
Pagi harinya, Melati keluar dari kamarnya begitupun dengan Arash keduanya saling keluar dari kamar masing-masing. Mentari yang baru saja hendak melihat keadaan anak dan menantunya itu, jadi mengerutkan keningnya dan bertanya-tanya mengapa mereka tidak tidur dalam satu kamar yang sama.
"Kalian kenapa tidur terpisah ?" tanya Mentari, Mentari pikir bukan kah Arash dan Melati sebelumnya berpacaran itu artinya anak dan menantunya saling cinta. Lalu mengapa mereka tidak tidur di kamar yang sama setelah menikah ?
Melati bingung harus menjawab apa, sedangkan Arash tengah mencari cara untuk mengelak memberikan alasan pada Mamanya.
"Ah...Anu Melati tadi mau mengambil barang di kamarnya, Ma." jawab Arash kemudian ia menatap Melati dengan sorot mata Arash yang mengisyaratkan Melati untuk berbohong.
"I..iya Ibu !" jawab Melati gugup
"Ah...iya. Mama juga lupa, untuk menyuruh para pelayan memindahkan barang Melati ke kamar Mu, Arash. Ya sudah hari ini biar Mama yang suruh mereka memindahkannya." jawab Mentari tanpa curiga.
"Baiklah, Ma." jawab Arash pelan. Lalu mereka turun ke ruang makan bersama.
......................
"Mana Arish ?" tanya Mario saat ia sudah menyesap jus jeruknya.
"Pergi jogging, pagi-pagi sekali dia sudah pergi." jawab Mentari yang membuat Arash dan Melati mendengarkan saja.
"Tidak biasanya dia pagi hari sudah pergi jogging." kata Mario
Mentari menghela nafasnya mau menjawab apa dia pun tak tahu.
__ADS_1
"Mungkin dia mau berpola hidup sehat, dia kan mau kuliah kedokteran." kali ini Arash yang membuka suara.
"Berarti selama ini kita tidak sehat !" celetuk Mentari
"Yank, Kita tiap hari sudah olahraga. Jadi tidak perlu jogging seperti Arish !" seloroh Mario yang membuat Mentari terkekeh.
Arash menghela nafasnya, ia sudah tahu bagaimana tabiat kedua orang tuanya yang begitu lengket dan harmonis bahkan ia pernah tanpa sengaja mendapati kedua orang tuanya itu tengah bermesraan di ruang tengah.
Arash yang sudah berusia hampir 18 tahun tentu saja ia tahu apa yang dibicarakan oleh kedua orang tuanya. Prihal *** education bukanlah hal yang tabu untuknya.
"Aku sudah selesai, Pa..Ma !" kata Arash ia lebih baik kembali ke kamarnya, sebab ia begitu risih kala melihat kedua orang tuanya berbicara dengan romantis tanpa tahu tempat.
Mario dan Mentari melihat kepergian putra mereka lalu keduanya melihat ke arah Melati yang masih mengunyah sarapannya.
"Liburan ?" Melati tampak memikirkannya
"Iya, kan kalian libur sekolah dua Minggu. Pergilah liburan bersama Arash." kata Mentari
"Aku bingung kalau ditanya tentang liburan, Ibu. Sebab Aku tidak pernah pergi kemana-mana !" jawab Melati apa adanya.
"Beli kan tiket liburan ke Bali, Yank. Kita kan punya villa disana, biarkan Arash dan Melati liburan ke sana. Aku juga ingin Arash mulai memperhatikan resort Kita yang ada disana." Mario membuka suara, dan Mentari menganggukkan kepalanya, karena ia setuju dengan ide suaminya.
"Ya sudah kalau begitu, Melati sampaikan pada Arash kalau Papa menyuruh Kalian pergi ke Bali besok !" pinta Mentari
__ADS_1
Melati hanya bisa menerima permintaan kedua mertuanya itu. Sebab mau menolak pun rasanya ia tak enak hati, sebab ia tak ingin mengecewakan Mario dan Mentari.
"Baiklah Ibu." jawab Melati kemudian.
......................
"Ada apa ?" Arash menatap malas kedatangan Melati ke kamarnya.
"Papa dan Ibu, meminta Kita pergi ke Bali besok !" kata Melati pelan.
"ke Bali ?" Arash mengernyit kan dahinya.
"Iya." Melati kemudian melihat barang-barangnya ternyata tengah di tata oleh para pelayan di kamar Arash.
"Jadi Kita beneran satu kamar ?" tanya Melati lagi.
"Kau pikir saja sendiri !" Arash kemudian berlalu pergi dari hadapan Melati.
Melati mendengus kesal setiap hari sifat Arash tidak pernah berubah padanya, selalu ketus, dingin, dan acuh. Sebenarnya untuk apa mereka berdua menikah kalau hubungan mereka berdua seperti kucing dan tikus.
"Ini tidak bisa dibiarkan ! Tunggu Kau Arash Aku akan balas perbuatan Mu !" Melati bertekad dalam dirinya untuk menaklukkan hati Arash. Meskipun ia sendiri tidak yakin kalau usahanya nanti akan berhasil, tapi yang terpenting ia akan berusaha merubah sifat dingin Arash agar mau menerima dirinya.
...****************...
__ADS_1