GADIS DESA MILIK PRESDIR

GADIS DESA MILIK PRESDIR
MINTA RESTU


__ADS_3

Satu bab dulu ya Gaes, kalo sempet entar malem aku update lagi..jangan lupa komen yang banyak !


...----------------...


Wilona dan Marcelia mendapatkan hukuman skorsing selama satu Minggu. Bukan hanya itu saja Wilona dan Marcelia juga akan menjalani hukuman lainnya dalam pengawasan kepala sekolah selama tiga bulan. Apabila dalam tiga bulan ke depan Wilona dan Marcelia melanggar atau berbuat mencelakai Melati lagi, maka yayasan sekolah tak segan-segan mengeluarkan mereka berdua.


Bukan hanya itu saja, Mario juga menarik semua sahamnya yang ada di perusahaan orang tua Wilona dan Marcelia hingga membuat para orang tua tersebut gigit jari. Sebab selama ini perusahaan mereka berkembang karena suntikan dana dari SS Company.


Saat dirumah Mentari menghampiri Arash karena kepo dan ingin tahu dengan pasti mengenai hubungan putranya dengan Melati.


"Jadi benar putra Mama yang ganteng ini pacaran dengan Melati ?" tanya Mentari ia sudah tidak sabar untuk mengatakan itu.


Arash menarik sudut bibirnya membentuk sebuah senyuman kecil. Ia tahu meskipun dirinya pacaran pasti Mamanya akan mendukungnya kalau wanita yang ia pacari adalah Melati.


"Apa Mama marah ?" tanya Arash datar.


"Mana mungkin Mama marah, kalau pacarannya sama Melati. Mama pasti akan mendukung Kalian, asalkan Kalian berpacaran dengan cara yang wajar dan tetap mengutamakan sekolah." kata Mentari yakin dengan keputusannya.


"Ya, sudah kalau begitu. Restui Kami untuk menikah !" celetuk Arash yang membuat Mentari terkejut.


"Hah ?! Dikasih hati malah minta jantung ! Tidak ! Mama tidak mau !" sungut Mentari baru saja ia mengizinkan putranya itu untuk pacaran tapi Arash malah meminta izin yang lain.

__ADS_1


"Mama dan Papa sudah berjanji, ingat Ma, janji adalah hutang !" kata Arash tak kalah sengit hingga membuat buat Mentari tersentak dan terdiam.


"Aku ingin istirahat, Ma. Aku ke kamar Ku !" Arash berpamitan pada Mentari lalu masuk ke dalam kamarnya.


Sedangkan Mentari ia memijit keningnya yang mendadak menjadi pening setelah mendengar ucapan dari putra kesayangannya itu.


"Lama-lama Aku jadi pusing sendiri !" kata Mentari seorang diri ia pun mengambil air putih yang ada di atas meja dan meneguknya hingga kandas.


"Ada apa, Yank ?" Mario yang baru saja turun dari kamarnya menghampiri Melati di meja makan. Pasalnya ia melihat istrinya itu seperti tengah kesal.


"Mas, kepala Ku pening !" keluh Mentari


Mentari terpekik kala Mario tiba-tiba menindih tubuhnya. "Mas...!"


"Mau ngapain ?"


"Menghilangkan sakit kepala Mu, Yank." Mario langsung menyambar bibir manis Mentari hingga membuat Mentari membulatkan kedua matanya. Kepalanya pening bukan berarti obatnya seperti ini, menurutnya.


"Mas !" elak Mentari kemudian.


"Kenapa Yank ? Katanya mau obat, Aku menjadi obat Mu kapan pun yang Kau mau !" kata Mario dengan senyuman devil hingga membuat mata Mentari mendelik.

__ADS_1


"Dasar suami mesum !"


"Tidak apa-apa Mesum dengan istri sendiri, asal jangan dengan istri orang kalau sudah dengan istri orang, pasti..." ucapan Mario terputus kala Mentari menyela terlebih dahulu.


"Burio akan ku potong !"


Sontak saja Mario langsung memegangi burionya, sebab itu adalah senjata pamungkas sakti mandraguna kebanggaan miliknya yang bisa membuat Mentari terbang ke atas nirwana.


"Jangan Yank !"


"Lagian, ini masih siang ! Anak sudah besar tapi kelakuan masih seperti pengantin baru !" sungut Mentari yang membuat Mario terkekeh.


"Jadi apa yang membuat Mu sakit kepala, Yank ?" Mario mengalihkan percakapan mereka.


"Arash mau menikahi Melati." jawab Mentari


"Ya sudah restui saja, Yank !" kata Mario dengan santainya dan membuat Mentari melongo.


"Hah ?"


...****************...

__ADS_1


__ADS_2