
“Baiklah! Nenek tidak akan mencampuri urusanmu! Tapi setidaknya kembalilah! Perusahaan kita membutuhkanmu!”pinta Elizabeth sambil menggenggam tangan Rafael.
Rafael tampak enggan menatap neneknya.
“Selama kakek tua itu tak meminta maaf padaku, aku tetap tak akan kembali”ancam Rafael.
Luka masa lalunya membuat Rafael begitu keras pada kakeknya sendiri.
“Kau tahu kan kakekmu seperti apa? Apa tidak bisa nenek saja yang menggantikan kakekmu minta maaf?”tanya Elizabeth
Rafael menggelengkan kepalanya.
“Kalian berdua itu sama saja. Sama-sama keras kepala”keluh Elizabeth
Sungguh suami dan cucu lelakinya itu memiliki sifat yang sama yaitu sama-sama keras kepala. Tak ada satupun dari keduanya yang mau mengalah.
“Oya, sebentar lagi Ramon ulangtahun. Datanglah ke rumah sakit! Kau mau kan merayakan ulangtahunnya bersama kami?”tanya Elizabeth
Rafael tampak berpikir sejenak.
“Aku pikir-pikir dulu”jawab Rafael
“Baiklah! Kabari nenek jika kau sudah memutuskan!”pinta Elizabeth
“Aku mengerti”jawab Rafael
Elizabeth pun beranjak dari duduknya. Rafael dan Elizabeth berjalan menuju pintu keluar.
“Aku tak bisa mengantar nyonya besar. Jangan lupa tutup pintunya!”perintah Rafael pada neneknya.
“Dasar anak kurang ajar! Beraninya kau memerintah nenekmu sendiri!”keluh Elizabeth
“Hati-hati”teriak Rafael yang sudah berlalu dan berjalan menuju kamarnya untuk melihat keadaan Jessica.
Sementara itu Jessica yang berada di kamar mandi, terus mengoceh tak karuan. Karena berada di kamar mandi dengan kondisinya sekarang, membuat dirinya kedinginan.
“Dia benar-benar cowok ga peka. Bisa-bisanya dia menyuruh aku bersembunyi disini. Mana dingin banget lagi disini”keluh Jessica sambil mendekap tubuhnya yang kedinginan.
__ADS_1
Rafael yang sudah sampai di kamarnya, segera membuka pintu kamar mandi. Dilihatnya Jessica yang masih terduduk di closet kamar mandi. Jessica berdiri dari posisinya begitu melihat Rafael. Jessica dengan wajah kesalnya menatap tajam ke arah lelaki tampan yang berdiri di depan pintu.
“Minggir kamu!”perintah Jessica dengan kesal.
“Bisa-bisanya kau menyuruhku bersembunyi di kamar mandi begitu lama. Apa kau tak tahu di dalam sana sangat dingin”keluh Jessica lagi.
“Maaf. Aku juga sudah berusaha”ucap Rafael.
Jessica meraih pakaiannya yang tergeletak di lantai.
“Raf..nenek lupa bilang padamu”teriak Elizabeth dari luar kamar Rafael
Jessica dan Rafael langsung kebingungan mendengar suara Elizabeth yang ternyata belum pergi dari apartemen Rafael.
“Cepat kau sembunyi!”pinta Rafael sambil menyuruh Jessica bersembunyi di balik selimut.
Saking kagetnya, Jessica bahkan melupakan pakaiannya yang tadi sempat dipegangnya.
“Raf..”panggil Elizabeth sambil masuk ke dalam kamar Rafael.
“Aku pikir nyonya besar sudah pulang. Ada apa lagi?”teriak Rafael kaget
“Kau kenapa? Teriak seperti itu”tanya Elizabeth
“Aku hanya kaget saja”kelit Rafael.
“Tadi nenek mau bicara apa?”tanya Elizabeth pada Rafael karena lupa akan bicara apa pada cucunya itu.
“Nyonya besar, kau sudah mulai pikun rupanya”sindir Rafael
“Ah..nenek ingat. Ajak pacarmu itu sekalian!”ajak Elizabeth
“Kemana?”tanya Rafael
“Kemana lagi? Ya ke rumah sakit. Ke acara ulangtahun Ramon”ucap Elizabeth
“Aku pikir-pikir dulu”jawab Rafael
__ADS_1
“Kenapa? Apa kalian sudah putus?”tebak Elizabeth
Saat sedang asyik berbicara dengan sang cucu, Elizabeth melihat ada telapak kaki manusia di balik tumpukan selimut. Elizabeth yang penasaran segera mendekati ranjang dan menyibak selimut.
“Tunggu!”teriak Rafael
Elizabeth keburu menyibak selimut di ranjang dan memperlihatkan Jessica yang berbalut selimut yang lain.
“Kau disini juga rupanya”ucap Elizabeth sambil tersenyum.
Jessica yang ketahuan, akhirnya bangkit dari ranjang dan berdiri di samping ranjang.
“Selamat pagi Jessica”sapa Elizabeth
“Se-selamat pagi nenek”sahut Jessica sambil menghampiri Elizabeth dan mencium punggung tangannya.
Elizabeth sangat tersentuh dengan kesopanan Jessica. Meskipun keadaan Jessica yang tak bisa dibilang biasa. Hanya berbalut selimut.
“Kalian bersenang-senang ya semalam?”tanya Elizabeth
“I-ini bukan seperti yang nenek pikirkan. Kami tidak melakukan apa-apa. Kami..kami..hanya…”
Jessica bingung menjelaskan pada Elizabeth. Karena melihat keadaan dirinya yang seperti itu, kenyataan dirinya bermalam di apartemen Rafael dan dalam keadaan setengah te*anjang hanya berbalut selimut untuk membungkus tubuhnya.
Rafael yang tidak tega melihat Jessica yang kebingungan langsung berdiri di depan gadis cantik itu.
“Kalo nenek sudah tahu, sebaiknya pergilah sekarang! Kami masih banyak pekerjaan!”ucap Rafael
“Baiklah nenek tidak akan mengganggu kalian”ucap Elizabeth sambil tersenyum
“Senang bertemu denganmu Jessica”
“Senang juga bertemu dengan Anda nenek Eliz”sahut Jessica
Rafael segera mengajak sang nenek keluar dari kamarnya.
“Apa sekarang kau sudah siap memberi nenek cicit?”goda Elizabeth
__ADS_1
“Cicit apaan? Sudahlah nenek pulang saja!”pinta Rafael kesal