GADIS DESA MILIK PRESDIR

GADIS DESA MILIK PRESDIR
MINGGI DEPAN KITA NIKAH


__ADS_3

“Yank, kenapa tidak mau meneruskan kuliah ?” tanya Mario ia menjadi serba salah dengan istrinya itu semenjak Mentari sembuh, Mentari lebih fokus pada Arash dan Arish padahal Mario sudah menyiapkan baby sister untuk ke dua anaknya agara membantu Mentari.


“Aku merasa berdosa kalau harus meninggalkan mereka berdua lagi, Mas. Sudah cukup Aku meninggalkan mereka selama satu tahun lamanya. Lagi pula Aku tidak ingin melewatkan masa tumbuh kembang Arash dan Arish.” Jawab Mentari apa adanya.


Semenjak Mentari menjadi Ibu, keibuannya bertambah besar. Ia bahkan tak memikirkan apapun lagi selain menjadi istri dan ibu yang baik untuk anak-anaknya.


“Tidak seperti itu juga, Yank. Pendidikan Mu juga penting.” Jawab Mario menasehati Mentari, agar Mentari mempertimbangkan kembali keputusannya untuk berhenti kuliah.


“Bagaimana ya, Mas ? kuliah Ku memang penting tapi Arash dan Arish juga lebih penting.” Mentari menjadi bingung sendiri.


“Sayang, tidak perlu merasa bersalah. Semua yang terjadi karena takdir Tuhan. Lagi pula Aku sudah menyiapkan baby sister untuk kedua anak kita, dan juga Mommy setiap harinya selalu datang ke rumah kita untuk bermain bersama Arash dan Arish.” Kata Mario dengan lembut.


“Bukan tidak percaya dengan baby sister Mas, Aku hanya tidak ingin melewati masa tumbuh kembang mereka berdua.” Lirih Mentari.


“Aku tahu itu, tapi cobalah pikiran kembali keputusan Mu. Ingat bukan hanya Kau yang berperan penting dalam mengawasi tumbuh kembang Arash dan Arish tapi juga Aku, Aku pun juga berperan besar dalam membesarkan mereka.”


Mentari terdiam, benar apa yang dikatakan oleh suaminya. Ia begitu khawatir seorang diri padahal ia memiliki orang-orang baik disekelilingnya. Suami yang pengertian, serta orang tua dan mertua yang begitu penyayang.


“Pikir kan lagi, keputusan Mu, Okey ?” Mario pun memeluk tubuh Mentari dengan erat sembari menikmati pemandangan malam hari yang bertabur bintang dari kamar mereka.

__ADS_1


………


Lusi menggeliatkan tubuhnya dan merasakan tangan kekar tengah memeluk perutnya. Ia menoleh ke sampingnya senyum mengembang di bibirnya kala mengingat kejadian tadi malam bersama Harry.


Flash Back


“Kau mau bawa Aku kemana ?” Lusi menggerakkan tangannya agar terlepas dari cengkraman tangan Harry.


“Menyadarkan diri Mu yang tidak tahu diri !” sentak Harry ia terus menarik tubuh Lusi kembali ke kamar hotel yang mereka tempati.


“Hei kamar Ku disana !” protes Lusi saat ia dibawa masuk ke dalam kamar Harry.


“Memberi Mu pelajaran, agar Kau sadar selama ini Kau selalu menyia-nyiakan pria baik dan setia seperti Ku !” ucap Harry dengan tegas hingga membuat Lusi terpengarah mendengarnya bahkan sedikit tertawa.


“Hah ? Apa Kau sudah gila ?!” pekik Lusi


“Iya, Aku gila karena Mu ! Bisa-bisanya Kau begitu mesra dengan pria lain, sedangkan Aku yang terlebih dulu mendapat kan Mu !” ucap Harry tak terima.


“Oh, jadi Kau cemburu !” ejek Lusi. Padahal sebenarnya Lusi masih memiliki rasa pada Harry, hanya saja egonya begitu tinggi untuk mengucapkan terlebih dulu tentang perasaannya.

__ADS_1


Mendengar ucapan Harry barusan, hati Lusi sedikit berbunga-bunga karena sebenarnya Harry masih mencintainya. Keduanya terlalu gengsi untuk meminta maaf terlebih dulu dan menyatakan jika masih sama-sama cinta.


“Lagi pula untuk apa Kau cemburu ? Kita sudah tidak ada hubungan lagi, karena kita sudah…!” ucapan Lusi terhenti saat bibirnya dibungkam oleh bibir Harry. Harry mencium bibir Lusi, karena sudah tidak tahan menahan perasaan cinta yang semakin menggebu pada wanita itu. Meski pun hubungan mereka telah berakhir, tapi tetap saja yang namanya cinta akan terlalu membekas di hati Harry.


“Harry, Kau mau apa ?” Lusi terpekik saat Harry mengoyakkan pakaian yang Lusi kenakan hingga menampakkan bongkahan indah dua gunung berapi miliknya.


“Minggu depan kita menikah !” ucap Harry dengan tegas menatap manik mata Lusi tanpa keraguan jika ia benar-benar ingin menjadikan Lusi sebagai istrinya.


“What !” pekik Lusi


“Berisik ! Kita mulai saja, sekarang !”


Grep


Harry mengungkung tubuh Lusi hingga Lusi tak berkutik. Harry mencium bibir Lusi hingga ciuman itu menuntut mereka melakukan hal sama seperti satu tahun lalu yang pernah mereka lakukan.


Flash Back Selesai


...****************...

__ADS_1


Sorry ya Gaes pasti kalian kesel nungguin aku update tapi aku enggak update hehehe...aku habis liburan soalnya..jangan lupa like dan komen yang banyak ya Gaes..karena sebentar lagi cerita Mentari dan Mario ini mau menuju endingnya 😀


__ADS_2