GADIS DESA MILIK PRESDIR

GADIS DESA MILIK PRESDIR
TIDAK BISA TIDUR


__ADS_3

Malam harinya,


"Kenapa Kau tidur di kasur, Ku ?" Arash menatap tajam Melati yang tiba-tiba merebahkan dirinya di kasurnya.


"Memangnya kenapa ? Aku mau tidur lah !" jawab Melati dengan entengnya yang membuat Arash membulatkan kedua matanya sejak kapan Melati mulai berani melawan kepadanya.


"Berani sekali Kau !" Arash menekankan kata-katanya namun Melati tak mengindahkan ucapan Arash, biasanya ia akan takut dengan Arash namun kali ini berbeda ia sudah mengumpulkan keberaniannya untuk melawan Arash.


"Berisik sekali !" Melati menutup telinganya dengan bantal guling hingga membuat Arash mengepalkan kedua tangannya.


Mau tidak mau mulai malam ini Arash tidur seranjang berdua dengan Melati. Karena tidak mungkin ia tidur di sofa sebab ia tak terbiasa jika tidak tidur di kasur yang empuk.


Merasakan kehadiran Arash yang ikut tidur di sampingnya, Melati tersenyum puas akhirnya sedikit demi sedikit Arash bisa menurunkan keegoisannya.

__ADS_1


Malam semakin larut sepasang pengantin baru yang masih berusia muda itu tengah menikmati tidur mereka dengan masuk ke dalam alam mimpi masing-masing.


Bukan Melati namanya jika tidur tidak bisa diam, dan itu membuat tidur Arash menjadi terganggu. Sekali tangan Melati tiba-tiba berada di kening Arash, Arash langsung memindahkan tangan Melati. Sudah tangan berubah lagi kini bagian kaki Melati yang tiba-tiba ada di perut Arash, hingga Arash menggeram kesal.


Satu jam kemudian tanpa sadar Melati telah menendang pantat Arash yang membelakangi tidurnya, hingga Arash jatuh dari tempat tidur.


BUGH


"Yaaaak !" pekik Arash, kepala Arash tiba-tiba berdenyut karena tiba-tiba terbangun dari tidurnya belum lagi rasa sakit di pinggangnya karena benturan lantai.


"Dasar gadis kebo !" maki Arash menatap kesal wajah Melati yang tidur dengan nyenyak nya, sedangkan dirinya sendiri tidak bisa tidur karena ulah Melati yang tidurnya tidak bisa diam.


Pagi harinya sinar mentari telah masuk dari cela-cela gorden. Melati dan Arash masih belum bangun dari tidurnya.

__ADS_1


Mentari yang awalnya ingin membangunkan anak dan menantunya itu karena ingin mengajak mereka pergi jogging bersama Arish jadi mengurungkan niatnya. Pasalnya ia masuk ke dalam kamar Arash yang ternyata tidak di kunci, Mentari melihat anak dan menantunya masih tertidur dengan saling memeluk satu sama lain.


"Uh... pemandangan yang manis sekali, Aku jadi ingat masa muda Ku sewaktu awal menikah." Mentari bahkan sempat-sempatnya memotret Arash dan Melati yang masih tertidur pulas.


Tak lama kepergian Mentari. Suara alarm membangunkan sepasang pengantin baru itu keduanya membuka mata mereka masing-masing. Arash melihat mata indah milik Melati yang seakan membuatnya terpesona karena kecantikan alami dari wajah Melati yang begitu menyejukkan mata.


Berbeda dengan Melati ia seakan merasakan hal yang lain dari dalam hatinya pada Arash. Meskipun Arash selalu bersikap arogan dan semaunya entah mengapa wajah tampan Arash seakan mengusir kekurangan itu.


Lama keduanya saling menatap tiba-tiba mereka tersadar kalau mereka tengah saling berpelukan. Keduanya lantas cepat-cepat melepaskan diri mereka bahkan Melati yang terkejut dengan apa yang terjadi, lututnya bahkan tak sengaja menendang senjata milik Arash hingga membuat Arash menggeram kesakitan.


Dugh


"Aahh...sakit !"

__ADS_1


"Hah, ada apa ?" Melati panik langsung mendudukkan dirinya melihat Arash yang tengah kesakitan memegangi bagian sensitifnya sendiri.


...****************...


__ADS_2