GADIS DESA MILIK PRESDIR

GADIS DESA MILIK PRESDIR
AKU MENCINTAI MU


__ADS_3

Maaf sudah dua hari tidak update...lagi banyak kerjaan soalnya..🙏😁


...****************...


Satu Minggu kemudian,


"Kau sangat cantik !" puji Arash dengan mengecup bahu putih mulus Melati.


Saat ini mereka berada di kamar hotel, setelah melaksanakan resepsi pernikahan yang begitu indah dipersiapkan oleh Arash. Melati dan keluarga besar mereka saja sampai dibuat tak bisa berkata-kata karena Arash begitu luar biasa menyiapkan acara pernikahan tersebut.


Setelah acara resepsi pernikahan yang begitu panjang dan melelahkan serta bahagia itu selesai. Melati dan Arash kembali ke kamar untuk beristirahat.


"Aku memang cantik sejak dulu ! Hanya saja mata Mu yang salah, selalu melihat Danisa !" kata Melati menyombongkan diri.


"Kata siapa ?" Arash membalikkan tubuh istrinya itu menghadap kepadanya dan ia mengelus bibir tipis nan sexy yang selalu membuatnya candu sejak pertama kali ia menciumnya.


"Bukan kah itu benar ?" Melati mendelik kan matanya. Ia mencoba memprovokasi suaminya itu, sebab ia merasa gemas melihat Arash yang sudah menjadi budak cintanya.


"Itu tidak benar !" jawab Arash dengan suara beratnya. "Aku mencintaimu, Bunga Melati !" lirih Arash memeluk pinggang ramping milik istrinya itu.


"Sejak ?" tanya Melati


"Sejak Aku mencuri bibir ini !" Arash mengusap bibir Melati lagi dengan ibu jarinya hingga membuat Melati terdiam.


Benarkah yang dikatakan Arash, pertama kali Arash mencuri ciuman pertamanya adalah saat itu Arash sudah tidak lagi berpacaran dengan Danisa.

__ADS_1


"Kenapa tidak bilang sejak dulu ?" kata Melati protes. Ia menjadi seperti orang bodoh sendiri kalau tahu Arash sudah sejak dulu mencintainya, namun kenapa sikap Arash seolah tak menganggapnya ada.


"Karena Kau selalu dekat dengan Arish ! dan Kau selalu mencoba memancing kekesalan Ku, apalagi saat dulu Kita di Bali Kau membawa Alan ke Villa dan Kau berpura-pura berpacaran dengannya !" kata Arash, sebenarnya ia malas sekali menyebut nama pria yang sudah menyukai istrinya itu.


"Jadi Kau tahu kalau Aku dan Alan..." ucapan Melati terpotong saat Arash mencium bibirnya.


"Jangan sebut namanya !" Arash kemudian mendorong tubuh Melati terlentang diatas tempat tidur hingga membuatnya merasa gugup.


"Aku rasa lukanya sudah sembuh sebab sudah satu Minggu berlalu !" kata Arash tersenyum devil.


"Ma..mau apa Arash ?" suara Melati tercekat kala melihat Arash telah melepas semua pakaian yang melekat di bagian atasnya hingga menampilkan tubuh Arash yang begitu atletis, idaman semua kaum hawa.


"Kenapa, kagum dengan tubuh Ku ?" Arash menaikkan satu alisnya hingga membuat pipi Melati merona merah dan Arash merasa gemas melihatnya.


"Aku ingin." bisik Arash pada telinga Melati dan mengecupnya hingga membuat tubuh Melati meremang.


Hingga pada akhirnya terjadilah pergulatan panas diantara keduanya dan hanya mereka berdua yang tahu.


(Sudah dari awal Author katakan, ini bukan cerita awok-awok atau wik-wik meskipun ada itu hanyalah pemanis jalannya cerita ! ðŸĪŠ)


Nafas keduanya saling bersahutan setelah keduanya sama-sama mencapai puncak kenikmatan bukan hanya sekali melainkan Arash sampai melakukan tiga kali hingga tubuh mereka merasa lelah.


"Terimakasih, Aku mencintai Mu !" lirih Arash di telinga Melati dan memeluk tubuh Melati.


"sama-sama." kata Melati dengan pelan.

__ADS_1


"Kau tidak menjawab cinta Ku !"


"Apa perlu dijawab ? Aku bahkan sudah menyerahkan tubuh Ku !" kata Melati tak bertenaga lagi karena rasa kantuk sudah menderanya.


"Rasa cinta tidak disalurkan lewat tubuh, Sayang. Tapi hati Mu!" protes Arash namun Melati hanya tetap diam karena ia merasa lelah.


"Kau tidak mau menjawab Ku ?" sungut Arash ia kemudian memancing Melati lagi dengan memainkan dan menekan payudaraaanya.


"Aahh...Arr..rash !" Melati melengguh.


Arash semakin memancing Melati bahkan tangannya satu lagi memainkan sawah Melati hingga kembali basah.


"Aahhh...Arrassh.."


"Katakan Kau mencintai Ku !" kata Arash dengan suara beratnya.


"Ahh..Ak..kuuh..Akuhh mencintai Mu ! Aahhh.." Melati mendapatkan pelepasannya hingga matanya terbelalak sempurna.


Cup


"Terimakasih, sepertinya Kau masih bertenaga Sayang !"


Melati terkejut saat Arash kembali mengungkung tubuhnya.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2