GADIS DESA MILIK PRESDIR

GADIS DESA MILIK PRESDIR
INI SEMUA KARENA MIE


__ADS_3

"Uh..perut Ku lapar." keluh Melati saat hari sudah tengah malam, namun tiba-tiba ia mengeluh kelaparan.


Tadi sore Mentari mendatangkan seorang jasa pijat refleksi untuknya karena tubuhnya masih pegal-pegal akibat ulah Wilona dan Marcelia, tanpa sadar memang Melati terlelap tidur karena pijatan yang diberikan oleh jasa pijat tersebut.


Bahkan Melati tak tahu kapan selesai pijatan itu ia pun tak tahu saking rileks dan enaknya pijatan tersebut, membuat dirinya terbang ke alam mimpi. Tapi yang pasti Mentari lah yang memastikan semuanya hingga melihat Melati tertidur pulas pun Mentari tak membangunkan Melati ia memberikan waktu istirahat untuk Melati.


Melati keluar dari kamarnya dan menuruni anak tangga, dan menuju dapur. Hari sudah menunjukkan pukul 11 malam, wajar saja tidak ada lagi para pelayan yang beraktifitas bahkan mungkin Mario dan Mentari sudah tidur.


Melati kemudian membuka lemari penyimpanan makanan, ia melihat ada beberapa bungkus mie instan. Seketika cacing diperutnya meronta-ronta.


Melati kemudian mulai memasak mie itu lengkap dengan memberikan tambahan telur sosis, bakso dan beberapa sayuran. Saat ia tengah asyik memasak, tiba-tiba Arash telah berada di belakang tubuhnya dan membuka lemari yang ada di atas kepala Melati hingga posisi mereka begitu intim.


"Masakkan Aku yang ini !" Arash menyodorkan mie instan yang ia ambil dari dalam lemari pada Melati. Hingga membuat Melati menjadi canggung, pasalnya Arash tak menjauh dari tubuhnya.


"Iy..iya !" kata Melati dengan gugup.


Arash kemudian menjauh dari Melati dan duduk di kursi barista menunggu Melati memasakkan Mie instan miliknya. Setelah Mie yang dimasak oleh Melati selesai, ia menaruh mangkok Mie instan milik Arash di hadapan Arash. Sedangkan Melati ia mulai memakan Mienya sendiri.

__ADS_1


"Kenapa punya Ku tidak sama seperti Mu ?" tanya Arash yang melihat tampilan Mie miliknya begitu polos tidak ada sayuran dan juga lauknya.


"Kau tidak minta !" jawab Melati dengan santainya.


"Apa perlu Ku jelaskan, agar Kau mengerti !" Arash berdecak kesal.


"Kau tidak bilang, mana mungkin Aku tahu dan mengerti ! Lain kali bilang kalau Kau ingin dimasakkan Mie yang seperti Ku !" sungut Melati kemudian ia kembali menyuapkan Mie ke dalam mulutnya.


"Ini tidak adil !"


"Kembalikan itu punya Ku !" Melati mencoba mengambil mangkuk Mienya yang dijauhkan dari tubuh Arash.


"Kau makan saja punya Ku !" titah Arash


"Tidak mau, punya Mu tidak enak !" seloroh Melati.


"Oh jadi Kau memberiku mie yang tidak enak dimakan sedangkan Kau makan mie yang enak, dasar tidak adil !"

__ADS_1


"Bu..bukan begitu maksud Ku.."


"Kalau begitu makan punya Ku !" Arash hendak memasukkan mie milik Melati ke dalam mulutnya namun tak kunjung masuk sebab mangkuk dan Mie itu sudah diambil oleh Melati


"Yaaak ! Itu milik-Ku !" Melati kemudian memasukkan Mie itu ke dalam mulutnya. Karena Mie itu panjang, bukan Arash namanya jika tidak bisa berbuat yang seenaknya.


Arash memangut mie itu hingga membuat Melati membulatkan kedua matanya sebab bibir mereka kini sudah bersentuhan.


Keduanya nampak menatap satu sama lain dan diam terpaku apalagi detak jantung mereka menjadi berdebar kencang.


Deg


Hingga pada akhirnya mereka terkejut kala mendengar suara bas bunga kayu dijatuhkan oleh seseorang.


BRUKK


...****************...

__ADS_1


__ADS_2