GADIS DESA MILIK PRESDIR

GADIS DESA MILIK PRESDIR
MINTA MAAF


__ADS_3

"Apa Kau belum tidur ?" tanya Arash ia malah menelpon video pada Arish karena dirinya merasa kesepian tidur sendiri di kamar tamu.


"Kau lihat ini pukul berapa ? Ini masih jam dinas Ku !" kata Arish ia kemudian menelisik dimana sebenarnya saudara kembarnya itu.


“Kau sedang dimana ?” tanya Arish penasaran.


“Tidur di kamar tamu !” jawab Arash dengan malas mengatakan dimana posisinya kini berada.


“Dikamar tamu ? Kenapa tidak tidur di kamar Mu ?”


“Aku diusir istri Ku malam ini !” jawab Arash berdecak kesal karena tidak dapat tidur dengan Melati.


Arish melongo mendengar penuturan saudara kembarnya itu. Mungkin kah kini Melati dan Arash tengah bertengkar sampai-sampai Arash tidur di kamar tamu.


“Kalian bertengkar ?”


“Hanya salah paham !” jawab Arash


“Sudah Ku bilang wanita hamil pasti mudah tersinggung karena moodnya sering berubah-ubah !” jawab Arish ia pernah mengatakan itu pada Arash sejak Arash bilang bahwa Melati tengah berbadan dua.


“Aku akan mencoba membujuknya besok !” jawab Arash pelan “Ngomong-ngmong, Apa Kau benar-benar sudah melupakan perasaan Mu pada Melati ?” tanya Arash memastikan, sebab ia tak ingin hubungannya bersama Arish terus merenggang karena cinta Arish yang bertepuk sebelah tangan.

__ADS_1


“Entahlah, yang jelas sejak Ku tahu Melati tengah hamil, Aku jadi tidak tertarik lagi dengannya. Perasaan itu tiba-tiba menguar begitu saja, dan hilang seketika !” jawab Arish apa adanya, ia sudah belajar ikhlas dan tak ingin membahas perasaannya pada Melati.


Sebab melihat Melati sudah bahagia bersama Arash saja sudah cukup untuk Arish.


“Kau tidak sedang bercanda kan ?” tanya Arash pelan.


“Akan Ku bawa calon istri Ku nanti pulang ke rumah, jika Kau tidak percaya pada Ku kalau Aku sudah melupakan perasaan Ku pada istri Mu !” jawab Arish dengan penuh keyakinan.


“Kau punya pacar ?” tebak Arash


“Belum, tapi nanti pasti punya ! Aku ini dokter tampan pasti banyak wanita yang ingin menjadi istri Ku !” jawab Arish dengan percaya diri.


Memang benar selama ini Arish banyak di taksir wanita bahkan ada yang terang-terangan ingin dekat dengan Arish untuk mengambil hatinya. Namun pribadi Arish begitu tertutup ia tak suka menjadi seorang player yang kapan ia sudah bosan dengan satu wanita ia akan ganti dengan wanita yang lain.


Arash yang belum bisa memejamkan kedua matanya, ia kemudian turun dari atas tempat tidur dan keluar kamar. Ia berjalan menuju kamarnya barang kali istrinya itu sudah tidak marah lagi padanya.


Arash mencoba membuka pintu, seperti dewi fortuna sedang berpihak kepadanya sebab pintu kamar tidak dikunci oleh Melati.


Arash perlahan membuka pintu dan masuk ke dalam kamar, di lihatnya istrinya itu tengah berkutat di layar laptopnya. Arash pikir istrinya sudah tidur ternyata, belum.


Arash melihat apa yang dikerjakan oleh istrinya itu, ternya ia tengah mengerjakan penelitiannya. Arash jadi merasa bersalah karena sudah memaksa Melati untuk berhenti bekerja, padahal itu adalah impian istrinya menjadi seorang dosen.

__ADS_1


Arash kemudian memeluk Melati dari belakang hingga Melati merasa terkejut, sebab tiba-tiba Arash datang ke kamar memeluknya.


“Kembali lah bekerja, Aku tidak akan memaksa Mu untuk berhenti bekerja. Maafkan Aku yang terlalu egois dan overprotektif pada Mu, semua Ku lakukan karena Aku menyayangi Mu dan calon anak Kita !” kata Arash dengan lembut yang membuat Melati menjadi terpaku.


“Aku minta maaf sudah salah sangka pada Mu, tolong jangan usir Aku dari kamar Kita, beri saja Aku hukuman yang lain !” kata Arash lagi hingga Melati menoleh ke arah Arash dan keduanya saling menatap dalam jarak pandang yang cukup dekat.


Pada akhirnya Melati luluh juga, siapa yang tidak bisa terpikat oleh kelembutan hati suaminya itu. Apalagi Melati melihat Arash mengatakannya dengan sungguh-sungguh dan penuh rasa penyesalan. Melati kemudian memaafkan Arash, dan memperbolehkan Arash untuk tidur bersamanya lagi.


“Aku juga tidak akan cemburu lagi pada mahasiswa Mu !” kata Arash dengan suara beratnya


“Iya, Kau terlihat jelek kalau cemburu !” kata Melati tersenyum manis


“Sayang, Aku tidak bercanda !” keluh Arash


“Aku juga !” Melati mengalungkan kedua tangannya ke leher Arash. “Gendong…Aku ngantuk !” kata Melati dengan manjanya.


“Apa pekerjaannya sudah selesai ?” tanya Arash yang melihat layar laptop istrinya itu masih menyala.


“Sudah ! Aku hanya memeriksanya saja !” jawab Melati.


“Okey, ayo Kita tidur !” Arash menggendong istrinya itu ala bridal menuju ranjang mereka berdua hingga keduanya kemudian tidur saling memeluk satu sama lain dan masuk ke alam mimpi.

__ADS_1


Lain hanya dengan Mario saat ini pria itu tengah kebingungan bagaimana caranya bisa masuk ke kamar. Sebab barusan ia ke kamar tamu menemui Arash namun putranya itu sepertinya sudah kembali ke kamar istrinya. Tinggal lah dirinya seorang diri seperti orang bodoh memikirkan upaya apa yang dapat ia lakukan agar bisa tidur bersama istrinya.


__ADS_2