
Bunga Zainal terpaksa harus menikah dengan pria yang bernama Albert karena sebuah insiden dimana Bunga menabrak mobil mewah Albert secara tidak sengaja. Pada waktu itu Bunga bekerja sebagai seorang kurir pengantar makanan. Bunga pikir dengan datang ke Kota bisa mendapatkan pekerjaan yang bagus dan hidup enak tapi nyatanya menjadi orang sukses tidak semudah itu.
Kesialan Bunga pada saat ia tak sengaja menabrak mobi mewah Albert dan Albert tak terima mobilnya rusak ia pun meminta pertanggung jawaban Bunga dengan memjnta ganti rugi. Apa yang harus di ganti rugi, sedangkan Bunga saja tidak punya pegangan uang hidupnya terluntang-lantung tak jelas berpindah-pindah tempat tinggal mencari tempat tinggal yang paling murah untuk bertahan hidup.
Albert sempat mengancam akan membawa Bunga ke kantor polisi dan memenjarakannya, namun semua niat itu Albert urungkan saat menelisik lagi wajah Bunga yang lumayan cantik walau pun tidak cantik-cantik amat seperti wanita korea.
Albert pun memberikan Bunga pilihan jika Bunga tidak mau masuk penjara Bunga harus menerima jika ia mau menikah dengan Albert.
Albert seorang pewaris utama di keluarganya, namun Ayahnya tak memberikan haknya sebagai seorang pewaris karena sudah lima tahun ia menikah dengan istrinya tak kunjung juga memiliki anak, sebab syarat utama Albert jika ingin mewarisi harta kekayaan dan perusahaan Ayahnya adalah harus bisa memberikan Ayahnya seorang cucu.
Sedangkan istrinya yang bekerja sebagai seorang Model tak mau mengandung takut jika tubuhnya rusak dan namanya tak lagi laku di dunia Model.
Bunga pun terpaksa menikah dengan Albert, mau tahu bagaimana prihatinnya hidup Bunga setelah menikah dengan Albert ? Meskipun Albert menjamin hidup Bunga dan menberikan Bunga biaya pendidikan, Bunga hanya dijadikan
partner ranjang Albert, Albert tak pernah menghargai Bunga sebagai istrinya karena yang terpenting bagi Albert adalah Bunga harus bisa hamil dan mengandung anaknya. Sebab Albert sangat mencintai istrinya.
__ADS_1
......................
Mentari menghela nafasnya, ada istilah yang mengatakan Kehidupan Mu saat ini adalah harapan bagi banyak orang. Mungkin ini salah satu yang dimaksudkan melihat nasib hidup sahabatnya, Bunga Zainal.
"Apa dia berprilaku baik pada Mu ?" tanya Mentari dengan lembut kali ini ia sudah membuang amarahnya pada sahabatnya itu amarah itu seketika menjadi rasa kasihan dan iba.
"Dia baik, tapi tidak baik kalau di ranjang !" lirih Bunga karena memang benar Albert hanya menginginkan tubuhnya bukan hatinya.
"Jadi Kau jatuh cinta padanya ?" Mentari dapat melihat gelagat sahabatnya itu ia bisa menebak jika Bunga sudah menyukai Albert.
Bunga menganggukkan kepalanya mau bilang tidak juga percuma karena ia memang jatuh cinta pada Albert meski pun Albert sudah punya istri.
Saat keduanya masih berbincang-bincang tiba-tiba terdengar suara seseorang memanggil nama Mentari.
"Mentari !" Bara berjalan cepat mendekat ke arah Mentari.
__ADS_1
"Kayaknya dia naksir pada Mu." Bunga menyenggol lengan Mentari dan Mentari hanya bisa berdecak.
"Sudah baca pesan Ku ?" tanya Bara
"Pesan ?" kata Mentari sebab ia tak membaca pesan apapun hari ini di ponselnya.
"Iya, Aku mengirim kan Mu pesan undangan pembukaan caffe kopi."
"Ah.. Aku belum membuka ponsel seharian ini, Maaf Kak !" jawab Mentari apa adanya.
"Jadi bagaimana ? Apa Kau bisa datang ?" tanya Bara lagi.
"Maaf Kak, Aku ada janji hari ini dengan.." ucapan Mentari terputus, karena tiba-tiba Safira dan Cika datang menyapa Bara.
"Hai, Bara ?
__ADS_1
"Sekali lagi maaf Kak, Aku dan teman Ku harus kembali ke Kelas, permisi !" Mentari langsung membawa Bunga pergi dari hadapan Bara dan juga Safira. Sedangkan Bara merasa kecewa karena tak bisa mewujudkan keinginannya membawa Mentari ke pembukaan caffe kopinya.
......................