
Malam ini adalah malam penobatan pemimpin baru perusahaan SS Company, riuh tepuk tangan yang begitu luar biasa dari para hadirin yang datang menyaksikan siapa pemimpin baru perusahaan yang begitu besar tersebut.
Mario menyerahkan kepemimpinannya pada Arash dan disambut baik oleh para pemegang saham dan juga para kolega bisnis perusahaan.
Tidak hanya penobatan tersebut, acara pun berlangsung dengan adanya parade produk baru yang dikeluarkan oleh SS Company dimana produk tersebut adalah ide cemerlang dari Arash saat ia masih duduk di bangku kuliah, dan kini terealisasikan sekarang.
Parade tersebut menampilkan beberapa orang model terkenal dan papan atas bukan hanya dalam negeri melainkan luar negeri.
"Kau memang putra Ku yang hebat !" puji Mario pada Arash.
Arash kemudian menerima penghargaan dari ketua pemegang saham perusahaan, sebagai pemimpin SS Company diusia paling muda. Riuh tepuk tangan menyambut hal yang paling baik tersebut. Arash juga membawa Melati naik ke atas podium karena ia ingin memperkenalkan Melati pada semua wartawan yang sedang meliput acara tersebut sebagai istrinya, agar lebih banyak dikenal.
__ADS_1
"Uh..ternyata Tuan Arash sudah menikah !" celetuk seorang wanita cantik yang merupakan anak dari pemilik perusahaan X.
"Ah..percuma saja Aku berdandan cantik seperti ini kalau Tuan Arash sudah menikah !" sungut salah satu wanita muda lainnya.
Banyak yang merasa kalah sebelum berjuang setelah tahu identitas dan status Arash yang ternyata sudah memiliki istri.
"Ini pasti membuat orang terkejut, seharusnya dulu mereka menerima tawaran untuk melaksanakan resepsi pernikahan !" kata Helena pada Mentari dan Mario, keduanya hanya bisa tersenyum kikuk menanggapi ucapan Helena.
Ya, setelah tamat sekolah SMA niatan Mario dan Mentari untuk menyiapkan resepsi pernikahan Arash dan Melati harus pupus. Pasalnya keduanya tidak mau di adakan pesta pernikahan, dengan beralasan malu kalau orang lain tahu mereka sudah menikah.
"Aku juga ingin memberikan pengumuman bahwa dulu Kami menikah karena waktu yang tidak tepat dan belum sempat mengadakan pesta pernikahan. Tapi, malam ini Aku mengundang semuanya untuk hadir pada acara resepsi pernikahan Kami di hari Sabtu nanti !" kata Arash dengan lantang.
__ADS_1
Ya, Arash diam-diam sudah menyiapkan wedding dream untuknya dan Melati. Melati pun sampai terkejut, pasalnya ia tak mengetahui ide tersebut sama sekali.
Semua yang mendengarnya nampak terkejut dan ikut bahagia, apalagi keluarga Arash mereka sama sekali tidak mengetahui ide Arash itu.
"Putra Mu, sudah benar-benar dewasa, Mario. Sepertinya sebentar lagi Aku akan menjadi Kakek Buyut !" kata Scherzinger ia ikut bangga dengan Arash.
"Dan Aku akan menjadi Kakek, bukan begitu Yank !" kata Mario menoleh ke arah istrinya.
"Aku tidak mau menjadi nenek-nenek ! Aku masih muda !" kata Mentari ia tak terima jika harus menjadi nenek-nenek karena merasa usianya masih muda, sebab dulu ia menikah dan punya anak diusia delapan belas tahun.
"Kalau Mas wajar sudah dipanggil Kakek-kakek sebab Mas sudah tua !" ledek Mentari hingga Mario mendelik kan matanya, diucap tua oleh istrinya.
__ADS_1
"Aku belum tua, Yank ! Aku masih semangat mengadon bayi, meskipun adonannya tidak jadi-jadi !" seloroh Mario hingga membuat kedua orang tuanya dan adik-adiknya yang mendengar ucapan Mario tersebut tertawa.
...****************...