GADIS DESA MILIK PRESDIR

GADIS DESA MILIK PRESDIR
MENUNGGU HARI


__ADS_3

Waktu terus berlalu, hari berganti hari, bulan pun berganti bulan tak terasa usia kandungan Mentari sudah masuk di bulan ke sembilan dan tinggal menunggu hari dimana Ia akan melahirkan.


“Apa tidak bisa Kau tangani !” ucap Mario dengan tegas.


“Tidak bisa Tuan, Mr. Simpson ingin bertemu langsung dengan Tuan, jika Tuan tidak bertemu dengannya, Mr. Simpson tidak mau menandatangani kontraknya !”


“Banyak sekali maunya !” Mario berdecak kesal setelah Harry menelponnya yang mengatakan kalau kliennya yang bernama Mr. Simpson tidak mau menjalin kerja sama kalau bukan Mario langsung yang bertemu dengannya.


“Ada apa Mas ?” Mentari mendekat ke arah suaminya yang tengah duduk di meja kerjanya dirumah.


Mario menghela nafasnya tidak mungkin dirinya meninggalkan Mentari yang sebentar lagi akan segera melahirkan.


“Apa urusan kantor ?” ucap Mentari mendudukkan dirinya di pangkuan Mario.

__ADS_1


“Sudah lah tidak perlu dipikirkan Yank, masih banyak orang dari perusahaan lain yang mau bekerja sama dengan perusahaan kita !” jawab Mario ragu, karena jujur saja ia pun mengharapkan kliennya itu mau bekerja sama dengan perusahaannya agar sayap bisnis perusahaannya semakin luas lagi.


“Aku bisa melihat keraguan dimata Mu, Mas. Pergilah, Aku tidak apa-apa di rumah. Ada Mommy dan Daddy di sini.” Ucap Mentari mengelus rahang tegas suaminya.


“Tapi Yank…” ucapan Mario terputus saat Mentari menyela terlebih dahulu.


“Pergilah, nanti malam kita main lagi biar buah semangka kita cepat keluar kata Bu Dokter !” Mentari memberikan semangat pada suaminya.


Mendengar kata Main tentu saja Mario tidak menolak ajakan tersebut. Mario pun mengangguk setuju meskipun ia ragu meninggalkan Mentari dirumah seorang diri walaupun dirumah ada kedua orang tuanya, namun tetap saja Mario tidak tega, sabab ia ingin menjadi suami yang siaga untuk Mentari.


Setelah Mario pergi, Mentari kembali masuk ke dalam rumah, rumah besar dan mewah tersebut begitu sepi tanpa kehadiran Paula dan Mikayla sebab dua adik iparnya tersebut langsung melajutkan studi S2 berbeda dengan Paula ia harus melaksakan koas agar memperoleh gelar dokter umumnya.


Pada awalnya Mentari dan Mario ingin pindah dan tinggal dirumah sendiri, namun Helena menahan Mario dan Mentari. Sebab siapa lagi yang mau menunggu rumah tersebut kalau bukan Mario dan Mentari. Helena pun ingin menikmati masa tuanya dengan pergi berkeliling negara bersama suami tercintanya, Scherzinger.

__ADS_1


Saat Mentari tengah berjalan-jalan di taman belakang rumah, ponselnya berbunyi dimana Bunga mengirimkannya pesan kalau Bunga ingin makan seblak di tempat favorit mereka.


Tentu saja Mentari sangat tergiur sebab ia pun sudah lama tidak memakan jajanan itu. Mentari pun pergi ke kamarnya dan mengambil tasnya. Ia lalu ke kamar Ibu Mertuanya, namun Ibu Mertuanya tersebut ternyata tengah tertidur sambil memakai masker wajahnya. Sedangkan Ayah Mertuanya tengah pergi keluar.


Mentari yang tak enak membangunkan Helena hanya karena ia ingin izin pergi ke luar rumah sebentar, ia pun memilih tidak membangukan Helena, dan pergi ke luar rumah menemui Bunga dirumahnya.


“Pak, antarkan Aku ku rumah Bunga, oke !” ucap Mentari pada sang sopir yang sudah siap sedia mengantarkan Mentari kemana pun ia mau.


“Siap Nyonya !” jawab Pak Sopir tersebut penuh antusias.


Saat Mentari di perjalanan menuju rumah Bunga, tiba-tiba….


.

__ADS_1


Tiba-tiba kalian harus bantu like dan komen, pliss gaes komen yang banyak..hehehe..🤣🤣


__ADS_2