GADIS DESA MILIK PRESDIR

GADIS DESA MILIK PRESDIR
SAFIRA


__ADS_3

"Yank, kuliah jarak jauh saja ya ?" pinta Mario ia takut dan khawatir dengan Mentari dan calon anaknya jika Mentari pergi ke kampus.


"Aku sehat Mas, dan anak kita juga pasti sehat. Mas jangan terlalu khawatir, Aku bisa menjaga diri dan calon anak kita." Mentari merangkulkan ke dua tangannya di leher Mario.


"Tapi, Mas takut Kau.."


Shutt


Mentari menutup bibir Mario dengan jari telunjuknya. "Jangan berpikir yang macam-macam, doakan Aku dan calon anak Kita selalu sehat-sehat saja !"


Mau tidak mau Mario pun mengalah ia pun mengizinkan Mentari kuliah seperti biasanya. Sebagai calon Ayah, wajar saja jika ia merasa khawatir sebab Mario begitu menyayangi Mentari dan calon anaknya yang masih sebiji kacang hijau.


"Jangan nakal ya kacang ijo !" Mario mengelus perut Mentari dan Mentari pun terkekeh mendengar Mario menyebut calon anak mereka dengan sebutan di kacang ijo.


"Kacang ijo ?"


"Iya untuk saat ini kita sebut kacang ijo, bulan depat mungkin kacang kedelai, kacang tanah, atau kacang almond !" pungkas Mario yang membuat mulut Mentari seketika menganga mendengarnya.


......................

__ADS_1


Mentari tiba di kampus setelah diantar oleh Mario, saat ia berjalan masuk ke dalam gedung kampus dan berjalan di koridor kampua, tiba-tiba tubuhnya di bawa paksa oleh Cika dan Safira.


"Hei, kalian mau bawa Aku kemana ?" bukan Mentari takut pada dua wanita tersebut tapi yang ia takutkan adalah janin yang ada di dalam kandungannya takutnya Safira dan Cika mecelakainya dan membuat calon anaknya kenapa-napa.


Mentari di bawa ke sebuah bangunan yang sudah tidak terpakai di belakang kampus dan Safira mengikat tubuh Mentari di kursi.


"Safira, Kau mau apa ?" ucap Mentari panik


"Memberi Mu hukuman !" Safira menatap tajam Mentari ia kemudian mengambil gunting di dalam tasnya hingga membuat Mentari panik.


"Ja.. Jangan tolong jangan lakukan itu pada Ku !" Mentari menggelengkan kepalanya saat Safia mengarahkan gunting tersebut padanya.


"Ini akibatnya jika Kau terlalu dekat dengan Bara ! Tamat lah riwayat Mu, dasar gadis kampung sialan !" Safira menatap tajam Mentari seolah ingin segera menguliti tubuh Mentari.


......................


"Dimana Bara !" pekik Bela saat ia sudah masuk ke dalam ruang BEM.


"Dia ada di kelasnya !" sahut anggota BEM yang ada diruangan itu.

__ADS_1


Bela pun dengan cepat berlari ke kelas Bara ia bahkan tidak permisi terlebih dahulu dengan Pak Budi yang tengah memberikan materi kuliah di kelas tersebut.


"Ayo ikut !" Bela menarik tangan Bara hingga semua mahasiswa yang tengah mengikuti mata kuliah di dalam kelas pun menatap Bela.


"Kemana ?" tanya Bara bingung.


"Urgent ! Pokoknya kita harus cari Safira dan Mentari !" terang Bela.


Mendengar nama Mentari, Bela pun langsung berdiri dari duduknya dan permisi pada Pak Budi untuk keluar sebentar.


"Memangnya ada apa ?" tanya Bara saat ia sudah diluar kelas bersama Bela.


"Safira mau mencelakai Mentari, dia cemburu dengan Mentari karena Kau lebih memilih Mentari ketimbang dia !" terang Bela yang membuat Bara terkejut mendengarnya.


"Hah ? Apa ?!"


"Kita harus mencari Safira dan Mentari sekarang, Aku yakin pasti Mentari sudah bersama Safira saat ini !" ucap Bela panik


Bara pun mengeluarkan ponselnya dan menelpon Safira berulang kali namun Safira tak mengangkat panggilannya sama sekali.

__ADS_1


"Aku ingat, dimana Safira ! Ayo ikut Aku sekarang !"


...****************...


__ADS_2