
"Jadi bagaimana, Arash dan Arish akan di aqiqah dimana ?" tanya Uminya Mentari pada anak menantunya.
"Iya Arash dan Arish kan belum sempat di aqiqah. Ya walaupun mereka sudah berusia lebih satu tahun, lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali." sahut Helena
"Kami memang sudah menyiapkan rencana untuk mengadakan acara aqiqah Arash dan Arish sekaligus syukuran atas kembali dan sehatnya Mentari." jawab Mario
Mario dan Mentari memang sudah berencana untuk membuat acara aqiqah untuk Arash dan Arish maka dari itu mumpung mereka tengah berkumpul keluarga Mario dan Mentari akan membicarakan pada kedua orang tua mereka guna meminta pendapat pada mereka berdua.
"Kambingnya berarti harus 4 ekor, kambingnya Mentari masih ada 5 ekor kalau tidak salah !" kata Sarifudin dan membuat Mentari menoleh ke arah Abahnya.
"Jadi Abah mau mengorbankan Kambing Ku lagi ? Sapi kemarin saja belum lunas Abah nyicilnya." kata Mentari yang membuat Abahnya terdiam malu.
Bukan Sarifudin tidak punya uang untuk membayar harga sapi anaknya itu, hanya saja memang Sarif sengaja tidak membayarnya sebab Mentari tidak memintanya.
"Rasak no ! Siapa suruh uang sapinya Mentari ora di bayar-bayar !" kata Jamilah ikut menimpali.
"Padahal kemarin uang amplop nikahannya sudah lebih dari cukup untuk membayar sapi Mentari." cibir Jamilah lagi.
Sedangkan Scherzinger dan Helena hanya bisa menahan tawa mereka melihat dan mendengar percakapan orang tua dan anak menantunya itu.
__ADS_1
"Yo wes, Abah transfer nanti dua kali lipat !" jawab Sarif dari pada terusan malu dihadapan anak dan besannya lebih baik dirinya bayar saja sekalian dua kali lipat hitung-hitung pamer kalau dirinya banyak duit.
"Pamer !" celetuk Mentari
"Kalah malu !" bisik Jamilah di telinga putrinya dan membuat Mentari dan Jamilah terkekeh.
"Ayo kita kembali lagi ke topik pembicaraannya, jadi kapan dan dimana Arash dan Arish akan di aqiqah ?" tanya Helena penasaran.
"Dirumah Daddy, dirumah Abah !" ucap Scherzinger dan Sarifudin bersamaan membuat semua yang mendengarnya melongo.
"Ini cucu pertama penerus keluarga Scherzinger maka harus di aqiqah di kediaman keluarga kami !" kata Scherzinger
"Mana boleh seperti itu ! Pokoknya Arash dan Arish harus di aqiqah di rumah kami !" sahut Scherzinger tak mau kalah.
"Enak saja ! Mereka berdua adalah cucu Ku, mereka harus di aqiqah di rumah Ku !" jawab Sarifudin
"Mereka juga bukan hanya cucu Mu tapi juga cucu Ku !"
"Hei putri Ku yang melahirkan mereka berdua !"
__ADS_1
"Jangan lupakan kalau putra Ku juga yang memberi benihnya !"
"Mana bisa begitu !"
"Bisa lah ! Kalau tidak ada putra Ku mana bisa putri Mun sampai melendung keluar dua anak bayi !"
Kedua besan tersebut pada akhirnya menjadi bersitegang dan berotot mempertahankan kemauan mereka masing-masing. Sedangkan istri dan anak mereka menjadi bingung harus bagaimana menghadapi dan melerainya.
"Pokoknya aqiqahnya harus di rumah Daddy !"
"Tidak bisa, aqiqahnya harus di desa Abah akan menyiapkan pesta dua hari dua malam !"
"Pesta dua hari dua malam, kecil !" Scherzinger menjentikkan jari kelingkingnya. "Daddy akan menyiapkan pesta tujuh hari tujuh malam sekalian ! Biar saingan dengan acara pesta pernikahan Nyai Blorong !" kata Scherzinger yang membuat anak dan istrinya terpekik keget.
"Hah ?!"
"Apa ?!"
...****************...
__ADS_1