GADIS DESA MILIK PRESDIR

GADIS DESA MILIK PRESDIR
NASI GORENG


__ADS_3

Tik


Tik


Tik


Detik jam di dinding terus bergerak namun Mario masih tak bisa memejamkan kedua matanya. Ia tak bisa tertidur sama sekali.


"Ayang..." Mario terus melihat punggung Mentari yang tertidur membelakangi dirinya.


Mario kemudian melihat wajah Mentari yang tertidur dengan damainya, disertai wajah merah dan mata yang sembab karena menangis.


"Dasar Mario bodoh !" gumam Mario ia kemudian meraih tubuh Mentari agar menghadap ke arahnya lalu Mario memeluk tubuh Mentari barulah Mario bisa memejamkan kedua matanya.


Pagi harinya Mentari terbangun dari tidurnya ia mengerjabkan kedua matanya melihat ke sebelahnya ternyata Mario tak ada disampingnya. Matanya tertuju pada sebuah secarik kertas di atas nakas, ia pun lalu mengambilnya dan membacanya.


'Ayang, maaf kan Aku jika pergi tanpa pamit, Aku harus pergi ke Jepang dua hari karena ada urusan pekerjaan yang harus Ku kerjakan disana. Sekali lagi maaf kan Aku, dari suami Mu yang paling Ganteng, Mario !'


Mentari mengerucutkan bibirnya jujur saja ia merasa sedikit kecewa karena Mario pergi tanpa pamit, bukan hanya itu saja kejadian semalam diantara mereka menambah rasa kecewa Mentari pada Mario.


Mentari pun turun dari tempat tidur dan masuk ke dalam kamar mandi guna membersihkan dirinya karena ia pun harus pergi ke Kampus sebab hari ini adalah hari pertama dirinya masuk kuliah.


Setelah Mentari mandi dan bersiap, ia lalu keluar dari kamar dan menuju ruang makan dimana pasti sudah tersedia sarapan pagi yang dibuatkan oleh pelayan.

__ADS_1


Mentari pun mendudukkan diri di kursi dan memakan sarapan paginya, nasi goreng kampung.


Mentari begitu menyukai sarapan tersebut ia bahkan menghabiskan sarapannya tanpa tersisa.


"Apa sarapan ini kalian buat ?" tanya Mentari ia kemudian meneguk susu di gelasnya.


"Tuan Mario yang membuatnya, Nyonya Muda !"


Byur


Mentari terkejut sampai ia mengeluarkan kembali susu yang ada di mulutnya ke sembarang arah.


"Apa ?!" pekik Mentari


"Iya Nyonya, Tuan Mario yang membuatnya sambil melakukan video call bersama Ibunya Nyonya !" terang pelayan tersebut karena ia melihat betul bagaimana Mario membuat nasi goreng kampung tersebut dibantu oleh Jamilah lewat sambungan video call.


Flash Back


"Ibu Mertua, apa makanan kesukaan Mentari ? Tanya Mario saat ini ia sudah rapi dengan pakaian kerjanya, ia ingin meminta maaf pada istrinya itu dengan membuatkan makanan kesukaannya.


" Oh, mudah saja buat kan Mentari nasi goreng kampung !" jawab Jamilah


"Nasi Goreng Kampung ?" ulang Mario

__ADS_1


"Iya !"


"Bagaimana membuatnya Ibu Mertua ?" tanya Mario lagi karena ia pun bingung bagaimana cara membuatnya.


"Jadi Kamu tidak bisa membuat nasi goreng ?" tanya Jamila


"Aku bisanya membuatkan cucu untuk Ibu Mertua !" jawab Mario dengan santai dan tak tahu malunya.


Jamilah menepuk jidadnya setelah mendengarkan jawaban dari Menantunya tersebut.


"Yo wes, dengerin yo...."


Mario pun mengikuti istruksi dari mertuanya dalam membuat nasi goreng hingga nasi goreng itu jadi dan disajikan di atas meja makan.


"Sudah jadi Ibu Mertua, terimakasih nanti Aku berikan hadiah untuk Mu !" Ucap Mario sebelum memutuskan panggilan video tersebut. Mario harap Mentari mau memakan nasi goreng buatannya dan memaafkan kesalahannya.


Flash Back Selesai


Ponsel Mentari berbunyi ternyata Umi nya menelpon dirinya.


"Hallo Umi !" Mentari mengangkat panggilan itu.


"Ndok, suami Mu mengirimkan Umi tas yang dipakai artis-artis." kata Jamilah sambil memegang tas hermes lindi yang dikirimkan oleh Mario. Tidak hanya satu tas yang Mario kirimkan melainkan ada lima tas hermes dengan model yang berbeda-beda.

__ADS_1


"Hah ?!"


...****************...


__ADS_2