Fall For You

Fall For You
Menjaga Gadis Keras Kepala


__ADS_3

Meskipun kesal dengan kelakuan Jessica yang menolak pergi ke rumah sakit namun Rafael tetap bertahan di apartemen Amanda untuk menemani Jessica. Gadis yang sedang sakit itu dalam waktu yang singkat, langsung tertidur dengan pulas.


Rafael duduk di samping gadis cantik yang sedang sakit itu. Ditatapnya dengan lembut.


“Dasar keras kepala! Menyusahkan saja!”gerutu Rafael sambil menatap Jessica yang terlelap.


Rafael menelpon seseorang. Mereka berbincang selama beberapa saat. Setelah itu, Rafael menutup sambungan teleponnya. Rafael kembali duduk di samping Jessica.


Melihat Jessica yang kedinginan, Rafael pun mengambilkan sebuah selimut dari sebuah kamar. Rafael meletakkan selimut itu untuk menghangatkan tubuh Jessica.


Rafael terus menemani Jessica sambil menunggu orang yang ditelponnya tadi. Melihat Jessica yang terlihat tidak nyaman tidur di kursi sofa, akhirnya Rafael memindahkan Jessica ke sebuah kamar yang ternyata memang kamar Jessica selama menginap di apartemen Amanda.


Rafael membopong tubuh mungil Jessica dan diletakkannya di atas ranjang. Karena sedang sakit, Jessica sama sekali tidak terbangun meskipun sudah dibopong Rafael ke dalam kamar. Rafael dengan telaten meletakkan selimut di atas tubuh Jessica. Rafael memilih duduk di tepi ranjang sambil memandangi wajah cantik Jessica yang terlihat pucat.


“Kenapa kau begitu keras kepala? Membuatku kuatir saja”gumam Rafael dalam hati.


Rafael menemani Jessica dan beberapa saat kemudian dokter yang dipanggil Rafael pun datang. Rafael sengaja meminta dokter keluarganya untuk memeriksa keadaan Jessica. Rafael juga ikut menemani selama dokter keluarga memeriksa Jessica.


“Bagaimana keadaannya dok?”tanya Rafael begitu dokter selesai memeriksa keadaan Jessica.


Dokter Sam hanya tersenyum dan merapikan peralatannya.


“Dia hanya demam. Aku beri beberapa obat. Kau berikan pada gadis itu begitu dia sudah bangun”ucap dokter Sam sambil berjalan keluar kamar ditemani Rafael.


“Sakitnya tidak parah kan? Kau yakin?”tanya Rafael memastikan


Dokter Sam tersenyum lebar melihat tuan mudanya begitu mengkhawatirkan seorang gadis cantik yang kini sedang terbaring sakit.


“Tenanglah! Dia akan baik-baik saja. Percayalah padaku!”ucap dokter yang sudah mengabdi lama pada keluarga Rafael.

__ADS_1


“Baiklah! Aku percaya padamu!”ucap Rafael.


Rafael menutup pintu kamar Jessica dengan perlahan dan mengantar dokter Sam keluar dari apartemen.


“Oya dok, tolong kau rahasiakan ini dari keluargaku. Terutama kakek tua dan nyonya besar. Aku sedang tidak berminat menjawab pertanyaan dari mereka berdua. Kau bisa kan?”pinta Rafael.


“Baiklah! Jika itu maumu. Aku permisi dulu”pamit dokter Sam.


Dokter Sam pun pulang dan meninggalkan Rafael berdua saja dengan Jessica.


Rafael kembali masuk ke dalam apartemen dan hendak berjalan menuju kamar Jessica. Tiba-tiba hp Rafael berbunyi.


“Drt..drt..drt”


Dilihatnya nama Amanda yang menelpon.


“Kau dimana sekarang?”tanya Amanda


“Aku di apartemenmu. Aku hanya mampir sebentar”jawab Rafael.


“Sudah kuduga”gumam Amanda dalam hati


“Bagaimana keadaan Jessica? Apa dia masih sakit?”tanya Amanda


“Dokter keluargaku sudah memeriksanya. Dia hanya demam. Setelah istirahat dan minum obat, dia akan sembuh”jawab Rafael.


“Kau memanggil dokter keluargamu?”tanya Amanda penasaran


“Kebetulan tempat prakteknya di sekitar sini. Jadi aku minta tolong dia supaya datang sebentar”kelit Rafael

__ADS_1


“Bagaimana kerjaanmu di London?”tanya Rafael.


“Aku terjebak hujan. Disini sedang badai. Aku khawatir aku tidak bisa pulang hari ini. Beberapa penerbangan dan jadwal kereta juga dibatalkan karena badai”jawab Amanda


“Raf, apa bisa aku minta tolong padamu?”tanya Amanda


“Minta tolong apa?”tanya Rafael


“Jaga Jessica sebentar saja, sementara aku hubungi Leon. Nanti jika Leon sudah datang, kau bisa pulang. Tapi sebelum Leon datang, bisa kan kau jaga Jessica? Kasihan dia, kondisinya sedang sakit. Sementara aku, keluarganya tak bisa menemani dia”ucap Amanda.


“Tenanglah! Aku sedang free hari ini. Aku akan menjaga sepupumu itu. Kau tak perlu menghubungi Leon karena aku sudah memberinya pekerjaan hari ini. Jika nanti gadis ceroboh itu sudah mendingan, aku akan pulang”jawab Rafael.


“Syukurlah! Terimakasih Raf”ucap Amanda lega.


“Raf?”


“Apa lagi?”tanya Rafael


“Ingat kata-katamu dulu. Jangan macam-macam dengan sepupuku! Aku akan menuntutmu jika sampai kau melakukan hal-hal yang tidak baik pada Jessica. Kau mengerti?”ancam Amanda dengan penekanan di tiap kata-katanya.


“Iya-iya..aku tahu. Kau tak perlu kuatir. Sudah berapa kali kubilang, dia bukan tipeku. Kau tahu sendiri kan gadis seperti apa yang aku sukai. Mana mungkin aku menyentuh sepupumu yang keras kepala itu”ucap Rafael mencoba meyakinkan Amanda


“Kita lihat saja sampai kapan kau bisa memegang kata-katamu”gumam Amanda dalam hati.


Setelah merasa yakin dengan Rafael akhirnya Amanda mengakhiri pembicaraannya dengan Rafael.


“Kau memang pembohong”puji Rafael dalam hati


Rafael kembali ke dalam kamar Jessica dan menemani gadis itu. Hingga akhirnya Rafael ikut tertidur di kursi sofa di kamar Jessica.

__ADS_1


__ADS_2