GADIS DESA MILIK PRESDIR

GADIS DESA MILIK PRESDIR
STATUS MENTARI


__ADS_3

"Serius itu Mentari ?" ucap Bela saat mobilnya tak sengaja berpapasan di lampu merah ia melihat Mentari di dalam sebuah mobil Bugatti. Pada saat itu Mentari tengah menurun kan kaca mobilnya.


Lampu merah pun berubah menjadi hijau Bela pun mengikuti mobil yang ditumpangi Mentar dari belakang karena dia merasa kepo, sebab sekelas gadis desa seperti Mentari mengapa bisa naik mobil mewah seperti itu.


"Apa dia simpanan Om-om ?" ucap Bela seorang diri ia menebak-nebak bisa saja Mentari menjadi seorang sugar daddy.


Mobil Bela kemudian terhenti kala Mobil yang membawa Mentari berhenti di depan gerbang kampus mereka. Bahkan sang punya mobil yang membawa Mentari pun ikut turun membuka kan pintu untuk Mentari.


"Kuliah yang rajin, ya." Mario mengusap lembut pucuk kepala Mentari dan seperti biasa Mentari menyalimi Mario saat keduanya akan berpisah.


"Hah ? Itu kan...Apa Mata Ku salah lihat ?" Bela mengucek-ngucek kedua matanya memastikan kembali apa yang ia lihat salah, tapi itulah kenyataannya.

__ADS_1


Tak lama Mentari berpisah dengan Mario, Bela juga melihat ada dua orang pria yang menunduk hormat pada Mario seolah dua orang pria tersebut sangat mematuhi Mario lalu dua pria itu juga masuk ke dalam kampus.


Bela menelan kasar air liurnya, ia begitu mengenal siapa Mario. Hubungan keluarganya dengan keluarga Mario sangat dekat, Bela saja yang ketinggalan berita jika Mario sebenarnya sudah menikah dengan Mentari.


"Apa Mentari, wanitanya ?" lirih Bela jika pun benar ia tak mungkin membantu Safira untuk mencelakai Mentari sebab jika ia ikut campur bisa-bisa keluarganya ikut terkena imbasnya.


Bela yang penasaran pun mencari tahu hubungan Mario dab Mentari dengan Kakaknya. Ia menelpon Kakaknya, dan Kakaknya pun mengatakan jika Mario sudah menikah, dan benar di foto pernikahan tersebut Mario sudah menikah dengan Mentari.


......................


Mentari menatap tajam wajah sahabatnya, Bunga. Pasalnya ia masih kesal, marah, dan kecewa sebab sahabatnya tersebut menikah diam-diam dan terlebih lagi pria yang menjadi suaminya adalah pria yang sudah memiliki istri, Bunga menikah siri dengan pria tersebut alias menjadi istri simpanan.

__ADS_1


"Bagaimana kalau Bapak dan Ibu Mu tahu ? Mau di taruh dimana muka mereka apalagi sampai warga desa tahu kalau putrinya adalah istri simpanan !" sarkas Mentari dan Bunga hanya bisa menundukkan wajahnya.


"Ini semua terjadi bukan kehendak Ku, Aku dipaksa menikah dengannya." lirih Bunga kali ini matanya sudah berkaca-kaca di Kota hanya Mentari lah satu-satunya temannya ia tak punya siapa-siapa untuk mengadu, persetan jika Mentari marah padanya yang terpenting Bunga sudah jujur pada sahabatnya itu.


"Jadi dia menikahi Mu agar Dia bisa mendapatkan harta warisan kedua orang tuanya, benar begitu ?" tanya Mentari memastikan lagi perkataan Bunga padanya tempo hari.


Bunga menganggukkan kepalanya "Asal Aku bisa memberikannya seorang Anak." jawab Bunga lagi.


"Kau gila Bunga ! Gila ! Sinting ! Jadi setelah Kau hamil dan melahirkan kau akan memberikan anak Mu padanya ? Yang benar saja ! Kau kira hidup Mu seperti di sebuah Novel ?!" cecar Mentari dengan banyak sekali pertanyaan saking kesalnya pada Bunga.


"Mau bagaimana lagi, dari pada Aku masuk penjara Ibu dan Bapak Ku malah pasti lebih merasa malu !"

__ADS_1


...****************...


__ADS_2