
Kedua pasangan suami istri itu saling berpelukan di atas ranjang.
“Raf, bagaimana perasaanmu sekarang?”tanya Jessica sambil mendongakkan kepalanya menatap sang suami
Rafael menatap Jessica yang saat ini sedang mengkhawatirkan dirinya. Sungguh tabir besar keluarga Miller yang baru saja terungkap mengguncangkan semua orang. Terutama Rafael. Karena kini dirinya mengetahui jati dirinya yang sebenarnya. Bahwa dirinya memang anak kandung mommy Isabelle. Wanita baik yang terlanjur cinta mati pada Jason, daddy-nya hingga rela dimadu dan menjadi yang kedua dalam kehidupan lelaki itu.
Isabelle bahkan rela merawat Ramon yang notabene adalah anak hasil hubungan terlarang Jason dengan kekasihnya. Isabelle menyayangi Ramon selayaknya anak kandungnya sendiri dan mencurahkan kasih sayang yang melimpah pada anak itu. Isabelle bahkan meminta Rafael untuk selalu mengalah pada Ramon.
Kasih sayang Isabelle yang begitu besar pada Ramon, memunculkan kecurigaan pada hampir semua orang bahwa Rafael bukanlah anak kandung Isabelle dan Jason. Rumor yang berhembus jika salah satu anak laki-laki Isabelle dan Jason adalah anak haram hasil hubungan Jason dengan kekasihnya, justru semakin mengerucut pada Rafael. Anak lelaki yang selalu membuat onar dan masalah. Padahal yang sebenarnya terjadi semua itu adalah ulah dari Ramon yang tidak suka pada Rafael.
Masa lalu yang kelam sejak masa kanak-kanaknya membuat Rafael tumbuh menjadi sosok yang dingin dan datar. Rafael dewasa tumbuh menjadi anak yang cuek dan acuh pada keadaan sekitarnya.
Sejak mengetahui rumor dirinya adalah anak haram, sejak itulah Rafael selalu memanggil kakek dan neneknya dengan sebutan tuan besar dan nyonya besar. Begitu mommy-nya meninggal dan memiliki kesempatan keluar dari kediaman Miller, Rafael lebih memilih tinggal di apartemen ketimbang tinggal di kediaman Miller yang membawa sejuta kenangan pahit dalam ingatannya.
Pikiran Rafael kini melayang, kembali pada ingatan masa kecilnya. Dimana masa itu menjadi masa lalu yang tak ingin diingatnya.
“Huft”
Rafael menghela nafasnya perlahan.
“Entahlah sayang. Apa aku harus bahagia atau sedih setelah mengetahui kenyataan yang sebenarnya? Karena masa-masa itu tak mungkin bisa aku ubah. Meskipun aku tahu aku anak kandung mommy dan daddy. Tapi semua itu tak bisa mengubah masa kecilku yang hilang karena perlakuan tidak adil yang selama ini aku terima. Semua itu terlalu membekas dalam hatiku. Hingga aku tak mau mengingatnya lagi”ungkap Rafael
Jessica ikut sedih mendengar penuturan Rafael tentang masa lalunya.
“Maafkan semua yang sudah terjadi. Maafkan mommy dan daddy. Maafkan kak Ramon. Dan maafkan semuanya. Karena dengan memaafkan mereka yang sudah menyakiti kita, itu artinya kita mengijinkan luka di dalam hati kita untuk sembuh dengan lebih cepat. Memaafkan adalah bentuk kasih sayang dan itu berarti kita telah berdamai dengan diri kita sendiri untuk menjadi lebih baik lagi”ucap Jessica
Rafael tersenyum mendengar ucapan Jessica yang sangat bijak.
“Terimakasih sayang. Aku tak tahu bagaimana jika kau tak ada di sini bersamaku melewati semua ini”puji Rafael
“Aku akan selalu disampingmu. Kita akan bersama-sama melewati semua ini. Percayalah semuanya akan berlalu dan kau akan baik-baik saja”ucap Jessica
Perasaan Rafael perlahan menghangat setelah mendengar ucapan Jessica yang sudah menguatkan hatinya. Rafael semakin erat menggenggam tangan Jessica. Menggenggam kebahagiaan dalam hidupnya. Karena bagi Rafael kini, hanya Jessicalah kebahagiaan dalam hidupnya.
*
*
*
*
__ADS_1
Sejak kejadian di kantor dan di kediaman Miller, akhirnya Rafael dan Jessica memutuskan untuk tinggal sementara di kediaman Miller. Karena Rafael merasa Jessica akan lebih aman dan nyaman berada di kediaman Miller ditemani dengan si kembar dan neneknya.
Hari ini keduanya pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan keadaan Jessica. Test pack yang sebelumnya diberikan pada Rafael tidak jadi dipakai karena Jessica tidak yakin dengan hasil test pack. Jessica akan lebih yakin jika mendengar langsung dari dokter yang sudah memeriksa keadaannya.
Ditemani Rafael, Jessica pergi ke salah satu rumah sakit milik keluarga Miller. Sepanjang perjalanan, Jessica terus menggenggam tangan suaminya dengan perasaan yang tak karuan.
“Tenanglah!”pinta Rafael
“Aku takut”sahut Jessica
“Apa yang kau takutkan?”tanya Rafael
“Aku takut kalo aku tidak hamil”jawab Jessica dengan polosnya
Rafael tersenyum melihat ekspresi polos Jessica yang sangat menggemaskan di mata Rafael.
Rafael mencoba menghibur Jessica sambil membisikkan sesuatu di telinga Jessica.
“Tenanglah! Jika kau belum hamil, aku akan terus melakukannya sampai kau hamil”goda Rafael
Jessica yang mendengar godaan Rafael, tampak salah tingkah dan memukul lengan suaminya.
“Apaan sih Raf? Aku serius nih”gerutu Jessica
“Apa kau pikir aku bercanda?”goda Rafael lagi
“Kemarilah!”pinta Rafael
Rafael langsung menarik tubuh Jessica dan mengarahkan Jessica untuk bersandar di dadanya yang bidang untuk menenangkan istri kecilnya itu.
“Sudah jangan terlalu dipikirkan. Kita hanya memeriksakan keadaanmu. Terlepas kau sedang hamil atau tidak. Semua itu tidak menjadi masalah untukku. Yang terpenting bagiku, kau sehat. Itu sudah lebih dari cukup bagiku”ucap Rafael
Keduanya duduk sambil berpelukan dengan Jessica yang menyandarkan kedapalnya di dada bidang suaminya. Entah kenapa mendengar ucapan Rafael barusan, membuat Jessica lebih tenang.
Sesampainya di rumah sakit, dokter Billy sudah menyambut keduanya. Dokter Billy langsung mengantar keduanya menuju ruang periksa dokter Obgyn atau dokter spesialis kandungan yang berada di rumah sakit tersebut.
Rafael terlihat sangat cemas dengan hasil pemeriksaan kesehatan Jessica. Dokter mengarahkan Jessica berbaring di atas bed untuk diperiksa. Dokter mengoleskan sejenis gel di atas perut Jessica. Rafael yang terus mendampingi Jessica tampak sangat kuatir dan cemas.
Setelah dokter meletakkan alat transduser ke bagian dinding perut Jessica, dokter mengamati melalui layar monitor.
“Can you see it mam?”tanya dokter Elma pada Jessica
__ADS_1
Jessica mencoba melihat melalui layar monitor alat USG yang memperlihatkan gambaran dua lubang hitam dengan bagian lainnya berwarna abu-abu.
“All I can see is that two black hole”jawab Jessica
“Can you see it too Mr.?”tanya dokter Elma pada Rafael
“Yes. I can see that. But what’s that exactly?”tanya Rafael pada dokter
“Congratulation. Your wife is pregnant and she got twins”ucap Dokter Elma sambil tersenyum
Jessica dan Rafael saling bertatapan tak percaya.
“What you say doc? I’m pregnant. Really? Twins?”tanya Jessica tak percaya
“Yes mam. Congratulations”ucap dokter Elma
Butir-butir airmata tanpa sadar menetes dari ujung mata Rafael. Rasa bahagia yang memuncah dalam hatinya justru terbentuk dalam buliran airmata. Airmata bahagia saat mendengar Jessica sedang hamil dan ada dua bayi kembar dalam perut istrinya.
“Raf, kau dengar kata dokter?”tanya Jessica sambil melihat ke arah Rafael yang tampak mengusap airmatanya.
“Raf, kau menangis?”tanya Jessica
“I think your husband is really happy that’s why he’s crying like that”goda dokter Elma sambil merapikan kembali pakaian Jessica.
Jessica ikut terharu melihat sang suami yang menangis setelah mendengar berita bahagia dari dokter Elma.
“Kemarilah sayang!”pinta Jessica dengan kedua tangan terentang untuk suami tercintanya.
Rafael menghampiri Jessica dan memeluk tubuh istrinya setelah dokter selesai memeriksa Jessica. Jessica mengusap pelan punggung lelaki tampan yang sebentar lagi menjadi ayah bagi anak-anaknya.
“Selamat sayang. Kau akan menjadi daddy”puji Jessica di sela-sela menenangkan Rafael.
“Terimakasih sayang. Terimakasih untuk kebahagiaan yang kau berika ini. Aku sangat bahagia”ucap Rafael
Rafael melepaskan pelukannya dan mencium kening Jessica beberapa kali. Rafael tanpa malu menciumi Jessica di depan dokter dan perawat yang masih berada di ruang periksa dokter spesialis kandungan itu.
“Raf, hentikan!”pinta Jessica sambil menutup mata kala Rafael terus menciumi dirinya.
Seakan tak perduli dengan penolakan Jessica, Rafael terus mencium kening dan pipi Jessica berkali-kali saking bahagianya.
Rafael bahkan meletakkan kepalanya di atas perut Jessica yang masih rata.
__ADS_1
“Hello my babies. I’m your daddy. Stay strong and we will see you soon. I love you both”ucap Rafael seakan berbicara dengan bayi di dalam kandungan Jessica.