Fall For You

Fall For You
Berdebat


__ADS_3

Jessica berniat mengakhiri sarapannya. Jessica segera berdiri dari kursinya.


“Kau mau kemana?”tanya Rafael sambil menahan tangan Jessica.


“Kalian teruskan saja. Aku akan kembali ke kamar. Aku rasa aku masih jetlag”bohong Jessica menutupi kesedihan dalam hatinya


Hati istri mana yang takkan sedih jika melihat suaminya bermesraan dengan wanita lain. Apalagi itu semua dilakukan di depan matanya. Rasanya lebih sakit daripada disayat-sayat sembilu.


Di saat seperti itu, tiba-tiba Simon sudah bergabung lagi bersama mereka.


“Maaf. Aku lama. Ada telepon penting dari kantor”ucap Simon.


“Lho, kau mau pergi Jessica?”tanya Simon melihat piring makanan di meja Jessica sudah habis.


“Iya. Aku sudah kenyang. Aku mau istrirahat saja di kamar. Kalian teruskan saja! Aku pamit dulu!”pamit Jessica


“Siapa yang menyuruhmu kembali ke kamar? Duduk disini! Kau harus menemani aku dulu!”perintah Rafael dengan ekspresi marah


“Hei..jangan seperti itu pada wanita. Dia kan istrimu. Berusahalah lembut pada istrimu”ucap Simon sambil memegang pundak Rafael yang berusaha menghalangi istrinya kembali ke kamar.


“Jessica, nanti siang kita berenang di pantai. Bagaimana?”ajak Simon


“Aku..”


Jessica menatap suaminya yang seperti akan meledak. Daripada kena marah, akhirnya Jessica memilih menyanggupi permintaan Simon.


“Baiklah!”jawab Jessica


Akhirnya Jessica kembali ke kamar sendiri. Rafael memilih menghabiskan sarapannya sambil menyusun strategi berikutnya bersama pasangan suami yang kompak membantunya itu.


“Apa kita tidak keterlaluan? Aku lihat istrimu itu sangat lembut. Aku pikir dia wanita kuat dan pemberani seperti Celine. Tapi dari yang aku lihat dia justru mirip sekali dengan mommy Isabelle”ucap Jane


“Menurutmu begitu?”tanya Rafael


“Kita tumbuh bersama sejak kecil Tentu saja aku bisa tahu. Kau pasti melihat sosok mommy Isabelle pada diri istrimu itu, Iya kan? ”tebak Jane yang memang tumbuh bersama dengan cucu-cucu keluarga Miller karena Arthur dan kakek Jane adalah sahabat lama. Keluarga mereka sangat dekat seperti saudara sendiri.


“Raf, sebaiknya kita hentikan saja sampai di sini. Aku tak mau melukai perasaan istrimu itu. Apa kau tak lihat dia menahan dirinya untuk tidak marah padaku padahal jelas-jelas aku sudah menggodamu?  Jika aku jadi dia, aku pasti sudah menampar wanita lain yang berani mendekati suamiku”ucap Jane dengan berapi-api


“Jika dia memang cemburu, setidaknya aku harus melihatnya dengan jelas. Baru aku akan percaya jika dia memang cemburu padamu. Karena yang kulihat tadi, dia justru acuh dan tak peduli meskipun kau sudah menggodaku seperti tadi”jawab Rafael


Jane menghela nafasnya dengan kasar sambil menatap sang suami.


“Turuti saja kemauan dia. Biar dia puas”jawab Simon sambil merangkul sang istri

__ADS_1


Jane sebenarnya enggan melanjutkan sandiwara mereka karena merasa tak enak hati pada Jessica. Tetapi karena Rafael ingin melihat dengan jelas perasaan Jessica sebenarnya pada dirinya makanya dengan terpaksa Jane menuruti permintaan sahabatnya itu.


“Baiklah. Kita lanjutkan! Semoga kau segera mendapatkan jawaban dari pertanyaanmu itu. Aku tak mau semakin terjebak dalam sandiwara ini. Kasihan Jessica!”ucap Jane


Akhirnya ketiganya melanjutkan misi rahasia mereka. Kali ini mereka akan melancarkan aksi mereka ketika acara berenang nanti. Setelah memastikan rencana mereka bertiga, Rafael kembali ke kamar untuk melihat keadaan istri kecilnya.


Di dalam kamar,


Jessica yang sejak sarapan tadi sudah dibuat kesal dengan kelakuan Rafael dan Jane, terus berusaha menenangkan diri.


“Drt..drt..”


Jessica menatap layar hp nya. Anna tampak menghubungi kakak iparnya itu. Jessica segera menerima panggilan telepon Anna.


“Halo”


“Kakak ipar, bagaimana honeymoon kalian? Apa aku akan segera menjadi aunty?”goda Anna


Jessica tersenyum mendengar pertanyaan Anna yang memang terkenal ceplas-ceplos dan apa adanya.


“Memang sehari bisa langsung jadi baby nya?”sahut Jessica dengan terkekeh


Keduanya bercanda berdua. Jessica senang karena kehadiran Anna bisa sedikit membantunya melupakan kekesalan pada suaminya.


“Jane? Kak Jane maksud kakak?”


“Iya”


“Tentu saja aku kenal. Keluarga kak Jane dan keluarga kami sangat dekat. Kebetulan kakek kak Jane dan kakek Arthur bersahabat lama. Memangnya kenapa kak?”tanya Anna


“Kami bertemu di sini”


“Oh ya? Kak Jane dan kak Simon di Maldives? Wah, mereka berdua selalu saja membuat aku iri”


“Memang kenapa?”tanya Jessica penasaran


“Kak Simon dan Kak Jane selalu saja romantis. Setiap ada waktu, mereka pasti menyempatkan berlibur. Rupanya kali ini mereka berlibur ke Maldives”


“Anna, apa Rafael dan Jane..dulu sepasang kekasih?”tanya Jessica takut-takut


“What? Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja tidak. Tak mungkin kak Jane dan kak Rafael pacaran”sahut Anna


“Tapi tadi mereka selalu membahas masa lalu mereka. Mereka juga sangat dekat. Aku pikir mereka dulu sepasang kekasih”ungkap Jessica

__ADS_1


“Kak Jane dan kak Rafael pacaran? Tidak mungkin. Kakak salah dengar pasti”


“Aku beneran dengar mereka membahas masa lalu mereka”


Keduanya malah saling beradu argumen tentang kemungkinan Jane dan Rafael yang pernah menjalin hubungan dekat satu sama lain. Anna bersikeras Rafael dan Jane hanya bersahabat. Tapi Jessica bersikukuh jika yang didengarnya tadi benar adanya. Jika Rafael dan Jane pernah menjadi sepasang kekasih. Lelah berdebat dengan kakak iparnya, Anna mengakhiri pembicaraan mereka. Akhirnya Jessica menutup panggilan telepon Anna setelah keduanya saling berpamitan.


“Aku yakin mereka tadi membahas saat-saat mereka berpacaran dulu”gumam Jessica dalam hati


Hati Jessica semakin kesal saja setelah berbicara dengan Anna. Kecurigaannya jika Rafael suaminya dan Jane adalah sepasang kekasih membuat mood Jessica benar-benar buruk.


Jessica memilih duduk di kursi yang berada di balkon kamarnya sambil menikmati pemandangan indah yang terhampar di depannya. Pemandangan air laut yang bening dan jernih perlahan dapat menenangkan hati Jessica yang bergejolak sejak tadi. Apalagi angin pagi ini berhembus tidak terlalu kencang, membuat Jessica perlahan mulai merasakan kantuk menyerangnya. Akhirnya Jessica tertidur dengan pulasnya.


Rafael yang memasuki kamar, mengedarkan tatapan matanya menyisir setiap sudut ruangan mencari istrinya.


“Dimana gadis itu?”tanya Rafael dalam hati


Rafael berjalan mencari Jessica dari satu ruangan ke ruangan yang lain. Tetapi hasilnya nihil. Begitu ke balkon kamar hotel, dilihatnya sang istri yang tertidur di kursi. Rafael menarik sudut bibirnya setelah berhasil menemukan istri kecilnya. Rafael duduk berjongkok di depan Jessica.


Rafael hendak merapikan anak rambut yang menutupi wajah cantik Jessica, namun tiba-tiba Jessica terbangun dari tidurnya. Rafael spontan langsung berdiri dari posisinya semula.


“Masih pagi sudah tidur. Apa kau itu putri tidur? Suka sekali tidur”keluh Rafael sambil membalik tubuhnya takut ketahuan Jessica.


“Memang salah jika aku tertidur. Semalam gara-gara kamu, aku…”


Jessica tak jadi melanjutkan kata-katanya. Nyatanya dirinya semalam sempat bergadang menunggu sang suami kembali. Makanya pagi ini dirinya masih mengantuk dan tertidur lagi.


“Aku? Memang kenapa? Bukannya kau bilang tak peduli apapun yang aku lakukan?”tanya Rafael


Jessica memilih diam tak menanggapi kemarahan Rafael. Jessica justru berjalan masuk ke dalam kamar. Rafael langsung menyusul dan menarik pergelangan tangan Jessica.


“Kau mau pergi ke mana?”tanya Rafael


Jessica mengibaskan pegangan Rafael di tangannya.


“Kau ingat kan, Simon mengajak kita berenang. Pergilah bersiap-siap!”ajak Rafael


Jessica menatap tajam sang suami lalu berjalan ke arah lemarinya. Diambilnya bikini two pieces miliknya. Lama Jessica berpikir di sana.


“Apa aku kenakan sekarang? Tapi ada Simon dan Jane. Apa aku berani memakainya di sana nanti?”gumam Jessica dalam hati


Jessica memang membawa bikini two pieces tetapi niatnya adalah untuk berenang bersama sang suami. Tanpa ada oranglain. Karena jujur saja, Jessica malu jika harus mengenakannya di depan oranglain. Jessica tidak terbiasa memamerkan lekuk tubuhnya di depan orang yang tidak dikenalnya. Meskipun tubuh Jessica terbilang seksi dan proporsional. Tetapi Jessica memang tidak terbiasa menggunakan bikini two pieces yang akan memamerkan tubuh seksinya.


“Ayo cepatlah! Kenapa lama sekali?”seru Rafael tidak sabaran

__ADS_1


__ADS_2