GADIS DESA MILIK PRESDIR

GADIS DESA MILIK PRESDIR
LECET


__ADS_3

Melati mengerjapkan kedua matanya, ia melihat ke arah jendela dimana matahari sudah bersinar terang benderang apalagi jam didinding sudah menunjukkan pukul sebelas siang.


Melati langsung mendudukkan dirinya namun siapa sangka ia merasa sakit yang amat luar biasa di sawahnya, ia baru teringat kalau semalam Arash menggempurnya habis-habisan.


"Aaaaa...sakitt..." Melati meringis menahan perih di sawahnya. Namun tiba-tiba, Arash yang tak tahu kapan datangnya langsung memeluknya dan menggendongnya ke arah kamar mandi.


"Ar...Arash !" suara Melati tercekat apalagi Arash menarik selimut yang ia kenakan hingga tubuhnya kini yang telanjangg dilihat oleh Arash.


Dengan cepat Melati menutupi tubuhnya dengan kedua matanya, sebab ia masih begitu malu jika dilihat oleh Arash.


"Tidak usah malu-malu kucing, lagi pula Aku sudah melihat semuanya !" seloroh Arash sambil meletakkan tubuh Melati ke dalam bathtub yang sudah berisi air hangat dan aromaterapi yang menenangkan..


"Iihh...mesum !" sungut Melati hingga membuat Arash tersenyum, menampakkan wajah tampannya yang paripurna tiada banding.


"Iya nanti malam Aku bakalan mesum lagi !" Arash mengedipkan satu matanya ke arah Melati hingga membuat Melati melotot kan matanya.


"Aku tidak mau, Aku masih sakit !" tolak Melati ia lalu membelakangi tubuh Arash.


Bukannya kesal pada istrinya itu, Arash malah tersenyum lalu menuangkan sabun mandi ke tangannya dan menggosokkannya di tubuh putih mulus Melati.


Melati tentu saja terkejut karena Arash tiba-tiba menyabuni tubuhnya.

__ADS_1


"Aku..bisa sendiri !" kata Melati begitu canggung karena ini pertama kali baginya harus belajar buka-bukaan pada suaminya.


"Sudah diam lah, jangan bergerak nanti Kau semakin sakit !" kata Arash memperingati.


Melati pada akhirnya menurut tubuhnya di mandikan oleh Arash dengan lembut, bahkan Arash memijat kepalanya dengan shampoo hingga membuat dirinya mengantuk.


"Panggil Aku jika Kau sudah selesai berendam, oke !" Arash mengecup kening Melati sekilas lalu keluar dari kamar mandi dan membuat Melati diam terpaku dengan perhatian lembut dan perlakuan manis dari Arash.


Lima belas menit kemudian, Melati sudah tidak tahan untuk berendam. Ia mencoba mengeluarkan kakinya dari dalam bathtub yang ternyata diluar dugaannya, sawahnya masih saja terasa perih.


"Uuh...dasar suami edan ! Kalau begini Aku tidak bisa berjalan !" gumam Melati membayangkan nasib dirinya beberapa hari ke depan, yang mungkin akan berdiam di kamar sementara waktu.


Dengan penuh perjuangan Melati berjalan keluar kamar mandi dengan berpegangan pada tembok, sedikit demi sedikit langkah kaki sambil menahan sakit di sawahnya.


"Kenapa tidak memanggilku ?" tanya Arash dengan lembut, ia lalu mendudukkan Melati di sofa lalu mengambil dress selutut bermotif bunga-bunga untuk Melati lengkap dengan pakaian dalamnya.


"Dia bahkan tidak malu mengambilkan pakaian dalam Ku !" kata Melati dalam hati.


Arash memakaikan CD dan Bra pada Melati bewarna hitam pekat tanpa malu sedikitpun.


"Aku suka warna ini ! Sepertinya Kau harus beli yang banyak !" seloroh Arash sampai ia terkekeh sendiri sedangkan Melati mengerucutkan bibirnya.

__ADS_1


"Jangan begitu, nanti Ku makan lagi, mau ?" kata Arash terkekeh sembari memperhatikan Melati.


Setelah Arash memakaikan pakaian pada Melati, ia mengeringkan rambut Melati dengan hairdryer dan menyisirnya lalu mengusapkan bedak tipis ke wajah Melati dengan lembut kemudian lipstik bewarna nude.


"Sejak kapan Kau seperti ini ?" tanya Melati pelan, pasalnya sifat Arash benar-benar berubah tak seperti Arash yang dulu.


"Sejak Aku jatuh cinta pada Mu !" jawab Arash ditelinga Melati hingga membuat tubuh Melati meremang dan jantungnya berdegup kencang.


"Apa itu masih sakit ?" tanya Arash lagi.


Melati hanya menganggukkan kepalanya, karena memang sawahnya masih sakit.


"Ayo berbaringlah, biar Ku obati !" kata Arash dengan lembut.


"Ta..tapi !" tolak Melati, ia takut jika Arash buka mengobatinya tapi malah menginginkan hal lain.


"Aku tidak akan macam-macam, Sayang. Aku sudah membeli obatnya." kata Arash lagi dengan lembut.


Melati pun pada akhirnya menurut, ia merebahkan tubuhnya dan menggigit bibirnya sendiri saat Arash menyingkapkan dress nya dan menurunkan CDnya, serta membukakan pahanya dengan lebar.


"Lecet !" kata Arash dalam hati, ia melihat sawah istrinya yang ternyata membengkak dan lecet. Arash jadi kasihan melihat istrinya pasti rasanya begitu perih, wajar saja jika istrinya itu tidak bisa berjalan.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2