Fall For You

Fall For You
Demi Kemanusiaan


__ADS_3

Dasar Rafael memang keras kepala, malah langsung memeluk tubuh Jessica. Jessica membelalakkan matanya dan mencoba melepaskan diri begitu menyadari Rafael memeluknya.


“Lepaskan aku!”pinta Jessica sambil mendorong tubuh Rafael


Namun usaha Jessica sia-sia karena tubuh besar dan kekar Rafael lebih kuat dari tubuhnya yang terbilang lebih mungil.


“Diamlah! Kau bisa sakit. Kalo kau sakit Amanda harus mengeluarkan uang untuk ke rumah sakit”ucap Rafael sambil terus memeluk tubuh Jessica


Kontak fisik keduanya sebenarnya membuat Jessica tidak nyaman. Namun kehangatan yang diberikan Rafael perlahan membuat tubuhnya tak lagi kedinginan.


“Jangan berpikiran macam-macam! Sudah kubilang kau bukan tipeku. Aku melakukan ini hanya demi kemanusiaan”ucap Rafael sambil menatap Jessica yang berada dalam pelukannya.


“Iya..iya..aku tahu”jawab Jessica sambil mengerucutkan bibirnya


Keduanya berpelukan selama beberapa saat sampai tubuh mereka saling berbagi kehangatan. Rafael menarik salah satu sudut bibirnya saat memeluk tubuh mungil Jessica yang menggigil kedinginan. Jessica juga merasakan ada yang aneh dengan hatinya kala Rafael memeluk tubuhnya dengan erat. Tak bisa dipungkiri keduanya merasakan sesuatu yang berbeda dalam hati masing-masing.


Setelah beberapa saat, Rafael melepaskan dekapannya di tubuh Jessica. Rafael mulai mengenakan kaosnya kembali. Hujan pun perlahan mulai reda. Karena hari sudah beranjak malam, dan keduanya juga masih basah, Rafael mengajak Jessica pergi ke suatu tempat.


“Kita harus berganti pakaian dulu jika kita tak mau sakit”ajak Rafael


“Kau mau mengajakku kemana?”tanya Jessica begitu menyadari arah jalanan yang tidak familiar dilaluinya.


“Kita ke apartemenku sebentar”ajak Rafael sambil mengendarai motornya.


“Ngapain kita kesana? Antar aku pulang saja!”pinta Jessica

__ADS_1


“Tenanglah! Apartemenku sudah dekat. Kita berganti pakaian baru setelah itu aku antar kau pulang”ucap Rafael lagi


Keduanya sampai di sebuah gedung megah di pusat kota. Rafael langsung memarkirkan motornya di bagian basement gedung.


Keduanya memasuki gedung berdua dengan Jessica yang mengikuti langkah Rafael yang berjalan di depannya.


“Bonne nuit Monsieur ( Selamat Malam Tuan)!” sapa seorang sekuriti gedung apartemen Rafael


“Bonne nuit à toi aussi (Selamat Malam juga)!”sahut Rafael


Penjaga keamanan itu menatap Jessica sambil tersenyum. Jessica pun balas tersenyum.


“Mereka ngomongin apa sih? Ga ngerti”gumam Jessica dalam hati mendengar Rafael yang berbincang dengan bahasa Perancis.


“c'est mon petit ami (Dia pacarku)!”ucap Rafael


“Nous allons d'abord (Kami pergi dulu)!”ucap Rafael sambil menepuk bahu sang penjaga keamanan.


“S'il vous plait, Monsieur. Passez une bonne journée (Silahkan tuan! Semoga harimu menyenangkan)”ucap sang penjaga keamanan


Selama percakapan itu, Jessica hanya diam karena dirinya memang tidak paham sepatah katapun yang mereka bicarakan.


“Kau tinggal disini?”tanya Jessica


“Iya”jawab Rafael saat keduanya berada di dalam lift

__ADS_1


“Pasti disini sewa apartemennya mahal banget. Aku yakin itu”gumam Jessica dalam hati


Sementara itu di suatu tempat,


Seorang asisten datang melapor pada majikannya yang sedang ngobrol dengan temannya. Asisten itu berbisik di telinga majikannya. Sang majikan terlihat serius mendengarkan informasi dari anak buahnya itu. Dan saat sang asiten selesai melapor, sang majikan menatap asistennya dengan tajam. Mencoba memastikan kembali informasi yang diberikan.


“Kau yakin dengan informasi ini?”tanya sang majikan


“Saya yakin sekali nyonya!”jawab asisten pribadi itu sambil menganggukkan kepalanya.


Sang majikan tampak tersenyum penuh arti dan mulai mengakhiri pembicaraannya dengan temannya.


“I have something to do now. We’ll continue it next time, okey?”pinta sang majikan pada temannya.


“Okey, madam. We’ll meet next time”


“Okey..i’ll call you later. Bye”ucap sang majikan


“Bye”jawab teman majikan itu


Sang majikan langsung beranjak dari duduknya. Dia langsung berjalan menuju mobilnya. Sang asisten dengan setia mengikutinya di belakang.


“Kau yakin kan informasi yang kau berikan kali ini valid?”tanya sang majikan


“Saya sangat yakin nyonya”jawab sang asisten sambil menunduk

__ADS_1


“Baiklah kita ke sana sekarang”pinta sang majikan


Sang majikan semakin mempercepat gerak langkahnya. Begitu sampai di mobil, sang asisten sudah lebih dahulu membukakan pintu mobil untuk sang majikan. Mereka pun bergegas menuju suatu tempat.


__ADS_2