GADIS DESA MILIK PRESDIR

GADIS DESA MILIK PRESDIR
MEMBERITAHU


__ADS_3

“Jadi Kau tahu dimana keberadaan Bunga dan anak Ku ?” ucap Albert tersenyum lebar, ia tentu saja begitu senang dan bahagia kala mendengar langsung dari mulut Mentari, kalau Mentari tahu dimana keberadaan Bunga dan Farhan.


“Heum…Aku tahu dimana mereka !” jawab Mentari.


“Tolong katakan dimana mereka, Aku sangat merindukan mereka berdua !” Albert berkata lirih.


“Sebenarnya Aku malas sekali membantu Mu, saat mengingat bagaimana perlakuan Mu dulu dengan Bunga. Apa Kau tahu, Bunga itu tidak hanya seorang sahabat untuk Ku, tapi Aku sudah menganggapnya seperti saudara Ku sendiri !” kata Mentari menatap kesal pada Albert.


“Aku tahu kesalahan Ku padanya, Aku berjanji akan menebus semua kesalahan Ku !” jawab Albert dengan tegas.


“Dengan cara apa ? Membahagiakannya ? Kalian saja sudah bercerai ! Lagi pula Bunga pasti tidak mau kembali dengan pria seperti Mu ! Apa Kau tahu, Bunga sampai nekat bunuh diri gara-gara ulah Mu, Tuan Albert !” kata Mentari ia jadi emosi sendiri saat bicara dengan Albert.


“Sabar Yank, sabar !” Mario ikut nimbrung takut jika terjadi pertengkaran diantara istri dan temannya itu.


Albert tertunduk lesu, tentu saja ia tahu kabar Bunga yang katanya hendak melakukan percobaan bunuh diri. Ia tahu hal itu dari Melisa, Melisa menceritakan banyak tentang Bunga setelah dirinya dan Bunga bercerai.

__ADS_1


“Tapi dalam hukum islam, dia tengah mengandung anak Ku itu artinya perceraian kami tidak sah, dia masih istri Ku !” jawab Albert pelan.


“Istri ?” Mentari menyunggingkan senyuman mengejek dibibirnya.


“Iya, Aku ingin menebus segala dosa Ku padanya !” lirih Albert yang membuat Mario menjadi kasihan.


“Jangan memikirkan dosa Mu padanya saja ! Dosa Mu juga ada pada Ku ! Aku sampai kehilangan rahim karena ke egoisan istri Mu, si Naura itu !” cecar Mentari


“Aku minta maaf atas nama Naura, beribu maaf dari Ku mungkin tidak cukup untuk kalian, maaf kan Aku !” jawab Albert pelan.


“Apa Kau juga seperti ini pada kedua orang tua Bunga di desa ?” tanya Mentari.


“Iya, tapi mereka seolah tak berhati nurani tidak memberitahu Ku dimana Bunga berada.” Jawab Albert, tentu saja ia sering mengunjungi mertuanya di Desa demi mendapatkan informasi dimana keberadaan Bunga. Namun kedua orang tua Bunga tak mau memberitahu dimana keberadaan anaknya itu, sebab mereka di larang oleh Tuan Wilson, Kakeknya Albert.


“Tentu saja mereka tak mau memberi tahu Mu, karena Kakek Mu yang melarang mereka !” kata Mario.

__ADS_1


“Iya, Aku tahu. Kalian tahu benar seperti apa Kakek Ku !” lirih Albert.


“Ya sudah, berdiri lah ! Akan Ku beritahu dimana keberadaan anak dan istri Mu !” kata Mentari malas, ia sungguh tidak tega melihat orang sampai berlutut dihadapannya, rasanya ia seperti tak berkeprimanusiaan.


“Benar Kah ?” Albert langsung berdiri dari simpuhnya.


“Iya !” jawab Mentari singkat.


“Tapi tidak gratis !” kata Mario cepat.


“Apa yang kalian ingin kan, katakan Aku akan mengabulkannya !” jawab Albert mantap tentu saja ia akan memberikan dan melakukan apapun untuk Mentari dan Mario jika mereka berdua mau memberitahu dimana keberadaan Bunga dan Farhan.


“10 persen saham perusahaan Mu !” kata Mentari yang membuat Mario langsung menoleh ke arah istrinya dan membuat matanya langsung kedap-kedip tak berhenti.


“Apa ?!” Albert berteriak hingga membuat Mario dan Mentari terkejut beruntungnya tak sampai kejang-kejang karena serangan jantung.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2