninggal karena kecelakaan saat akan menghadiri konser mini yang aku adakan di sekolah”ucap Rafael tiba-tiba


Jessica yang mendengar penuturan Rafael begitu kaget mendengarnya.


“Maaf. Aku tak tahu”


“Itu semua hanya masa lalu”


“Apa karena itu kau tak mau menjadi pianist?”tanya Jessica


“Bukan karena itu aku berhenti menyukai piano. Tapi kenyataan pahit yang mengiringi kepergian daddy yang membuatku berhenti memainkan piano”


“Apa itu?”tanya Jessica pelan takut menyinggung perasaan Rafael.


Awalnya Jessica tidak yakin Rafael mau berbagi kenangan masa lalunya dengan dirinya. Namun tanpa disangka, malam ini Rafael begitu berbeda dari Rafael yang biasa ditemuinya. Mungkin karena terlalu emosional setelah berada di rumah kediaman Miller membuat Rafael sedikit berubah. Malam ini.


“Daddy meninggal bersama selingkuhannya yang ternyata adalah seorang pianist”jawab Rafael dengan santainya


Jessica spontan menatap lelaki tampan di sampingnya yang ternyata menyimpan luka masa lalu yang begitu menyesakkan.


“Apa kau bisa meminkan sebuah lagu untukku?”tanya Jessica mencoba mengalihkan perhatian Rafael

__ADS_1


Jessica sengaja meminta Rafael memainkan pianonya supaya lelaki tampan itu tidak terlalu hanyut dalam kenangan masa lalunya yang menyedihkan.


“Kau mau lagu apa?”tanya Rafael


“Flower dance. Apa kau bisa memainkannya?”tanya Jessica


Rafael tampak serius menatap tuts piano di depannya dan mulai memainkan sebuah lagu yang sangat indah. Jari jemari Rafael seakan menari di atas tuts piano hingga irama lagu yang begitu merdu mengalun dari piano yang dimainkan Rafael.


Jessica tampak menikmati permainan piano Rafael yang sudah sangat ahli. Kedua tangan Rafael silih berganti menekan tuts piano. Jessica tersenyum bahagia sambil menatap lembut lelaki tampan di dekatnya yang terlihat begitu berbeda ketika memainkan pianonya.


“Prok..prok..prok”


Jessica tersenyum lebar sambil bertepuk tangan setelah Rafael selesai memainkan sebuah lagu permintaannya. Akhirnya Rafael dan Jessica berbincang santai berdua. Baik Jessica dan Rafael tidak bertengkar seperti biasanya. Malam ini keduanya menjadi lebih terbuka satu sama lain.


“Apa kau bisa mau main piano?”tanya Rafael.


Jessica hanya diam dan mencoba memainkan sebuah lagu. Jari Jessica menekan tuts piano dengan pelan. Karena memang dirinya tidak terlalu hafal nada sebuah lagu kesukaannya. Rafael mencoba mencerna melodi lagu yang dimainkan Jessica sambil menganggukkan kepalanya. Rafael terlihat serius mendengarkan lagu yang dimainkan dengan perlahan oleh Jessica.


“Apa kau tahu lagu ini?”tanya Jessica sambil menatap ke arah Rafael


Rafael mencoba memainkan pianonya mengikuti lagu dari Jessica.


“Iya..lagu itu. Kau bisa? Aku suka sekali lagu ini”


Rafael yang mulai memainkan pianonya dan Jessica mengiringi dengan menyanyikan lirik lagunya. Sebuah lagu indah yang menjadi kesukaan Jessica adalah lagu Someone you loved milik Lewis Capaldi. Suara Jessica berharmonisasi dengan begitu indah dengan suara pemainan piano Rafael.


Lagu yang memiliki makna begitu dalam bagi Jessica karena mengingatkan perjalanan cintanya yang kandas dengan Arga Wisnutama.


I'm going under and this time I fear there's no one to save me


Aku akan merana dan kali ini aku khawatir tak ada yang menyelamatkanku


This all or nothing really got a way of driving me crazy


Ini semua atau tak sama sekali benar-benar membuatku gila


Aku butuh seseorang untuk memulihkanku


Somebody to know


Seseorang untuk mengerti


Somebody to have


Seseorang untuk dimiliki


Somebody to hold


Seseorang untuk didekap


It's easy to say


Mudah untuk dikatakan


But it's never the same


Namun itu tak pernah sama


I guess I kinda liked the way you numbed all the pain


Kurasa aku agak suka caramu menghilangkan rasa sakit


Now the day bleeds


Sekarang hari yang menyakitkan

__ADS_1


Into nightfall


Sampai malam hari


And you're not here


Dan kau tak di sini


To get me through it all


Untuk menemaniku lalui itu semua


I let my guard down


Aku lengah


And then you pulled the rug


Dan kemudian kau tiba-tiba menghilang


I was getting kinda used to being someone you loved


Aku mulai terbiasa menjadi seseorang yang pernah kau cintai


I'm going under and this time I fear there's no one to turn to


Aku akan merana dan kali ini aku khawatir tak ada orang yang bisa kutuju


This all or nothing way of loving got me sleeping without you


Ini semua atau tak sama sekali cara cinta membuatku tidur tanpamu


Now, I need somebody to know


Sekarang, aku butuh seseorang yang mengerti


Somebody to heal


Seseorang untuk memulihkan


Somebody to have


Seseorang untuk dimiliki


Just to know how it feels


Hanya untuk mengetahui bagaimana rasanya


It's easy to say but it's never the same


Mudah untuk mengatakannya namun tak pernah sama


I guess I kinda liked the way you helped me escape


Kurasa aku agak suka caramu membantuku melarikan dirit


And I tend to close my eyes when it hurts sometimes


Dan aku cenderung memejamkan mata saat terkadang terasa sakit


I fall into your arms


Aku jatuh ke genggamanmu


I'll be safe in your sound 'til I come back around

__ADS_1


Aku akan aman dengan suaramu sampai aku kembali


__ADS_2