
“Kenapa Mas tidak pergi ke Thailand ?” tanya Mentari.
“Aku ingin menghabiskan waktu Ku bersama Mu, Yank dan juga dua jagoan kita !” Mario memeluk Mentari dengan erat, sudah cukup satu tahun lalu ia merasakan sesak dan derita karena Mentari tak kunjung sadar dari masa komanya.
“Lagi pula Aku sengaja menyuruh sepasang mantan kekasih itu untuk pergi, Aku rasa mereka berdua perlu menyelesaikan masalah yang terjadi diantara mereka.” Kata Mario dengan tersenyum.
Harry sendiri pernah bercerita dengannya kalau hubungan Harry sudah ditahap ranjang, namun keduanya putus karena sebuah kesalah pahaman. Apalagi Mario sering melihat Harry dan Lusi tidak akur dan pernah bertengkar hingga membuat heboh karyawan di kantor.
“Jadi sebenarnya mereka masih saling cinta ?” ucap Mentari kemudian.
“Kemungkinan begitu, bisa saja rasa cinta mereka terhalang ego dan gengsi diantara keduanya.” Jawab Mario
“Ya ampun Aku jadi terharu pada suami Ku ? Apa suami Ku sudah berahli profesi sebagai dukun cinta ?” Mentari terkekeh geli sebab jawaban Mario barusan seolah-olah meyakinkan Mentari.
“Yank, jangan meledek Ku. Atau Ku makan dirimu !”
“Makan Aku kalau bisa !” Mentari menjulurkan lidahnya, dan berlari menuju pintu kamar namun ternyata kekuatannya tak sebanding dengan Mario. Mario langsung membawa Mentari layaknya karung beras dipunggungnya.
Mario kemudian merebahkan tubuh Mentari diatas tempat tidur. Ia membelai wajah cantik istrinya itu dengan lembut hingga membuat Mentari terbuai akan sentuhan suaminya.
“Apa tidak apa-apa melakukannya ?” tanya Mario ia membutuhkan pesetujuan dari istrinya itu.
__ADS_1
“Memangnya kenapa ? Bukan kah dokter sendiri yang bilang kalau luka jahitan pasca operasi Ku sudah sembuh ? Jadi sudah kita bisa melakukannya.” Mentari mengelus pipi suaminya dengan lembut.
“Aku hanya takut nanti Kau merasa sakit.” Lirih Mario, ia begitu khawatir dengan kondisi kesehatan istrinya, karena ia sangat menjaga betul kesehatan istrinya sejak Mentari pulang ke rumah.
“Aku sudah sembuh Mas ! bahkan Mas bisa melakukannya kapan pun Mas mau, sebab Aku sudah tidak bisa dibuahi lagi !” Mentari menggigit bibirnya. Seikhlas apa pun ia kehilangan rahimnya, tetap saja ada rasa kecil hati dalam dirinya.
Mario terdiam, ia tahu istrinya pasti merasa kecil hati karena tak lagi memiliki rahim. Tapi ia mencoba berusaha untuk tetap menyemangati Mentari dengan cara apa pun.
“Yank, jangan selalu berselimut dengan kesedihan, kasihan Arash dan Arish mereka jauh lebih penting dan membutuhkan kita terutama diri Mu." Lirih Mario hingga membuat Mentari tersadar dari pikirannya.
“Maaf kan Aku Mas.”
“Jangan lagi, okey ?” Mario menatap Mentari lekat dan mencium kening Mentari dengan lembut.
“Mas, ngilu !” lirih Mentari ia merasa ngilu di area intinya setelah melakukan kegiatan berkebun dengan suaminya.
“Apa yang ngilu, Yank ?” tanya Mario cepat ia seketika merasa khawatir dengan keadaan istrinya.
“Sawahnya !” jawab Mentari pelan.
Mario benafas lega ia pikir Mentari merasakan sakit di area perutnya.
__ADS_1
“Tidak apa Yank, itu wajar. Sebab kita sudah satu tahun tidak melakukannya !” kata Mario tercengir kuda.
Mentari terdiam ia bahkan menelan kasar air ludahnya. Satu tahun memang mereka tidak melakukannya, ia jadi berpikiran negative pada suaminya itu, apakah benar Mario berpuasa selama itu saat ia masih dalam keadaan koma ?
“Yank, jangan berpikiran yang buruk tentang Aku. Kalau suami di luar sana sanggup berpuasa 40 hari lain hal dengan Ku, Yank. Aku puasanya satu tahun !” kata Mario sambil terkekeh.
“Apa kepala Mas tidak pening ?” tanya Mentari, sebab diawal mereka menikah Mario sering mengeluh sakit kepala jika oli burionya tidak dikeluarkan satu hari saja.
“Kadang-kadang Yank, bahkan sering !” jawab Mario apa adanya ia sampai menutup bibirnya.
“Maaf Mas, Aku terlalu larut dalam mimpi indah Ku di alam bawah sadar Ku. Kalau begitu sebagai gantinya, mulai hari ini bukan Mas yang akan meniduri Mu. Tapi Aku yang akan meniduri Mu, Mas !”
Mario terperanjat kaget mendengar jawaban dari istrinya. Bahkan tubuhnya kini sudah dalam kungkungan istrinya.
“Yank…?”
“Nikmati buka puasa Mu, Mas Mario !”
Cup
...****************...
__ADS_1
Gaes Aku kemarin lupa update sebab sibuk masak buat lebaran hehehe…ngomong-ngomong kalian dapat daging kurban gak ? Dimasak apa dagingnya ?