
Jessica akhirnya ikut duduk bersama keluarga Miller. Elizabeth dan Anna sangat antusias berbincang dengan Jessica. Sementara Ara seperti biasa terlihat diam saja. Begitu juga dengan Rafael dan Arthur yang tidak terlalu banyak bicara.
Mereka bertiga tampak begitu akrab dan terlihat seperti keluarga. Saling bercanda dan tertawa bersama. Jessica benar-benar merasa diterima di keluarga Miller.
Ketika MC acara pernikahan, meminta Amanda dan Victor berdansa, kedua pasangan pengantin itu pun langsung berjalan ke lantai dansa. Keduanya berdansa diiringi live musik dari grup pengiring musik. Lagu-lagu cinta mengiringi keduanya kala berdansa berdua.
Begitu MC mempersilahkan tamu undangan ikut berdansa, Arthur langsung mengulurkan tangannya pada sang istri.
“Would you like to dance Mrs. Arthur?”ajak Arthur pada sang istri
“I’d love to”sahut Elizabeth sambil menerima uluran tangan suaminya
Kedua pasangan yang sudah tak lagi muda itupun saling melempar senyum dan berjalan beriringan menuju lantai dansa. Menyatu bersama pasangan tamu undangan lain yang ikut berdansa.
“My heart is hurt”ucap Anna dengan ekspresi wajah yang sedih
“Kamu kenapa Anna?”tanya Jessica kuatir
“Jangan hiraukan dia kak! Dia memang selalu aneh seperti ini jika melihat kakek dan nenek bersama”ucap Ara dengan santainya.
“Jiwa jomblo ku meronta setiap melihat mereka romantis seperti itu”ucap Anna sambil menatap lembut ke arah kakek dan neneknya yang berdansa berdua di lantai dansa.
Jessica juga menoleh ke arah kedua pasangan berusia renta itu. Jessica mengulas senyum indahnya melihat betapa kedua pasangan itu terlihat sangat romantis di usia mereka yang tak lagi muda.
“Aku juga ingin seperti mereka. Saling mencintai sampai usiaku menua”gumam Jessica dalam hati
Tiba-tiba sebuah tangan terulur di depan Jessica. Jessica mendongakkan kepalanya melihat siapa gerangan yang mengulurkan tangan ke arahnya. Dilihatnya Rafael yang berdiri di depannya.
“Oh God..kalian bikin aku tambah jeolus aja deh sama kalian”gerutu Anna melihat sang kakak yang mengajak Jessica berdansa.
“Shall we?”ajak Rafael pada Jessica
Dengan malu-malu, Jessica meraih tangan Rafael dan menerima uluran tangan lelaki tampan yang mengajaknya berdansa.
Rafael dan Jessica bergandengan tangan ke lantai dansa dan akhirnya ikut berdansa bersama dengan para tamu undangan yang lain. Diiringi lagu cinta yang mengalun indah membuat suasana romantis begitu terasa di lantai dansa itu.
Rafael dan Jessica berdansa sambil bertatapan dengan sangat lembut. Tatapan mata yang mengikat keduanya. Seakan hanya ada mereka berdua di lantai dansa itu.
“Kau pandai juga berdansa”puji Rafael di sela-sela mereka berdansa
“Tentu saja. Aku pernah belajar dansa saat sekolah dulu”jawab Jessica
“Kau juga pandai berdansa”balas Jessica sambil tersenyum
Senyum indah yang terukir di wajah cantik Jessica berhasil membuat hati Rafael bahagia. Karena dia bisa berdansa berdua bersama wanita yang sangat diinginkannya. Wanita yang membuat hari-harinya dipenuhi bayangan gadis cantik itu.
“Kau cantik sekali hari ini”puji Rafael
“Benarkah? Terimakasih. Kau juga terlihat tampan”sahut Jessica
“Tentu saja. Bukankah aku memang selalu tampan?”balas Rafael dengan penuh percaya diri
__ADS_1
“Aku lupa. Kau kan memang Mr. Narsistic”goda Jessica sambil cekikikan
Lagu So Close yang mengiringi para tamu undangan dan pemilik acara yang sedang berdansa sangat menyatu dengan suasana. Lagu romantis yang menjadi salah satu lagu favorit Amanda memang sengaja dipersembahkan untuk mengiringi pasangan pengantin yang sedang berbahagia itu. Lagu itu merupakan original soundtrack film disney kesukaan Amanda, Enchanted.
You’re in my arms
Kudekap dirimu
And all the world is calm
Dan seluruh dunia jadi tenang
The music playing on for only two
Musik terdengar hanya untuk kita berdua
So close together
Begitu dekat bersama
And when I’m with you
Dan saat aku bersamamu
So close to feeling alive
Begitu dekat dengan perasaan gembira
Hidup terus berlalu
Romantic dreams will stop
Mimpi-mimpi romantis akan berhenti
So I bid mine goodbye and never knew
Maka kuucapkan selamat tinggal pada mimpi-mimpi dan tak pernah tahu
So close was waiting, waiting here with you
Begitu dekat menunggu, menunggu di sini bersamamu
And now forever I know
Dan kini selamanya, aku tahu
All that I wanted to hold you
Yang kuinginkan adalah mendekapmu
So close
__ADS_1
Begitu dekat
So close to reaching that famous happy end
Begitu dekat tuk menggapai akhir bahagia yang mahsyur itu
Almost believing this was not pretend
Hampir percaya ini nyata
And now you’re beside me and look how far we’ve come
Dan kini kau di sampingku dan lihatlah telah sampai sejauh mana kita
So far we are so close
Sejauh ini, kita begitu dekat
How could I face the faceless days
Bagaimana bisa kuhadapi hari-hari getir
If I should lose you now?
Jika ku harus kehilanganmu?
We’re so close
Kita begitu dekat
To reaching that famous happy end
Tuk menggapai akhir bahagia yang mahsyur itu
And almost believing this was not pretend
Dan hampir percaya ini nyata
Let’s go on dreaming for we know we are
Mari terus bermimpi karena kita tahu kita ini
So close
Begitu dekat
So close
Begitu dekat
And still so far
__ADS_1
Dan masih begitu jauh