Fall For You

Fall For You
Balas Dendam


__ADS_3

Seperti yang sudah direncanakan, Amanda berhasil membuat Victor kewalahan dengan upaya “balas dendam”nya. Setiap hari lelaki itu tanpa lelah terus berusaha meminta maaf pada Amanda. Semua cara dilakukannya untuk meminta maaf pada pujaan hatinya.


Setiap hari Victor mengirimkan bunga kesukaan Amanda hingga membuat kantor Amanda dipenuhi dengan rangkaian bunga kiriman Victor. Setiap hari pula Victor datang mengunjungi Amanda meskipun selalu mendapat penolakan dari kekasih hatinya.


"Throw away those flowers. I don't want to see it here!"perintah Amanda pada para karyawannya.


Rangkaian bunga warna warni yang memenuhi kantor Amanda, satu per satu dibawa keluar para karyawan.  Jessica yang melihat perjuangan Victor bahkan membujuk Amanda untuk memaafkan Victor.


"Mau dibawa kemana kak semua bunga itu?"tanya Jessica


"Dibuang"jawab Amanda dengan tegas tanpa mengalihkan matanya dari layar laptopnya


"Apa? Kakak buang? Tapi kan sayang kak"ucap Jessica.


"Biarkan saja!"sahut Amanda


"Kenapa kakak tidak memaafkan kak Victor, aku lihat dia begitu serius pada kakak"ucap Jessica.


Amanda melepas kacamata bacanya dan menatap sepupunya.


"Bukankah aku sudah bilang padamu, aku akan membuat dia membayar semua airmata yang sudah aku tumpahkan untuk dia"jawab Amanda


"Tapi ini sudah beberapa minggu kak. Apa kakak tidak keterlaluan sudah membuat kak Victor seperti itu"tanya Jessica


Amanda hanya tersenyum.


"Jika dia benar mencintaiku, dia pasti akan memperjuangkan aku"jawab Amanda


"Oya, aku dengar kau sering mengunjungi Ramon. Bagaimana keadaannya?"tanya Amanda


Setelah pesta ulangtahun kemarin, Jessica memang semakin sering mengunjungi Ramon. Tentu saja ditemani oleh Rafael. Jessica yang memiliki pembawaan ramah dan menyenangkan selalu mengajak bicara dan kadang membacakan buku cerita untuk Ramon. Berharap Ramon segera siuman.


"Iya kak. Sementara pekerjaanku off, aku sempatkan ke sana.Lagipula aku ga ada kerjaan. Makanya aku ke sana"


"Bagaimana hubunganmu dengan Rafael?"tanya Amanda


"Baik kak"jawab Jessica


"Syukurlah!"sahut Amanda


*


*


*


*


Amanda dan Jessica sengaja berjalan kaki menuju apartemennya setelah melakukan meeting dengan salah satu klien perusahaannya. Karena letak hotel tempat melakukan meeting yang lumayan dekat dengan apartemen, mereka memutuskan untuk berjalan kaki berdua menuju apartemen sambil menikmati pemandangan kota Paris di malam hari.


Mereka berbincang berdua dengan asyiknya. Mereka tidak sadar jika keduanya sudah diintai oleh beberapa orang suruhan Victor.

__ADS_1


“Kak, apa kakak melihat mereka?”tanya Jessica pada Amanda


“Iya. Aku juga lihat. Mereka tampak mencurigakan”jawab Amanda


“Benar sekali. Aku lihat sejak tadi mereka seperti mengikuti kita”ucap Jessica sambil sesekali menoleh ke belakang ke arah beberapa lelaki berpakaian serba hitam yang tampak sangat mencurigakan.


“Apa sebaiknya kita lari?”tanya Jessica


“Sebaiknya kita mempercepat langkah kita”usul Amanda


Mereka berdua pun semakin mempercepat langkah kaki mereka. Sambil sesekali menoleh ke arah beberapa lelaki yang memang mengikuti keduanya. Lelaki-lelaki itu tampak ikut mempercepat langkah mereka. Seolah mengejar Jessica dan Amanda.


“Kak, kenapa mereka malah semakin cepat?”tanya Jessica


“Kau benar. Bagaimana ini?”tanya Amanda kuatir


Karena jalanan yang mereka lalui meskipun lumayan ramai tidak menyurutkan keinginan orang jahat berbuat kejahatan.


Saking takutnya, membuat Jessica dan Amanda justru salah jalan. Mereka malah menuju jalan yang buntu.


“Gawat! Kenapa jalannya buntu?”tanya Jessica begitu menyadari jalanan yang mereka pilih adalah jalan buntu.


Para lelaki yang mengikuti mereka tersenyum dengan wajah sangarnya. Membuat Jessica dan Amanda semakin ketakutan jika sampai menjadi korban kejahatan para lelaki itu.


Tiba-tiba,


“Help! Help! Somebody help me!”teriak Amanda dengan sangat lantang


Para lelaki itu tampak ketakutan. Mereka clingukan mengamati sekitar. Khawatir ada yang mendengar suara teriakan Amanda.


Jessica dan Amanda saling berpelukan di pojok. Berusaha saling menguatkan diri meskipun sama-sama ketakutan.


Tiba-tiba dari arah belakang para lelaki itu, tampak sorot lampu yang sangat menyilaukan. Membuat siapapun langsung menoleh ke arah mobil yang menyorotkan lampunya pada mereka. Amanda dan Jessica juga tampak menutupi pandangan mata mereka karena terlalu silau dengan sorot lampu mobil.


Beberapa saat kemudian, tampak beberapa lelaki berbadan tegap berlari menghampiri para “penjahat bayaran”. Mereka pun akhirnya berkelahi satu sama lain.


“Bukk”


“Bukkk”


“Bughhh”


Pukulan dan tendangan melayang di arena pertarungan itu. Amanda dan Jessica beberapa kali menjerit karena ketakutan melihat para penjahat dan penolong mereka saling berkelahi.


Di antara para penolong itu, Amanda dapat melihat kehadiran Victor di sana. Meskipun pencahayaan di tempat itu lumayan minim, tapi Amanda dapat mengenali Victor dari gesture dan perawakan lelaki bertubuh tinggi besar itu.


“Victor”panggil Amanda


Merasa dipanggil oleh pujaan hatinya, Victor pun langsung berlari mendekati Amanda.


“Sayang, kau baik-baik saja kan?”tanya Victor

__ADS_1


“Iya. Aku baik-baik saja”


“Syukurlah. Ayo kita pergi dari sini!”ajak Victor pada Jessica dan Amanda


Victor mengerlingkan matanya pada Jessica begitu melihat adik ipar yang sudah membantunya. Jessica yang paham maksud Victor juga menganggukkan kepalanya memberi kode pada Victor.


Ketika dalam kondisi berusaha menyelamatkan Amanda dan Jessica, tiba-tiba salah satu orang suruhan Victor yang membawa papan kayu yang besar, salah perhitungan. Lelaki itu justru melayangkan papan kayu itu pada majikan yang sudah membayarnya.


“Brakkk”


Papan kayu terbelah menjadi dua setelah dibenturkan ke punggung dan sedikit ke area kepala Victor.


“Aarghhhh”


Victor mengaduh dengan sangat keras. Amanda bahkan menutup mulutnya saking kagetnya. Melihat lelaki yang dicintainya terkapar setelah mendapat pukulan dari arah belakang.


“Victor..bangunlah! Victor!”panggil Amanda dengan kuatir.


“Hah..darah?”


Amanda kaget setengah mati begitu melihat darah mengucur dari bagian kepala belakang Victor.


“Seingatku kak Victor tidak mengatakan ada adegan seperti ini? Kenapa sekarang malah menjadi seperti ini?”tanya Jessica bingung.


“Tuan!”panggil anak buah Victor melihat majikannya yang terkapar.


Akhirnya beberapa pengawal membawa Victor ke rumah sakit ditemani oleh Amanda.


Amanda tampak menitikkan airmata melihat Victor yang tidak sadarkan diri.


“Kau harus kuat! Jangan tinggalkan aku! Kumohon!”pinta Amanda dalam hati sambil menggenggam tangan Victor


“Tenanglah kak! Sebentar lagi kita sampai”ucap Jessica berusaha menenangkan Amanda


“Tapi dia pingsan Jess. Victor pingsan. Bagaimana jika dia kenapa-napa?”ucap Amanda sambil terisak


“Kak Victor pasti baik-baik saja kak. Percayalah padaku!”ucap Jessica sambil menggenggam tangan Amanda


Selama perjalanan menuju rumah sakit, Amanda tak hentinya menangis. Diusapnya wajah lelaki tampan yang saat ini pingsan di pangkuannya. Sesampainya di rumah sakit, para dokter dan perawat dengan sigap langsung menangani Victor.


Amanda, Rafael dan Jessica menunggu di luar ruang operasi. Karena rupanya luka akibat benturan tadi melukai kepala belakang Victor sehingga dia mengalami pendarahan yang lumayan hebat.


Jessica terus menenangkan Amanda yang tampak terus menangis. Sesekali Jessica melirik ke arah Rafael yang berdiri tak jauh dari dirinya.


“Kenapa jadi begini?”gumam Jessica dalam hati


Operasi berlangsung selama hampir dua jam lamanya. Setelah operasi selesai, Victor dibawa ke ruang rawat inap VVIP rumah sakit ternama di Paris. Amanda dengan setia selalu menunggui Victor sampai siuman.


“Kau pulanglah! Biar aku yang menjaga Victor!”pinta Amanda pada Jessica


“Besok aku akan kemari lagi”ucap Jessica

__ADS_1


“Raf..tolong antar Jessica pulang”pinta Amanda pada Rafael


Rafael menganggukkan kepalanya lalu pergi dari ruang rawat inap. Jessica dan Rafael meninggalkan Amanda bersama dengan Victor yang belum siuman.


__ADS_2