
Jangan dibaca..ini bikin panas dingin..😂🤣
......................
Merasa merasa seperti ada jutaan kupu-kupu yang mengelilingi kepalanya entah harus bagaimana ia menjelaskannya, kenikmatan yang diberikan oleh Arash sungguh membuatnya mabuk kepayang.
Tubuhnya benar-benar lemas dan tak bertenaga sebab Arash membuatnya keluar sampai berkali-kali.
"Ar..rash..Aku lelah !" ucap Melati dengan mata yang sayu.
Lelah katanya ? Bahkan Arash belum mulai sama sekali !
Arash membukakan paha Melati lebar-lebar dan ia menggesekkan ularnya di sawah Melati, hingga Melati kembali menggelinjang.
"Ooghh...Apa yang Kau lakukan !" Melati menikmati gesekan itu hingga pada akhirnya kenikmatan itu berubah menjadi sebuah teriakan yang melengking karena Melati merasakan sesuatu benda tumpul masuk ke dalam sawahnya.
"Aaaaaaaakkk !"
Tubuhnya seakan terbelah dua, karena intinya seperti terkoyak begitu pedih, dan perih bahkan darah segar yang dikatakan itu adalah darah perawan mengalir keluar dan membasahi sprei.
......................
"Mas ! Itu suara Melati !" Mentari bangkit dari tempat tidur karena mendengar suara jeritan Melati. Dengan cepat ia menuju kamar menantunya itu, takut jika terjadi sesuatu pada menantunya.
"Yank, mau kemana ?!" Mario mencoba menahan istrinya untuk tidak datang ke kamar Melati.
"Itu suara Melati, dia menjerit seperti itu, pasti ada apa-apa padanya !"
__ADS_1
"Dilamarnya ada Arash, Yank !" cegat Mario
"Tapi Aku takut Melati kenapa-napa!"
"Yank, mereka pasti baru melakukanya ! Itu wajar !" kali ini Mario dan Mentari sudah berada di depan pintu kamar Melati.
"Melakukan apa ?" tanya Mentari dengan penuh selidik.
"Mau kasih kita cucu !" bisik Mario hingga membuat Mentari melotot kan matanya.
"Hah ?!"
"Sudah ayo, jangan mengganggu mereka. Kita kembali ke kamar, melanjutkan yang tadi !" Mario mengedipkan satu matanya ke arah istrinya.
......................
Sedangkan Arash ia tengah menikmati ularnya yang berkedut-kedut karena dijepit oleh sawahnya Melati yang begitu sempit dan menggigit.
"Tahan sebentar, sayang !" lirih Arash ia mengecup mata Melati kanan dan kiri secara bergantian.
"Lepasin...Aku tak sanggup !" Melati merengek.
"Diam dulu." Arash ******* bibir Melati dengan lembut agar mengurangi rasa sakit yang Melati rasakan di bagian sawahnya.
Beberapa menit kemudian, dirasa Arash istrinya itu sudah tak merengek lagi. Barulah Arash menggerakkan pinggulnya, maju mundur dengan pelan. Hingga Melati terbuai dan menikmati permainan mereka.
"Aahh...Arrash...Aahh..."
__ADS_1
Arash menggeram merasa ularnya seperti kian dijepit dan ia tak tahan lagi untuk bergerak lambat, ia merubah temponya menjadi cepat hingga Melati memekik mendesaahh dan mengerang.
"Aaahhh..."
Entah sudah berapa kali Melati mendapatkan pelepasannya rasanya benar-benar membuat Melati tak bisa berkata apa-apa lagi.
Arash mencabut ularnya dan membalikkan tubuh Melati dan membuat Melati dalam posisi menungging.
Arash kembali memasuki Melati dari arah belakang hingga Melati kembali berteriak karena posisi itu benar-benar membuat mulutnya menganga apalagi hentakan demi hentakan yang diberikan oleh Arash begitu nikmat.
"Su..sudah Ar..rash !"
Arash tak bergeming sebab ularnya sudah satu jam bermain masih juga tak mengeluarkan bisanya.
"Aku belum selesai, Sayang...tahan sebentar lagi !"
Arash terus berpacu di tubuh Melati kali ini posisi Melati sudah ia buat terlentang lagi dengan kedua kaki Melati sudah ia naikkan ke atas bahunya.
"Papa benar-benar, gila !" Arash mengumpat karena ia yakin ularnya tak kunjung mengeluarkan bisa karena minuman yang diberikan oleh Mario.
"Aahh...Ak..Ku keluar lagi, Arr..rashh !"
Tubuh Melati mengejang hebat kala mendapatkan pelepasannya lagi. Arash mendiamkannya sebentar, lalu kemudian kembali mengguncang tubuh Melati.
Detik, menit, dan ini sudah dua jam berlalu hingga pada akhirnya bisa ular Arash keluar begitu banyaknya memenuhi rahim Melati hingga Melati memekik merasakan sawahnya begitu penuh dan sesak bahkan terasa hangat.
"Eeemmhhh..aaaah..."
__ADS_1
...****************...