GADIS DESA MILIK PRESDIR

GADIS DESA MILIK PRESDIR
BALAS BUDI


__ADS_3

"Siapa yang mengizinkan Mu membawa orang asing masuk ke dalam villa ini ?!" Arash membentak Melati, setelah ia tahu kalau Melati membawa masuk orang asing ke dalam villa keluarganya.


"Aku hanya menolong dia, karena dia tadi terbawa arus ombak !" jawab Melati pelan.


"Memangnya Kau mau menjadi apa ? Pahlawan kesiangan !"


"Cukup Arash ! Tidak bisakah Kau melihat orang itu tengah butuh pertolongan !" potong Melati cepat.


"Terserah Kau saja !" Arash meninggalkan Melati namun sebelum itu ia menghentikan langkah kakinya saat mendengar Melati berkata lagi.


"Bilang saja Kau cemburu, iya kan ?" kata Melati dengan sinis, ia sengaja memprovokasi Arash.


"Cemburu ?" Arash langsung tersenyum mengejek. "Kau itu bukan tipeku !" kata Aras selalu Iya pergi meninggalkan Melati yang diam terpaku dan kemudian Melati menggeram kesal.


......................


Malam harinya Melati dan Arash tengah menikmati makan malam bersama juga dengan Alan. Mereka makan dengan tanpa ada yang bicara. Hingga pada akhirnya muncul ide gila di dalam benak Melati untuk membalas perbuatan Arash selama ini padanya, dengan maksud mungkin saja bisa merubah Arash dan menerima dirinya.


"Ekhem...Alan, besok Aku akan mengantarkan Mu pulang." kata Melati memecah keheningan.

__ADS_1


"Benarkah ? Ah...Aku benar-benar berterima kasih pada Mu." jawab Alan lagi dengan tersenyum manis.


"Sama-sama." jawab Melati juga tersenyum manis pada Alan.


"Aku menginap di Hotel X bersama dua orang teman Ku, pasti mereka sangat khawatir dengan keadaan Ku !" Alan bicara apa adanya.


"Tentu saja. Apa Kau butuh ponsel ? Pakai lah punya Ku jika Kau ingin menghubungi teman Mu." tawar Melati


"Ku rasa tidak perlu, Melati. Aku ingin memberikan mereka kejutan !" jawab Alan sedikit terkekeh.


"Ah...benar, setelah melihat Mu, pasti mereka mengira Kau hantu !" Melati dan Alan terlibat percakapan yang begitu intens bahkan mereka mengabaikan Arash.


"Benar-benar manusia arogan !" kata Melati seorang diri melihat tubuh Arash yang hilang dibalik pintu kamar.


Alan bisa membaca situasi yang terjadi diantara Melati dan Arash. "Jadi apa hubungan Mu, dengannya ?" tanya Alan penasaran, sebenarnya ia sejak tadi ingin bertanya namun takut salah.


"Kami sudah menikah !" jawab Melati apa adanya.


"What ?!" Alan terpekik, usia Melati sama dengannya begitupun dengan Arash. Alan sampai tak percaya sebab mereka masih muda dan masih sekolah, lalu Melati dan Arash ternyata sudah menikah.

__ADS_1


"Kau ingin membalas Budi, kan ?" kata Melati menoleh ke arah Alan.


Alan terdiam, lalu ia dengan tulus menganggukkan kepalanya.


"Pura-pura lah pacaran dengan Ku ! Aku ingin membuat Arash cemburu dan membuka hatinya untuk Ku !" kata Melati dengan penuh keyakinan.


Alan diam terpaku, permintaan Melati sungguh di luar nurul.


"Hanya untuk lima hari saja !" Melati mengatupkan kedua tangannya agar Alan mau menerima permintaannya.


"Kalian terjebak di dalam hubungan yang sangat lucu !" kata Alan dengan santainya.


"Jadi Kau mau menolongku, apa tidak ?" tanya Melati lagi.


"Oke baiklah ! Lagi pula Minggu depan Aku sudah kembali ke negara Ku !" jawab Alan


"Terimakasih banyak Alan !" Melati menyodorkan tangannya pada Alan seraya mengajak Alan untuk berjabat tangan sebagai bentuk kesepakatan diantara mereka berdua.


"Sama -sama !" Alan menyambutnya dengan suka hati, Alan hanya sebatas membalas Budi pada Melati maka dari itu ia menyetujui permintaan Melati. Lagi pula di negaranya ia pun memiliki seorang kekasih, jadi mana mungkin ia berpaling menyukai wanita lain, yaitu Melati. Meskipun Melati cantik dan mempesona, namun ia tak sejahat itu sebagai seorang pria yang menyukai bahkan merebut wanita yang sudah berstatus sebagai istri orang.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2