GADIS DESA MILIK PRESDIR

GADIS DESA MILIK PRESDIR
HAMPIR SAJA


__ADS_3

Melati tengah menikmati makan siang bersama Aurel. Tak ada semangat sama sekali saat Melati menyantap makan siangnya.


"Kenapa ? Apa Kau tidak suka dengan makanannya ?" kata Aurel yang melihat Melati hanya mengaduk-aduk makanannya.


"Kalau dibilang tidak suka nanti Aku dibilang tidak bersyukur dengan pemberian Tuhan. Yang jelas rasanya Aku tidak selera makan sebab ada yang terus mengganggu pikiran Ku !" kata Melati, ia sudah menganggap Aurel teman baiknya hanya Aurel tempatnya untuk bercerita selain Mentari.


"Kau pasti memikirkan si kembar itu kan ?" tebak Aurel pasalnya ia pernah melihat Melati mendekati Arash namun Arash seolah menjauhinya.


"Dari mana Kau tahu ?" Melati melotot kan kedua matanya.


Aurel tertawa saat tahu ternyata tebakannya benar. "Jadi Kau jatuh cinta pada mereka ?" tanya Aurel penasaran.


"Kau terlalu jauh menduga-duga." sangkalnya.


"Sudah akui saja kalau Kau naksir pada si kembar itu !" ledek Aurel lagi rasanya ia begitu senang meledek Melati.


Melati tertawa saat Aurel mengatakan itu padanya. Naksir ? Yang benar saja ! Ia tidak pernah terpikirkan sampai ke arah sana pada si kembar Arash dan Arish. Baginya dianggap saudara saja sudah lebih dari cukup mengingat kebaikan yang berikan oleh Mario dan Mentari padanya.


Keduanya kemudian terlibat dalam percakapan panjang sampai pada akhirnya mereka selesai dengan jam istirahat dan kembali masuk ke kelas memulai jam pelajaran lainnya.


Beberapa jam kemudian bel pulang berbunyi menandakan para siswa dan siswi di sekolah internasional sudah saatnya pulang. Namun berbeda dengan Melati, ia memilih untuk ke perpustakaan karena ada beberapa tugas sekolah yang harus ia selesaikan dan ia membutuhkan referensi di perpustakaan tersebut.


Melati kemudian mengirimkan pesan pada Mentari kalau dirinya akan pulang terlambat ke rumah sebab ia sedang di perpustakaan.

__ADS_1


Dua jam kemudian, Melati sudah menyelesaikan semua tugas sekolahnya dan ia berencana untuk pulang ke rumah. Saat ia berjalan di koridor sekolahnya ia mendengar suara seseorang di tangga darurat sekolah.


Melati yang penasaran lalu melangkahkan kakinya menaiki tangga tersebut secara diam-diam.


"Aku sudah bilang, berhenti lah !"


"Kenapa Kau mengatur Ku ? Ini hidup Ku !"


"Ahh...sakit Arish !"


Melati menutup mulutnya saat tahu siapa orang tersebut. Ya, mereka adalah Arish dan pacarnya Danisa. Mereka berdua terlibat pertengkaran dimana Danisa akan memilih untuk tidak melanjutkan pendidikannya di dunia model dan lebih memilih karirnya sebagai seorang model.


"Kita bisa ke luar negeri, untuk kuliah belajar bersama-sama disana !" Arish memberikan pengertian pada Danisa agar mau menuruti keinginannya.


"Delisa." Arish meninggikan suaranya, sebab ia sudah terlalu sabar memahami Delisa yang tak mau merubah keputusannya. Padahal Arish sudah merencanakan sesuatu untuk kekasihnya itu saat mereka di luar negeri nanti. Arish ingin menikah muda sambil menjalani kuliah. Ia sudah merencanakan itu semua bahkan meminta izin pada Mario dan Mentari.


Tentu saja Mario dan Mentari mengizinkannya sebab mereka tahu betul bagaimana Arish. Arish tidak akan pernah mengecewakan Mario dan Mentari, dan mereka akan mendukung Arish sebaik-baiknya.


"Sudah cukup Arish ! Aku Muak dengan Mu ! Kau selalu mengatur-atur hidup Ku ! Aku akui selama ini Kau sudah terlalu banyak berkontribusi terhadap Ku, tapi Kau tidak berhak untuk mengatur-atur Aku !" jawab Danisa dengan nafas yang memburu.


"Lalu apa mau Mu, hah ?" sepasang kekasih itu sama-sama larut dalam emosi.


"Aku lelah Kau selalu mengatur-atur Aku ! Aku ingin kita putus !" jawab Danisa tanpa keraguan, ia tak tahu mungkin saja jawabannya tersebut akan membuat dirinya menyesal di masa yang akan datang.

__ADS_1


"Kau mau putus dengan Ku ?" Arish menarik sudut bibirnya membentuk senyuman.


"Iya ! Aku ingin putus dengan Mu."


"Baik kalau itu keinginan Mu, kita putus !" Arish menekankan kata-katanya dan menatap tajam Danisa lalu kemudian ia berbalik meninggalkan Danisa di tempatnya.


Arish yang hendak menuruni tangga tiba-tiba matanya menatap tajam ke arah seseorang yaitu Melati yang sejak tadi menguping pembicaraan dirinya dengan Danisa.


Rahang Arish mengeras melihat Melati, lagi-lagi ia semakin membenci Melati. "Kau.."


Melati yang tiba-tiba melihat tatapan Arish yang begitu mengerikan menurutnya seketika ia menjadi takut dan memundurkan langkah kakinya. Selangkah Melati mundur selangkah juga Arish maju.


Hingga tiba-tiba tanpa sadar Melati tengah di ujung tangga dan tubuhnya akan terjatuh dengan cepat Arish menarik tangan Melati dan tubuhnya menempel sempurna di tubuh Arish.


"Aaaaahh..."


Keduanya sama-sama terdiam saat tatapan mereka saling bertemu. Seolah larut dengan perasaan masing-masing yang sulit untuk dijelaskan.


Arish yang baru pertama kali melihat wajah Melati dan bola mata indah milik Melati seolah merasakan hal aneh dalam hatinya, namun tiba-tiba Aish...


...****************...


Tolong bantu komen Gaes...🤭🥰

__ADS_1


__ADS_2