
“I have to go for a second. I’ll be back”ucap Rafael sambil memegang dagu wanita teman kencannya malam ini.
“Don’t take too long”pinta sang wanita
Rafael mengerlingkan matanya membuat wanita itu meleleh dengan ketampanan Rafael dan akhirnya melepaskan Rafael.
Rafael merapikan jas yang dikenakannya. Dia berjalan dengan penuh percaya diri ke arah Jessica dan Amanda yang saat ini dengan berbincang dengan Luke.
Jessica yang melihat Rafael berjalan mendekat ke arahnya sempat bertatapan selama beberapa saat dengan lelaki tampan itu.
“Kenapa dia berjalan kemari?”gerutu Jessica sambil mengalihkan tatapan matanya.
Begitu berdiri di dekat ketiganya, Rafael segera memberi Luke ucapan selamat. Keduanya berpelukan selama beberapa saat.
“Thank you”sahut Luke dengan wajah berbinar.
“Kalian disini juga rupanya”sapa Rafael basa-basi.
Jessica memasang wajah juteknya dan menatap ke arah yang lain pura-pura tak melihat Rafael. Ketika sang musisi yang sejak tadi memainkan piano untuk memeriahkan acara selesai memainkan pianonya, semua tamu undangan bertepuk tangan dengan sangat meriah.
“Prok..prok..prok”
Suara tepuk tangan membahana di lounge and bar dan di pool party di hotel itu.
“I heard from Amanda you’re good singer. Would you like to sing Jessica?”pinta Luke
Jessica yang tiba-tiba diminta menyanyi oleh Luke terlihat sangat kaget.
“No-no..i can’t sing”tolak Jessica sambil menggerakkan tangannya ke kanan dan kiri memberi isyarat dirinya tidak bisa menyanyi.
“Kakak kenapa bilang aku bisa nyanyi sih? Aku kan dah lama ga nyanyi”gerutu Jessica sambil menatap tajam ke arah Amanda yang sudah menjebaknya.
Amanda hanya tertawa kecil melihat ekspresi Jessica yang kaget dan tidak siap dengan permintaan Luke.
“Ayo lah.. Anggap aja itu hadiah ulangtahun untuk Luke”bujuk Amanda
“Tapi kak…”
“Come on Jess! Please! I beg you”pinta Luke dengan memohon
Jessica ingin sekali menolak permintaan Luke. Tetapi melihat Luke yang mengapitkan kedua tangannya memohon pada Jessica membuat gadis itu tidak tega menolak permintaan sang pemilik acara.
“Bagaimana ini?”gumam Jessica dalam hati
"Suara cempreng seperti itu bisa menyanyi? Bisa-bisa kau merusak gendang telinga orang-orang disini. Sebaiknya kau jangan memaksakan diri"ejek Rafael
__ADS_1
Jessica yang mendengar ucapan bernada mengejek dari Rafael, terlihat kaget dan langsung menoleh pada lelaki tampan yang selalu mencari gara-gara dengan dirinya.
“What? Kau bilang apa?”tanya Jessica memastikan dengan tatapan tajam.
Dengan ekspresi cueknya, Rafael menatap ke arah Jessica sambil mendekatkan wajahnya ke arah gadis itu.
“Kau dengar kan apa kataku?”tanya Rafael
Jessica yang tersulut emosinya mendengar ejekan Rafael tampak mengeratkan kedua tangannya dengan wajah menahan marah. Amanda yang sejak tadi melihat keduanya memilih melerai.
“Sudah..sudah..berhenti berdebat di sini!”pinta Amanda
Amanda menatap sepupunya itu.
“Kalo kamu ga mau..”
“Aku mau”jawab Jessica cepat.
“Aku akan tunjukkan kalo aku bisa menyanyi. Lihat saja lelaki sombong!”gerutu Jessica dalam hati.
“That’s great”puji Luke girang karena Jessica setuju menyanyi untuknya.
“But I just know Indonesian song. Is it okey, Luke?”tanya Jessica
“Suit yourself”jawab Luke
Jessica akhirnya setuju menyanyi untuk Luke. Jessica berjalan ke arah piano yang ada di salah satu sudut lounge and bar itu. Sebelumnya Jessica sempat sengaja menyenggol tubuh besar Rafael yang tadi sempat mengejeknya.
“Minggir kamu!”seru Jessica sambil menyenggol tubuh Rafael
“Berani sekali gadis itu”gumam Rafael dalam hati.
Jessica yang sudah duduk di depan piano merenggangkan jari-jari tangannya. Dia tampak menghela nafas pelan mengumpulkan keberaniannya.
Jessica akhirnya menyanyikan sebuah lagu dari Mahalini yang berjudul Sisa Rasa. Sebuah lagu galau yang saat ini sangat disukai Jessica karena isi lagu itu sangat relate dengan kisah cintanya dengan sang mantan kekasih, Arga Wisnutama.
Perlahan namun pasti, Jessica mulai menyanyi sambil memainkan piano di depannya. Jari-jari lentik Jessica seakan menari di atas tuts piano. Suara merdu Jessica berharmonisasi dengan sangat indah dengan lantunan suara piano yang mengiringi. Jessica juga membawakan lagu itu dengan penuh penghayatan.
Melihatmu bahagia, satu hal yang terindah
Anug'rah cinta yang pernah kupunya
Kau buatku percaya ketulusan cinta
Seakan kisah sempurna 'kan tiba
__ADS_1
Masih jelas teringat pelukanmu yang hangat
Seakan semua tak mungkin menghilang
Kini hanya kenangan yang telah kau tinggalkan
Tak tersisa lagi waktu bersama
Mengapa masih ada
Sisa rasa di dada
Di saat kau pergi begitu saja?
Mampukah ku bertahan
Tanpa hadirmu, sayang?
Tuhan, sampaikan rindu untuknya (rindu untuknya)
Masih jelas teringat (jelas teringat) pelukanmu yang hangat
Seakan semua tak mungkin menghilang (menghilang)
Kini hanya kenangan yang t'lah kau tinggalkan
Tak tersisa lagi waktu bersama (waktu bersama)
Mengapa masih ada
Sisa rasa di dada
Di saat kau pergi begitu saja? (Begitu saja)
Mampukah ku bertahan
Tanpa hadirmu, sayang?
Tuhan, sampaikan rindu untuknya
Oh, masih tersimpan
Setiap kenangan, ho-wo-wo-oh
Semua cinta yang kau beri
__ADS_1
Kau takkan terganti