GADIS DESA MILIK PRESDIR

GADIS DESA MILIK PRESDIR
ARASH MAU KAWIN


__ADS_3

Kabar mengenai pernikahan Arash dan Melati cukup membuat keluarga besar Scherzinger dan Sarifudin terkejut. Pasalnya cucu mereka tersebut masih sekolah, sedangkan Mario menginginkan Arash dan Melati menikah.


Bukan tanpa alasan Mario memberikan restu dan izin serta meminta Melati dan Arash untuk menikah. Pasalnya sampai detik ini Mario masih diselimuti rasa bersalah pada mendiang Ayah Melati. Ayah Melati tiada karena ulah dirinya meskipun itu sebuah kecelakaan yang tak sengaja.


"Apa keputusan Mu sudah bulat, Mario ?" tanya Scherzinger pada putranya.


"Aku terus berselimut rasa bersalah, Dad. Meskipun saat ini hidup Melati sudah lebih baik karena tinggal bersama Ku, tapi tetap saja masa depan seorang anak itu tidak hanya diukur oleh materi semata." jawab Mario.


Mario berpikir dengan menikahkan Melati pada Arash sedikit mengurangi rasa bersalahnya pada mendiang Ayah Melati. Mario ingin benar-benar bertanggung jawab atas hidup Melati, meskipun terdengar egois dengan menggadaikan putranya sendiri.


Mario pikir, Arash juga menyukai Melati. Apalagi melihat kedekatan diantara keduanya. Pikir Mario, tidak masalah jika ia meminta Arash dan Melati menikah.


"Apa cucuku yang tampan itu mau menikah muda ?" tanya Scherzinger lagi, ia berpikir mana mungkin Arash mau menikah muda. Sebab diusia remaja pra dewasa seperti Arash dan Arish lebih fokus pada sekolah dan juga hiburan alias main.


"Kalau Daddy menjadi Aku, pasti Daddy bisa menjadi gila dan kepala Daddy meledak-ledak setiap harinya, sebab Arash selalu meminta izin untuk menikah setelah lulus SMA !" terang Mario yang membuat Scherzinger langsung membelalakkan kedua matanya.

__ADS_1


Bagaimana mungkin Arash seperti itu ? Scherzinger bahkan tak percaya dengan apa yang disampaikan oleh Mario padanya.


"Kau tidak bercanda kan, Mario ?"


"Istri Ku bahkan sering uring-uringan dengan Ku, Dad. Karena memikirkan permintaan Arash, dari pada Kami pusing setiap hari karena Arash selalu meminta izin untuk menikah dengan pacarnya yang tidak jelas asal usulnya, lebih baik Arash menikahi Melati !" kata Mario yang membuat Scherzinger mengangguk-anggukkan kepalanya karena mengerti ucapan Mario..


"Oha begitu rupanya. Tapi Daddy sepertinya harus bicara dengan Arash, ajaklah Arash untuk tinggal beberapa hari dirumah Daddy. Daddy ingin memberikan dia nasehat dan pelajaran untuknya." pinta Scherzinger


"Silahkan Dad, jika itu yang terbaik." Mario tentu saja mengiyakan permintaan Daddy nya, karena Mario tahu Daddy nya pasti lebih bijak darinya.


"Jadi Kamu, sudah mau punya menantu toh, ndok ?" tanya Jamilah diseberang sana saat ini ia tengah bertelepon dengan Mentari.


"Iya, Umi. Mas Mario ingin Arash menikahi Melati. Semua demi kebaikan keluarga Ku Umi, dan juga anak Ku !" kata Mentari


"Ya, sudah kalau itu adalah keputusan suami Mu. Baik Umi dan Abah bisa apa ? Karena suami Mu lebih berhak atas keluarga kalian, Umi dan Abah hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk keluarga Mu, semoga nanti pernikahan Arash dan Melati berjalan lancar." kata Jamilah dengan lembut.

__ADS_1


"Terimakasih, Umi. Kami tidak akan mengadakan pesta Umi, karena mereka masih sekolah. Nanti tunggu mereka ke lulus SMA Kami akan mengadakannya." terang Mentari kemudian.


"Oh, iya bagus itu. Biar Arash dan Melati fokus pada sekolah mereka dulu. Umi tahu bagaimana sifat Arash, dia pasti tidak akan mengecewakan keluarganya, apalagi diri Mu, ndok !" jawab Jamilah hingga membuat hati Mentari seketika terhibur dan terharu.


"Terimakasih Umi, nanti jika sudah dekat di hari acara, Kami akan menyuruh orang untuk menjemput Abah dan Umi." kata Mentari


"Tidak perlu di jemput, ndok ! Abah dan Umi mau mencoba mobil baru yang dikirimkan oleh suami Mu, sebab mobil itu tidak pernah dipakai." jawab Jamilah dengan terkekeh hingga pada akhirnya beberapa saat kemudian panggilan mereka usai.


Saat Mentari hendak menaruh ponselnya di atas nakas tiba-tiba ponselnya kembali berdering, dan ia melihat siapa yang memanggil.


"Ibu mertua ?" Mentari langsung mengangkat panggilan dari Helena. Dan tentu saja Helena seketika langsung bertanya ini itu padanya bahkan Helena sangat antusias mendengar kabar Arash dan Melati akan menikah.


"Mentari sayang, apa Kau sibuk ? Bagaimana jika besok kita ke butik gaun pengantin tempat teman Mommy ? Ah, bukan hanya itu Kita sepertinya harus menyewa tukang dekor dan catering juga !"


"Astaga Ibu mertua ! Aku bahkan belum memikirkan hal itu !" Kata Mentari dalam hati, ia memijit keningnya karena mendengar rentetan ucapan Helena padanya.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2