
Maaf ya kalo udah lama absen 😁 Anak Ku sakit lagi, mohon doanya semoga cepet sembuh 🙏
Kalian sudah baca novel Ku "Marry Me Again" ? Kalau belum, mampir ke sana dulu yaa selagi menunggu cerita ini update lagi 🤗🥰
......................
Danisa membanting barang-barang yang ada di apartemennya, ia begitu kesal pasalnya ia sudah tidak lagi bekerja di perusahaan SS Company. Padahal niat awal ia bekerja di perusahaan itu adalah ingin mendekati Arash sebab Arash yang menjadi pemimpin perusahaan.
...'Sudah kalah sebelum berjuang.'...
"Bagaimana Aku bisa mendekati Arash lagi ?" Danisa menggigit ujung kukunya dan berjalan mondar-mandir tanpa henti seperti orang gila, berusaha keras memikirkan ide apa yang bisa ia dapatkan untuk bisa mendekati Arash kembali.
Sejak ia bercerai dengan Bernando hidup Danisa menjadi tak karuan. Ia kehilangan pamor di dunia model, bahkan tak pernah dianggap lagi oleh mantan suaminya. Semua terjadi karena Bern yang berselingkuh dengan model pendatang baru yang lebih cantik dan segala-galanya darinya.
Padahal tiga tahun ia menikah dengan Bern kehidupan mereka sangat harmonis, Bern selalu memberikannya cinta yang luar biasa. Namun Danisa bodoh tidak mengenal dengan jelas tabiat dan kelakuan Bern ketika di luar rumah.
Bern seorang pria yang tidak pernah merasa puas dan cukup dengan satu wanita, meskipun ia sudah menikah dengan Danisa tetap saja ia butuh wanita yang lain. Apalagi menginjak pernikahan mereka yang sudah tiga tahun, Bern merasa bosan dengan Danisa. Bahkan Bern terang-terangan berselingkuh dan itu memantik amarah Danisa.
__ADS_1
Danisa begitu marah dan benci pada Bern, hingga pada akhirnya mereka bertengkar hebat, dan Bern menjatuhkan talak pada Danisa.
"Ini semua gara-gara tua bangka itu ! Andai saja dia dulu tidak merayu-rayu Aku, hidup Ku mungkin tidak kacau seperti ini !" kata Danisa ia memaki mantan suaminya yang bernama Bernando.
"Aku menyesal melepaskan Mu, Arash ! Kenapa harus Melati yang menjadi istri Mu ! Bodohnya Aku !" Danisa menepuk-nepuk kepalanya karena merasa frustasi dan menyesal atas apa yang telah terjadi.
Tak lama ponsel Danisa berbunyi, seseorang menghubunginya karena ingin bertemu dengannya. Danisa tampak memikirkan itu, ia kemudian menyetujui untuk bertemu dengan orang yang menghubunginya.
Beberapa jam kemudian,
Danisa tengah duduk dihadapan sepasang suami istri yang selalu membuatnya jengah. Siapa lagi kalau bukan Ayah kandungnya sendiri dan istrinya.
"Untuk apa lagi Kalian mencari Ku !" kata Danisa dengan ketus.
Selama ini Ayah kandungnya (Jovan) tidak pernah abai dalam memberikan Danisa nafkah karena Danisa adalah putri kandungnya, meskipun mereka tidak hidup bersama.
"Danisa, Apa Kau tidak kasihan dengan Adik Mu ?" kata Vania dengan lembut.
__ADS_1
"Adik ?!" Danisa meremehkan ucapan istri dari Ayah kandungnya itu, pasalnya ia tak merasa punya adik sama sekali.
"Dia bukan adik Ku, dia itu anak Kalian !" sentak Danisa.
"Hanya Kau harapan Kami, Danisa. Kami mohon, tolong Adik Mu !" kata Jovan kali ini ia yang berbicara.
Danisa terkekeh mendengar Jovan dan Vania memohon minta tolong padanya demi menyelamatkan anak mereka.
Jovan dan Vania memiliki seorang putri yang bernama Gabby, namun sayang anak mereka mengidap penyakit liver dan membutuhkan operasi transplantasi. Jovan dan Vania tidak bisa mendonorkan liver mereka karena kesehatan Jovan yang menurun dan Vania yang tidak cocok.
Namun harapan mereka hanya ada pada Danisa sebab hanya Danisa yang bisa melakukannya.
"Kami akan lakukan apapun untuk Mu, asal kan Kau mau menolong Gabby !" lirih Vania, ia sudah tidak bisa berpikir apa-apa lagi kecuali kesehatan dan keselamatan putrinya.
Danisa terdiam ia menatap Jovan dan Vania yang ia tahu mungkin sudah putus asa, bagaimana cara menolong Gabby dan menyelamatkan hidupnya dari maut.
Lama Danisa terdiam, lalu kemudian ia terpikirkan sebuah ide, mungkin dengan cara yang ada di pikirannya itu bisa membuatnya kembali pada Arash.
__ADS_1
"Baik, Aku akan mendonorkan liver Ku ! Dengan sebuah syarat !" Danisa tersenyum manis, namun senyuman yang mengandung sejuta misteri.
...****************...