
“Prok..prok..prokk”
Suara tepuk tangan yang sangat meriah mengiringi nyanyian Jessica yang sangat indah. Semua tamu tampak menikmati penampilan Jessica. Luke, Amanda dan Rafael juga ikut bertepuk tangan.
Jessica membungkukkan tubuhnya beberapa kali, bentuk penghargaan atas tepukan meriah dari pada tamu undangan. Sambil mengusap sisa airmata di pipinya, Jessica kembali ke tempatnya bersama Amanda.
Wajah cantik Jessica terlihat memerah karena menangis. Jessica menghela nafasnya perlahan mengatur detak jantungnya yang berkejaran karena terlalu terbawa suasana setelah menyanyikan lagu Mahalini.
“Wow..your voice is so amazing. You should be a singer Jessica”puji Luke
“Thank you”ucap Jessica
Amanda dan Luke akhirnya pergi menemui salah satu kolega mereka. Meninggalkan Jessica dan Rafael berdua saja. Suasana canggung sangat terasa di antara keduanya.
“Suaramu bagus juga rupanya”puji Rafael sambil meminum wine di tangannya namun matanya melirik ke arah Jessica.
“Terimakasih”ucap Jessica datar
Jessica mengambil gelas jus yang ditawarkan seorang pelayan. Selama beberapa saat Jessica dan Rafael berbincang ringan sambil menikmati penampilan para musisi yang mengisi acara ulangtahun Luke. Dari kejauhan, seorang wanita yang tadi bersama dengan Rafael tampak mengeratkan tangannya melihat keakraban Jessica dan Rafael. Wanita itu merasa cemburu melihat Rafael meninggalkan dirinya untuk bersama dengan Jessica.
Karena sangat cemburu, akhirnya wanita itu berjalan ke arah Rafael dan Jessica. Begitu sampai di meja Rafael dan Jessica, wanita itu langsung merangkul tangan Rafael dan menggelayut manja pada lelaki tampan itu.
__ADS_1
“Baby..what took you so long? I’ve been waiting for you”tanya wanita bernama Diane itu dengan suara manja
Jessica yang melihat kehadiran Diane, merasa tidak nyaman dan memilih pergi meninggalkan Rafael.
“Mereka malah mesra-mesraan disini. Aku berasa jadi obat nyamuk”gerutu Jessica sambil menghabiskan jus di tangannya.
Jessica menatap dua sejoli di depannya dengan jengah. Tak ingin berlama-lama menjadi pihak ketiga di antara Rafael dan Diane, Jessica akhirnya memilih pamit pulang.
“Aku pergi dulu”pamit Jessica
Tiba-tiba Rafael menahan lengan Jessica. Membuat gadis itu menoleh pada Rafael yang menatapnya dengan tatapan yang sangat serius.
“Kau mau kemana?”tanya Rafael
“Aku antar”sahut Rafael
“Sepertinya pasanganmu masih ingin disini. Aku bisa pulang sendiri. Tenang saja”jawab Jessica sambil melepaskan tangan Rafael yang memegang lengannya.
Jessica kemudian berpamitan pada Diane namun wanita itu malah melengos dan mengacuhkan Jessica. Jessica yang tak menghiraukan sikap Diane memilih pergi dari sana karena merasa tubuhnya sangat lelah.
Rafael yang tidak ingin Jessica pergi langsung menarik paksa tangan Diane yang melingkar di lengannya dan melepaskannya.
__ADS_1
“Let me go”pinta Rafael dengan wajah datar dan tatapan yang sangat dingin
“Baby..what’s wrong with you?”tanya Diane
“I’m tired. I want to go home”ucap Rafael dengan acuh
Rafael pun langsung berjalan menyusul Jessica.
“Raf..come here! Do you remember Mr. Axel?”
Di tengah perjalanan Rafael bertemu dengan Leon yang menarik tangannya untuk menyapa seorang kolega bisnis mereka. Rafael terpaksa mengikuti Leon sambil sesekali melirik ke arah Jessica karena tak ingin kehilangan jejak Jessica.
“Mr. Axel how are you?”tanya Rafael
Rafael berbincang sejenak dengan Mr. Axel dan Leon. Tetapi matanya sesekali memandang ke arah Jessica.
Tidak terima ditinggalkan begitu saja oleh Rafael, Diane langsung berjalan menyusul Jessica dan menghadang di depannya.
“What do you want?”tanya Jessica.
Karena terkena pengaruh alkohol, membuat Diane tidak bisa berpikir dengan jernih. Dengan sekuat tenaga, Diane mendorong tubuh Jessica hingga Jessica jatuh ke dalam kolam renang yang berada di sampingnya.
__ADS_1
“Byurrrrr”