GADIS DESA MILIK PRESDIR

GADIS DESA MILIK PRESDIR
NASIB IBU TIRI MELATI


__ADS_3

"Ibu, kenapa Ibu tega melakukan ini pada Ku ?" Mawar menangis kesunggukkan karena ini adalah hari dimana ia harus menikah paksa dengan pria yang terpaut jauh umur darinya.


Sita tega akan menikah kan anaknya dengan seorang pria yang sudah berusia 70 tahun, lantaran ia tak memiliki uang untuk membayar hutang dengan pria itu.


"Kau harus menolong Ibu, Mawar ! Sekali ini saja ! Masa Kau tidak mau menolong Ibu, Aku ini Ibu kandung Mu ! Masa Kau tidak mau berbakti dengan Ibu Mu !" kata Sita setengah membentak.


Uang dan kehidupan glamor telah merubah dirinya, dulu ia begitu bahagia pasalnya ia memiliki segalanya atas pemberian Mario. Namun kini harta yang diberikan oleh Mario sudah habis karena Sita tak bisa mengelolanya dengan baik.


Kini terjerat hutang dengan seorang rentenir, dan rentenir itu mengancam Sita jika Sita tak bisa melunasi hutang-hutangnya maka Sita akan dimasukkan ke penjara, kecuali Sita mau menikahkan Mawar pada rentenir itu maka hutang-hutang Sita akan dianggap lunas.

__ADS_1


"Ibu tega !" kata Mawar dengan suara yang bergetar. Ia tak menyangka jika Ibu yang selama ini ia hormati dan ia junjung tinggi kehormatan serta martabatnya, malah menjerumuskan ke dalam nista sebuah pernikahan yang tak pernah ia inginkan dan bayangkan dalam hidupnya.


"Ah, sudahlah. Pokoknya Kau harus menikah dengan Tuan Ying, cepat kalian make up putri Ku. Sebelum mempelai laki-lakinya datang !" kata Sita pada dua orang perias wajah pengantin yang ia sewa untuk merias Mawar.


Setelah kepergian Sita, mau tidak mau Mawar harus di rias wajahnya oleh para MUA. Tiga puluh menit kemudian, setelah Mawar selesai di rias. Mawar mencoba kabur lewat jendela, ia berlari tak tentu arah menjauh dari rumahnya karena tak ingin di nikahkan dengan pria yang sudah tua bangka.


Gerombolan keluarga pengantin mempelai pria telah tiba, Sita menyambut dengan suka cita dan bahagia apalagi saat Sita melihat emas hantaran dan mahar yang dibawa, berupa perhiasan emas 100 gram dan uang 100 juta rupiah.


'Maafkan Aku Ibu, bukan Aku tak menghormati Mu dan tak ingin berbakti pada Mu, tapi Aku tidak bisa menikah dengan pria yang tak aku inginkan dalam hidup Ku. Aku pergi, Ibu. Aku menyayangimu. ~Mawar~"

__ADS_1


Sita meremas surat yang pegang sampai tak berbentuk, pikirannya mendadak menjadi kosong dan jiwanya seakan melayang hingga tubuhnya kini ambruk di lantai.


Tak lama Tuan Yin datang menemui Sita, sebab ia sudah tak sabar untuk menikah dengan Mawar namun Mawar tak kunjung keluar.


"Hei, mana putri Mu, Sita !" kata Tuan Ying ia mengedarkan pandangannya ke seluruh kamar Mawar ia melihat kamar itu telah di dekor secantik mungkin, tentu saja Tuan Ying begitu senang karena ia sudah membayangkan akan melakukan malam pertama di kamar itu.


"Tu...tuan Ying ! Maaf putri Ku kabur !" kata Sita dengan suara tercekat. Ia sudah tak tahu harus bagaimana lagi menghadapi Tuan Ying dan menjelaskan kalau Mawar tidak mau menikah dan lebih memilih melarikan diri.


"Apa ?!" Tuan Ying terpekik karena merasa terkejut, mendengar calon istrinya sudah melarikan diri.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2