
Sorry gaes kemarin aku lupa update, soalnya aku kecapek'an jadinya aku ketiduran 🤣🤣 janji hari ini update banyak tapi jangan lupa like dan komen ya.. 😄
......................
“Kapan liburan semesternya, Yank ?” tanya Mario saat ini mereka tengah bersantai di pinggir kolam renang menikmati fasilitas hotel.
“Minggu depan, Mas.” Jawab Mentari sambil mengunyah cemilan di tangannya.
“Mau nonton konser Black Pink ?” tanya Mario memberikan tawaran liburan pada Mentari, hitung-hitung mereka pergi berbulan madu yang tertunda.
“Mau Mas !” jawab Mentari cepat, tentu saja ia begitu ingin menonton konser black pink tersebut sebab Mentari adalah fans berat.
“Kalau begitu minggu depan kita ke Jepang, anggap saja kita honey moon, Yank !” kata Mario yang membuat Mentari mengerucutkan bibirnya mendengar kata honey moon.
“Kenapa, Yank ?” tanya Mario bingung dengan perubahan ekspresi istrinya.
“Sudah bunting, bukan honey moon namanya, tapi baby moon.” Balas Mentari
“Oh iya, lupa ! nanti kita honey moon saat si kacang ijo sudah lahir, Yank !” ucap Mario dengan entengnya.
“Hah ?” Mentari tercengang mendengar jawaban dari suaminya itu.
“Hitung-hitung mencari anak kedua !” pungkas Mario yang malah mendapatkan tatapan tajam dari istrinya.
__ADS_1
“Astaga matanya setajam silet !” ucap Mario dalam hati karena merasa was-was takut kalau Mentari marah dan berujung pada nasib Burionya yang tidak mendapat jatah.
... ………………...
Malam harinya,
Mario dan Mentari memutuskan untuk keluar dari kamar hotel dan berjalan menuju lift. Saat keduanya sedang menunggu pintu lift terbuka, dan lift yang mereka tunggu datang. Mata Mario membulat ketika melihat David tengah bersama seorang pria, yang tentu saja Mario tahu siapa pria itu.
David menatap sinis pada Mario apalagi Mario bersama istrinya. David kemudian menutup pintu lift seolah enggan jika harus satu lift dengan Mario.
“Bukan kah itu David, sepupu Mas.” Ucap Mentari yang masih mengingat siapa pria barusan.
“Dia dengan siapa Mas ? Kenapa pria yang tadi menggandeng tangan David ?” tanya Mentari bingung dan aneh.
“Dia itu omnivora !” ucap Mario pelan sambil menaruh satu jari dibibirnya.
“Omnivora ? Itu kan jenis hewan !” ucap Mentari semakin bingung dan ambigu.
“Dia suka wanita dan juga pria !” bisik Mario ditelinga Mentari
“Hah ?” pekik Mentari yang membuat ia merasa terkejut.
“Astaugfirullah !” ucap Mentari ia sampai mengelus-ngelus perutnya. “Amit-amit jabang bayi !”
__ADS_1
“Dan hanya Aku yang tahu, Yank ! Kedua orang tuanya dan keluarganya tidak tahu mengenai prilaku menyimpangnya itu apalagi istrinya !” kata Mario apa adanya.
Mendengar hal itu Mentari semakin bergedik ngeri, ia tak menyangka sepupu suaminya itu memiliki prilaku tidak normal, padahal bila dilihat David, tampan, dan kaya raya tapi sayang David ternyata memiliki kekurangan yang tidak bisa diterima oleh akal sehat manusia.
“Dia ke hotel ini, apa tidak takut di pergok istrinya ?” tanya Mentari.
Mario hanya mengangkat bahunya acuh sebab Mario pikir mana mungkin Melisa akan mencari tahu apa yang dilakukan David sebab Melisa tipikal wanita super sibuk dengan dunia modelnya.
“Jangan bahas istrinya, Yank.” Kata Mario
“Oh iya, istrinya kan, mantan pacar suami Ku !” celetuk Mentari
“Yank, jangan mulai !” ucap Mario pelan.
“Kenapa Mas ? Tidak apa-apa semua orang punya masa lalu, tidak masalah buat Ku, Mas !” jawab Mentari tersenyum manis, masa lalu Mario biarkan menjadi masa lalu karena Mentari pikir dirinya adalah masa depan suaminya.
“Yank, Kau menggemaskan sekali. Rasanya ingin Ku kurung saja Kau di kamar ! Terimakasih istri Ku.” Mario mengecup kening Mentari dengan lembut.
“Sama-sama, suami Ku !”
... ...
...****************...
__ADS_1