GADIS DESA MILIK PRESDIR

GADIS DESA MILIK PRESDIR
NASIB ALBERT


__ADS_3

Bunga terbangun dari tidurnya saat mendengar tangisan Farhan anak lelaki yang ia lahirkan satu tahun lalu berbarengan dengan anak Mentari. Ia langsung bergegas menuju kamar Farhan dan melihat Farhan yang menangis karena mungkin telah bermimpi buruk.


“Farhan sayang, jangan menangis ya…” Bunga menggendong tubuh Farhan agar putranya itu tidak menangis lagi.


“Ada apa dengan Farhan, Nak ?” tanya Wilson Kakek Albert.


Berita Albert yang memiliki istri lain selain Naura, sampai ditelinga Wilson. Tentu saja pria tua tersebut sampai syok dan marah pada Albert. Apalagi ternyata Naura adalah biang keladi dari masalah yang terjadi pada istri Mario dan juga Bunga. Terlebih lagi ternyata Naura berselingkuh dan hamil dari anak pria lain.


Wilson membawa Bunga tinggal di Turki, tiga hari setelah Bunga melahirkan. Wilson ingin memberikan pelajaran pada Albert agar cucunya itu merasakan bagaimana rasanya tanggung jawab.


Walau pun Albert sudah menceraikan Naura dan berjanji pada Wilson akan berubah. Tapi Wilson tetap menolak Albert menemui Bunga dan Farhan, bahkan Wilson tidak memberi tahu Albert dimana ia dan Bunga kini berada.


Berita tentang Bunga yang sudah memiliki anak pun bahkan sampai di telinga kedua orang tuanya di Desa. Awalnya kedua orang tua Bunga begitu kaget pasalnya Bunga pamit izin pergi ke Kota karena ingin bekerja, namun siapa sangka putrinya di kota sudah menikah bahkan sudah melahirkan seorang putra, penerus generasi keluarga William.

__ADS_1


Kedua orang tua Bunga marah besar pada Bunga, namun Wilson berusaha meyakinkan kedua orang tua Bunga untuk tidak menyalahkan Bunga. Wilson bahkan memberikan apapun pada kedua orang tua Bunga agar memaafkan Bunga.


Albert yang kehilangan Bunga dan Farhan menjadi kalang kabut, apalagi ini sudah satu tahu berlalu namun ia tak bisa sama sekali menemukan keberadaan Bunga dan Farhan.


“Apa hanya begini kemampuan kalian !” ucap Albert dengan suara meninggi.


Bugh


Albert melayangkan pukulan keras di wajah anak buahnya karena marah anak buahnya tersebut tidak menemukan dimana keberadaan Bunga dan Farhan.


“Keluar kalian !” teriak Albert hingga para anak buahnya keluar dari ruang kerjanya dengan cepat.


Albert menundukkan diri dengan kasar di kursi kerjanya, ia sampai pusing tujuh keliling sebab tak dapat menemukan keberadaan Bunga dan Farhan.

__ADS_1


Sekelebat ingatannya pada Bunga saat Bunga masih menjadi istri sirinya, Bunga begitu lembut dan perhatian padanya, hanya saja dirinya yang bodoh tidak menyadari jika ia sudah dicintai oleh wanita sebaik Bunga dan lebih memilih wanita yang hanya berpura-pura mencintainya demi harta dan hidup mewah.


‘Tuan, bawa ini untuk makan siang !’


‘Tuan, Aku sudah memasak, ayo kita makan bersama !’


‘Tuan, Aku sudah menyiapkan air hangatnya !’


‘Tuan Aku ingin es krim !’


Albert sampai menitihkan air matanya saat kata-kata Bunga terus terngiang-ngiang di kepalanya. Ia sudah jatuh cinta pada Bunga, andaikan waktu bisa di ulang kembali. Ia tidak akan menyia-nyiakan wanita sebaik Bunga, ia begitu bodoh iya, dirinya sudah begitu bodoh membuang berlian demi sebuah batu kerikil.


“Kakek, tolong pertemukan Aku dengan Bunga dan Farhan. Aku menyesal Kakek, sungguh maaf kan Aku !”

__ADS_1


tulis Albert pada sebuah pesan di ponselnya untuk Kakek Wilson yang Albert harap Wilson akan membacanya, padahal Wilson telah menonaktifkan ponselnya satu tahun lalu agar Albert tidak bisa mencari dan melacak keberadaannya bersama Bunga.


...****************...


__ADS_2