Fall For You

Fall For You
Seperti Bumi dan Langit


__ADS_3

“Kak Celine?”gumam Ara dalam hati


Ara menatap seseorang yang duduk di café tak jauh dari dirinya. Seorang wanita cantik yang sedang berbincang hangat dengan seseorang. Ara yang penasaran bahkan hendak menghampiri sosok yang dikenalnya sebagai Celine, mantan kekasih Rafael sekaligus cinta pertama Rafael, sang kakak.


Namun belum sampai dua langkah berjalan, tangannya ditarik seseorang. Membuat Ara mau tidak mau menoleh ke belakang. Ke arah seseorang yang berada di belakangnya.


“Kau mau kemana Ara?”tanya Anna pada saudara kembarnya itu


Ara tampak menoleh ke arah wanita yang diyakini sebagai Celine lalu kembali menatap Anna.


“Kau melihat siapa?”tanya Anna yang penasaran dengan seseorang yang berhasil menarik perhatian Ara, saudara kembarnya.


“Ah..bukan siapa-siapa. Ayo kita pulang!”ajak Ara sambil menarik tangan Anna supaya menjauh.


“Ayo kakak ipar! Kita pulang sekarang!”ajak Ara sambil menggandeng Jessica dan Anna di tangan kanan dan kirinya.


“Mereka tidak boleh bertemu”gumam Ara dalam hati mencoba menyingkirkan Jessica supaya tidak bertemu dengan Celine.


Ketiganya akhirnya pulang kembali ke Paris menaiki helicopter keluarga Miller.


Sepanjang perjalanan pulang, Ara tampak lebih pendiam. Seperti ada sesuatu yang mengusik pikirannya.


“Kenapa mereka bertemu di sana? Apa yang mereka lakukan di sana?”gumam Ara dalam hati


Ara sebenarnya begitu penasaran dengan sosok yang dilihatnya. Karena selain Celine, ada sosok lelaki yang adalah kakak lelakinya yang juga ikut duduk bersama Celine.


Ara begitu penasaran hingga ingin menghampiri keduanya. Namun usaha itu gagal karena ketahuan saudara kembarnya, Anna.


Jessica yang sejak tadi memperhatikan Ara, tampak penasaran dengan perubahan sikap saudara iparnya itu. Meskipun pendiam namun Jessica dapat melihat dengan jelas, sikap Ara jauh berubah sejak kejadian di mall tadi. Jessica meletakkan tangannya di atas tangan Ara. Membuat Ara spontan menoleh pada kakak iparnya yang terlihat mengulas senyum padanya.


“Apa yang sedang kau pikirkan? Kakak lihat kau jadi lebih pendiam setelah dari mall tadi?”tanya Jessica


Jujur Ara sedikit kaget melihat Jessica yang dapat memperhatikan perubahan sikapnya. Karena biasanya orang-orang disekelilingnya jarang yang bisa mengetahui perubahan sikapnya. Terbukti sekarang, Anna bahkan dengan santainya tertidur di dalam helicopter menuju ke Paris.


“Tidak! Aku tidak memikirkan apa-apa. Kenapa kakak bertanya seperti itu?”kelit Ara


Jessica tersenyum sambil menggenggam tangan Ara.


“Walaupun mungkin kita belum lama kenal, tetapi aku cukup sensitif dan paham dengan tipe orang yang dingin dan datar seperti kamu dan kakakmu itu. Bisa dibilang aku cukup pengalaman berhubungan dengan orang-orang seperti kalian”goda Jessica


“Aku lihat sejak keluar dari mall tadi kamu jadi berubah. Apa ada yang mengusik pikiranmu?”tanya Jessica


“Tidak ada”jawab Ara singkat


“Syukurlah kalo tidak ada. Jika kau butuh teman untuk bicara, aku siap mendengarkan semua ceritamu. Aku pendengar yang baik lho”ucap Jessica


“Terimakasih kak”sahut Ara sambil tersenyum tipis


Jessica menganggukkan kepalanya dan menghadap ke depan.


“Maaf kak”gumam Ara dalam hati sambil melirik ke arah Jessica.


“Lihat dia! Anna memang sangat menggemaskan! Dia terlihat begitu damai dalam tidurnya”puji Jessica sambil melihat Anna yang tertidur dengan pulas.


“Benar sekali. Begitulah dia kak. Seolah tak memiliki masalah dalam hidup. Membuatku iri”sahut Ara

__ADS_1


Jessica menoleh ke arah Ara.


“Kalian kan kembar, apa yang membuatmu iri? Bukankah apa yang dia punya kau juga memilikinya?”tanya Jessica


“Kakak lihat sendiri kan, kehidupan kami jauh berbeda. Meskipun kami kembar, kami seperti bumi dan langit. Dia gadis yang ceria dengan begitu banyak teman di sekitarnya. Dia bisa tertawa lepas seolah tak menanggung beban hidup apapun”jawab Ara


“Kau juga bisa seperti Anna. Asal kau mau merubah sedikit kepribadianmu yang tertutup itu. Asalkan kau mengijinkan orang lain melihat dirimu apa adanya, aku yakin mereka akan menyukaimu seperti pada Anna”ucap Jessica


“Apa kau juga memendam lukamu seperti kakakmu Rafael?”tanya Jessica pelan-pelan takut menyinggung perasaan Ara


Ara menghela nafasnya perlahan. Pikirannya melanglang buana mencoba menelisik kembali masa lalunya.


“Nyatanya hidup bergelimang harta tidak menjamin kebahagiaan seseorang, benar kan kak?”tanya Ara


“Aku pernah membaca sebuah buku yang bagus. Disitu tertulis, jatuh cinta pada dirimu adalah rahasia pertama menuju kebahagiaan. Jadi kamu harus mencintai dirimu sendiri. Love yourself. Baru kamu bisa mencintai oranglain dan oranglain akan mencintaimu”ucap Jessica bijak


“Kak Rafael beruntung mendapatkan kakak”puji Ara sambil menggenggam tangan Jessica


“Aku akan melindungimu kak”gumam Ara dalam hati sambil menatap Jessica yang tersenyum padanya.


****


Sesampainya di Paris, Ara langsung pamit pada Jessica dan Anna.


“Kau mau pergi kemana? Aku ikut”rajuk Anna


“Tak usah ikut. Aku masih ada perlu. Aku pergi sekarang”pamit Ara


Ara pun pergi sambil ditemani beberapa pengawal. Anna menggerutu melihat saudara kembarnya meninggalkannya sendiri.


Wajah Anna langsung sumringah begitu mendengar ajakan Jessica.


“Kita mau kemana kak?”tanya Anna dengan penuh semangat


Jessica hanya diam dan tersenyum.


“Nanti kamu juga tahu”ucap Jessica penuh teka teki


Anna yang penasaran akhirnya menurut saja diajak Jessica. Sepanjang perjalanan Anna terus mengoceh tak karuan. Bertemu dengan seseorang yang sefrekuensi memang membuat Anna dan Jessica sangat mudah akrab. Karena keduanya memiliki banyak persamaaan.


Sesampainya di tempat yang mereka tuju, senyum indah Anna perlahan menghilang.


“Kenapa kita kemari kak?”tanya Anna begitu melihat mereka ternyata berada di gedung apartemen Rafael.


Apartemen yang menjadi tempat tinggal pasangan pengantin baru itu. Anna mengira Jessica akan mengajaknya ke tempat yang menyenangkan seperti club malam, bar atau lounge. Tempat-tempat yang belum pernah sekalipun dikunjungi dirinya karena penjagaan ketat dari sang kakek yang sangat overprotektif pada cucu-cucu perempuannya.


Jessica yang melihat ekspresi kekecewaan di wajah Anna, langsung merangkul gadis cantik itu.


“Bantu aku merapikan apartemen kami ya?”ajak Jessica


“Kenapa harus aku?”tanya Anna sambil cemberut


“Aku ingin merapikan barang-barang lama Rafael. Tapi aku takut jika sampai salah, membuang barang-barang yang mungkin memiliki kenangan indah. Dengan ibu mertua misalnya. Kamu maukan membantu kakak?”pinta Jessica dengan wajah memelas


Anna yang melihat wajah memelas Jessica akhirnya tidak tega.

__ADS_1


“Baiklah”jawab Anna


Jawaban Anna membuat Jessica sangat bahagia. Jessica spontan memeluk adik iparnya itu.


“Ah..terimakasih Anna. Kau memang adik iparku yang paling baik”puji Jessica


Keduanya pun segera masuk ke dalam apartemen sambil bergandengan tangan.


Tampak beberapa pengawal berjaga di luar apartemen mewah milik keluarga Miller tersebut. Penjagaan yang sangat ketat, diberikan untuk memberikan kenyamanan pada pasangan pengantin yang memilih tinggal di apartemen tersebut ketimbang di kediaman keluarga Miller.


Sampai di dalam unit apartemennya, Jessica segera mengetikkan nomor sandi pintu apartemennya. Anna menatap Jessica dengan kening berkerut melihat deretan angka yang tadi diketikkan oleh Jessica.


“Nomor-nomor itu? Kenapa kakak masih memakainya?”gumam Anna dalam hati


Begitu pintu apartemen terbuka, Jessica segera mempersilahkan Anna masuk.


“Ayo masuk!”ajak Jessica


Anna tersenyum lalu mengikuti Jessica memasuki apartemen mewah milik kakak lelakinya itu.


Anna tampak mengamati sekeliling apartemen itu. Ada perasaan lega dalam hatinya melihat foto-foto kedua pasangan pengantin itu terpajang di dinding dan di atas rak.


“Semua ini ide siapa kak? Kakak ya?”tanya Anna sambil menunjuk deretan foto pengantin baru itu yang terbingkai dalam pigura besar dan kecil.


“Oh..itu. Semua itu ide Rafael. Terlalu rame kan? Aku sudah bilang padanya, untuk menaruh fotonya sedikit saja. Tapi dia ngotot meletakkan foto-foto itu. Dia sangat menyukai foto-foto itu. Jadi, aku menurut saja”jawab Jessica


“Itu tandanya kak Rafael sangat mencintai kakak”puji Anna


“Menurutmu begitu?”tanya Jessica dengan raut wajah bahagia


“Tentu saja”jawab Anna


“Kak Rafael itu dulu paling anti memajang foto. Kecuali fotonya sendiri tentunya. Maksudku foto dengan keluarga atau foto dengan mantan pacarnya”ucap Anna


“Benarkah?”tanya Jessica penasaran


“Sebelum ada foto-foto itu, kakak pernah melihat foto selain foto kak Rafael?”tanya Anna


Jessica tampak berpikir sejenak. Mencoba mengingat kembali kenangannya di apartemen itu saat awal kedekatannya dengan Rafael.


“Sepertinya tidak pernah”jawab Jessica


“Karena memang tidak ada”sahut Anna


“Kakak mengajakku kemari tadi untuk merapikan apa?”tanya Anna


Jessica teringat tujuan awalnya mengajak Anna.


“Aku ingin merapikan barang-barang lama Rafael di ruang kerjanya. Aku sudah minta ijin padanya. Dan dia sudah mengijinkan aku membuang barang yang sekiranya sudah tidak terpakai. Yuk kita ke sana sekarang?”ajak Jessica


Anna menganggukkan kepalanya. Anna mengikuti Jessica menuju ruang kerja sang kakak. Di dalam ruang kerja yang lumayan besar itu terdapat beberapa buku besar dan buku kecil yang tertata dengan rapi.


“Kita mulai sekarang?”tanya Jessica


“Ayo kak!”sahut Anna

__ADS_1


Keduanya pun langsung membersihkan ruang kerja yang jarang dipakai Rafael sejak sibuk bekerja di kantor perusahaan Miller.


__ADS_2