
"Daddy sudah !" kata Mario melerai Daddy nya agar tidak terjadi keributan yang berlarut diantara Daddy nya dan Mertuanya.
"Abah sudah Abah." Mentari pun ikut melerai dan mengamankan Abahnya begitu pun dengan Jamilah.
Jangan tanyakan bagaimana perasaan Helena tentu saja ia menjadi pusing bin pening karena melihat kelakuan suami dan besannya itu tengah memperebutkan keinginan mereka masing-masing.
"Diam !!!!!!!" teriak Helena yang membuat semua orang yang mendengarnya langsung menutup telinga mereka dengan kedua tangan.
Telinga siapa yang tidak berdenging mendengar teriakan Helena terlebih lagi Scherzinger, setelah mendengar teriakan Helena ia langsung terdiam dan terduduk di kursinya tanpa suara bak kucing peliharaan yang begitu penurut dengan majikannya.
"Pulang sekarang !" titah Helena menatap tajam suaminya.
Sarif dan Jamilah menelan air liur mereka masing-masing saat melihat betapa penurutnya seorang Scherzinger pada istrinya.
"Mario, nanti hubungi saja kapan acara aqiqahnya pada Mommy, Mommy pasti akan datang !" kata Helena sebelum pamit pergi dari kediaman putranya itu.
"Baiklah Mom." jawab Mario pelan.
Jangan tanyakan bagaimana Scherzinger ia bahkan tak berani untuk berpendapat lagi karena takut diamuk oleh singa betina, siapa lagi kalau bukan istrinya, Helena.
"Suami takut istri !" cibir Sarif pelan melihat Helena dan Scherzinger sudah pulang lebih dulu dari kediaman Mario dan Mentari.
"Oh, jadi Abah tidak takut pada Umi, iya ?" kata Jamilah sewot ia pun menatap tajam suaminya.
"Bukan begitu, Umi..anu..itu..anu.." jawab Sarif bingung harus bagaimana berbicara dengan lurus.
__ADS_1
"Anu opo ? Anu Mu ?" sungut Jamilah yang membuatnya menjadi kesal dengan suaminya.
"Kok jadi seperti ini Mas ?" tanya Mentari pada suaminya.
"Mas juga bingung, Yank." jawab Mario apa adanya. Niat hati ingin meminta pendapat orang tua, malah kini kedua orang tua mereka menjadi tak akur dan kompak.
"Astaga." jawab Mentari terduduk lemas dan menyadarkan tubuhnya di sofa yang ia duduki.
"Ya, sudah Yank. Kita beralih ke rencana B saja, sebab rencana A sudah gagal total !" kata Mario
"Iya sepertinya begitu, Aku ikut saja Mas mana baik dan bagusnya !" jawab Mentari.
Setelah perbincangan panas antar keluarga yang diharapkan Mario dan Mentari berjalan mulus namun tak sesuai yang diharapkan mereka. Mario dan Mentari memutuskan untuk menyiapkan sendiri acara aqiqah Arash dan Arish.
Mario dan Mentari berbagi tugas penting yang harus mereka siapkan dalam berjalannya acara aqiqah tersebut. Setelah dua Minggu kemudian, tibalah acara aqiqah itu di laksanakan. Mario dan Mentari memilih konsep acara aqiqah garden party di halaman belakang rumah mereka. Karena halaman belakang rumah mereka begitu luas bahkan bisa menampung lima ribu orang di sana.
"Nanti anak kita juga tak kalah tampan, Mel." jawab David dengan tersenyum berharap anak yang dikandung istrinya itu laki-laki.
"Kalau anaknya perempuan bagaimana ?" jawab Melisa.
"Ya, kita buat lagi anak ke dua siap tahu lahir anak laki-laki." kata David sambil terkekeh hingga membuat Melisa cemberut.
"Kau pikir Aku apa ? Mesin pencetak anak ?" jawab Melisa cepat.
Harry dan Lusi tertawa mendengar obrolan David dan Melisa. "Jangan tertawa kalian !" Kata David menatap tajam Harry dan Lusi.
__ADS_1
"Suka-suka kami lah !" jawab Harry angkuh
"Ku doakan nanti anak kalian perempuan !" kata David dengan tegas.
"Aamiin" jawab Lusi
"Lah, kok di amin kan ?" kata Harry
"Memangnya kenapa Bang ? Bagus kalau anak kita perempuan, Aku jadi ada teman pergi ke salon !" jawab Lusi apa adanya.
"Tapi..."
"Apa ?" potong Lusi yang membuat Harry tak berkutik, sedangkan David dan Melisa kini balik menertawakan pasangan yang sudah menertawakan mereka tersebut.
Kembali ke Mario dan Mentari.
Mario menatap Mentari dengan tatapan penuh cinta dan kasih sayang. Nyatanya jodoh yang disiapkan oleh orang tuanya benar-benar mampu merubah dirinya menjadi seorang pria yang lebih baik, bahkan Mentari menjadi pengobat luka hatinya.
"Aku begitu bersyukur memiliki Mu." kata Mario dengan tulus.
"Aku pun lebih bersyukur di miliki oleh Mu." jawab Mentari hingga keduanya saling memeluk satu sama lain dan melepaskan pelukan mereka karena Arash dan Arish mengalihkan perhatian mereka.
... TAMAT...
...****************...
__ADS_1
Terimakasih sudah mengikuti cerita Mentari dan Mario sampai jumpa di judul novel selanjutnya 🥰