
Arish melihat mobil yang ditumpangi Arash dan Melati sudah meninggalkan halaman rumah. Hati Arish terus saja berdenyut nyeri karena masih belum bisa menerima kenyataan jika Melati sudah menikah dengan saudara kembarnya sendiri.
Tak lama Arish merogoh ponsel di saku celananya, ia lalu menghubungi Farhan dan Devan untuk mengajak mereka bertemu di tempat bilyard yang biasa mereka kunjungi.
Beberapa jam kemudian, ketiganya tengah berkumpul bersama menikmati permainan bilyard yang ada. Tak lama datanglah seorang pelayan cantik membawa nampan yang berisi beberapa botol minuman Soju.
"Siapa yang memesannya ?" tanya Devan tersenyum devil.
"Sesekali boleh, kan ?" jawab Arish ia sambil membidik bola bilyard tepat sasaran. Seolah menyalurkan perasaan yang sedang ia rasakan dalam hatinya.
"Wah...nampaknya Kau tengah patah hati !" ledek Farhan
"Cinta bertepuk sebelah tangan !" kata Devan kemudian.
Arash tak menoleh ke arah Devan dan Farhan, ia tetap fokus pada permainan bilyard nya.
"Siapa wanita itu ? Ah...Aku tahu pasti Dia si kembang." kata Devan sambil terkekeh.
"Serius ?" Farhan terkejut, pasalnya yang ia tahu Arish tidak pernah dekat dengan seorang wanita bahkan tak pernah pacaran.
__ADS_1
"Aku bisa melihat jelas bagaimana Kau tidak bahagia melihat pernikahan saudara kembar Mu !" jawab Devan.
Arish tak memperdulikan ucapan Devan, sebab apa yang dikatakan Devan memang benar adanya. Arish lalu meninggalkan permainannya dan menuangkan Soju ke dalam gelas kecil miliknya lalu meneguknya hingga membuat Devan dan Farhan melongo.
Baik Devan maupun Farhan tentu saja pernah meminum Soju, bukan hanya pernah tapi sering meminumnya hanya saja mereka diam-diam takut jika ketahuan kedua orang tua mereka.
"Sabar Arish, masih banyak wanita lain !" Farhan menepuk-nepuk bahu Arish.
"Apa salah Ku.." Kali ini Arish sudah memasuki tahap mabuk minuman pasalnya tanpa sadar ia sudah menghabiskan dua botol Soju.
"Kau tidak bersalah, hanya saja mungkin Kau bukan jodohnya si Kembang !" kata Devan ia pun meneguk Soju miliknya.
Lama ketiganya mengobrol sambil meneguk Soju, ternyata Arish semakin mabuk bahkan ia sudah teler karena kebanyakan minum dan membuat Farhan serta Devan menjadi bingung harus bagaimana membangunkan Arish.
"Dasar, sok-sokan ngajak minum tapi dia sendiri yang mabuk berat !" Devan menggerutu.
"Kita bawa saja dia pulang !" usul Farhan dengan santainya.
Devan mengusap kasar wajahnya "Apa Kau mau cari mati ? Bisa dipenggal kepala Ku dengan Paman Mario, kalau tahu Kita minum-minum !" jawab Devan.
__ADS_1
"Ah.. menyusahkan sekali !" Farhan semakin menggerutu.
"Bukan kah orang tua Mu sedang pergi ke Jepang ? Bawa saja ke rumah Mu !" kata Devan.
"Rumah Ku bukan tempat penampungan !" Farhan menolak ide Devan.
"Lalu bagaimana dengan Arish ?" Devan menjadi kesal karena Farhan tak mau memberikan solusi.
Tiba-tiba Devan dan Farhan mendengar gumaman Arish yang terus saja membicarakan Melati.
"Melati...Aku cinta pada Mu, Melati I love You..Melati... kembali lah pada Ku, Melati.."
Devan dan Farhan tertawa mendengar Arish bergumam, sebegitu kah Arish mencintai Melati sampai-sampai membuat Arish seperti mabuk kepayang.
"Benar-benar pria gila !" ejek Farhan
"Gila karena si Kembang Melati !" Devan terkekeh geli.
...****************...
__ADS_1
Udah dulu ya Gaes besok lanjut lagi...ngantuk banget aku..mana cuaca sedang hujan deras dan mendukung aku untuk tarik selimut 🤣 Janji besok aku update lagi 🥰