GADIS DESA MILIK PRESDIR

GADIS DESA MILIK PRESDIR
OSPEK


__ADS_3

Mentari berada di barisan nomor enam dimana kegiatan ospek yang ia ikuti bersama mahasiswa lainnya di adakan di dalam gedung pertemuan. Mereka akan mengikuti serangkaian acara mulai dari pengenalan kampus yang akan disampaikan oleh beberapa dosen dan juga kegiatan out door lainnya.


Para mahasiswa di absen menurut kelompok mereka masing-masing.


"Bunga Zainal !"


Mentari menoleh ke arah dimana nama yang sangat ia kenal tentu saja ia mengenalnya karena nama tersebut adalah nama sahabatnya, Bunga.


"Saya, Kak !" jawab Bunga mengangkat tangannya dan membuat Mentari membulatkan kedua matanya.


"Bunga.." gumam Mentari, setahunya Bunga tidak melanjutkan pendidikannya ke jenjang kuliah karena ia mimilih ingin bekerja, namun mengapa saat ini Bunga berada di kampus yang sama dengannya dan mengikuti kegiatan ospek ? Mungkin kah Bunga juga kuliah di kampus yang sama dengannya.


"Cahaya Mentari !"


"Cahaya Mentari ?


"Cahaya mentari ? Hei mana itu yang namanya Matahari bercahaya ?!" ucap Kakak senior yang mengabsen nama Mentari namun Mentari yang tidak fokus karena terus melihat Bunga membuat ia tak mendengarkan suara Senior yang tengah mengabsen nama dirinya.


"Sa.. Saya Kak !" Mentari mengangkat tangannya hingga teman-teman seospek dengannya melihat ke arahnya.

__ADS_1


Sejenak Senior itu diam terpaku saat melihat siapa mahasiswa yang bernama Cahaya Mentari tersebut seolah terhipnotis dengan cantik dan manisnya wajah Mentari.


Dia adalah Bara Valentino presiden badan eksekutif mahasiswa singkat saja nama organisasi itu adalah BEM organisasi paling elit yang digandrungi para mahasiswa dan siapa pun berlomba-lomba ingin menjadi anggota BEM agar dianggap mahasiswa paling keren, beken dan tenar di kampus.


"Cantik-cantik budek !" sindir salah satu anggota BEM yang merasa sok cantik.


"Lain kali fokus !" tegur Bara pada Mentari dengan suara yang pelan.


"Iy.. Iya Kak !" Mentari menjadi tak enak dan menundukkan wajahnya.


Selama kegiatan ospek dilakukan Bara selalu mencuri-curi pandang pada Mentari. Seolah jatuh cinta pada pandangan pertama ibarat kata orang jawa witing tresno jalaran soko kulino !


"Lihat apa, Bro ?" sapa Alan pada Bara yang sejak tadi Alan perhatikan Bara melihat ke arah lain.


"Wih...beningnya !" puji Alan yang mengerti kemana pandangan yang Bara tuju.


"Pepetin aja, pasti dapet kok !" ucap Alan lagi sambil terkekeh.


"Apa sih ?" Bara merasa risih dengan Alan yang meledeknya. Ia mengalihkan pandangannya ke arah lain dimana ada dosen yang tengah memberikan materi ospek hari ini namun matanya sesekali terus melirik ke arah Mentari.

__ADS_1


Jam istirahat pun tiba, semua mahasiswa baru nampak pergi mencari tempat di luar gedung pertemuan untuk beristirahat dan menghirup udara segar.


Mentari menghampiri Bunga dengan raut wajah yang penuh tanda tanya.


"Bunga ?!" panggil Mentari sudah satu minggu ini Bunga menghilang bahkan kontak Bunga pun tak bisa Mentari hubungi sama sekali alias di blokir.


"Me..Mentari !" jawab Bunga terbata-bata.


"Sini ikut Aku !" Mentari menarik tangan Bunga menuju koridor kampus yang nampak sepi untuk biacara berdua.


"Kemana saja Kau ? Kenapa nomor ponsel Mu tidak bisa dihubungi ? Katanya Kau mau kerja, lalu kenapa Kau ada disini dan ini Kenapa juga Kau ikut ospek ?" Mentari mencecar Bunga dengan banyak pertanyaan hingga Bunga bingung harus menjawab yang mana.


"Satu-satu kalau bertanya !" kata Bunga ia menjeda ucapannya "Oke, Aku akan menjawabnya !"


"Iya, ayo jawab !" titah Mentari


"Aku udah nikah !" lain yang ditanya lain yang dijawab oleh Bunga.


"What ?!"

__ADS_1


...****************...


__ADS_2