GADIS DESA MILIK PRESDIR

GADIS DESA MILIK PRESDIR
PINGSAN


__ADS_3

Gaes, satu bab dulu ya ! Ini satu bab tapi isinya 1000 kata, jadi kalian sama saja baca 2 bab 🙏 besok insyaallah aku update lagi 🥰


......................


Dua bulan kemudian,


Melati memuntahkan seluruh isi perutnya ke dalam closed, tubuhnya berkeringat dingin dan terasa begitu lemas sampai-sampai ia terduduk di toilet.


Kepalanya tiba-tiba terasa berkunang-kunang tak bisa melihat dengan jelas apa yang sedang ia lihat. Sedetik kemudian, Melati tak sadarkan diri.


Danu, mahasiswa bimbingan skripsi yang telah memiliki jadwal bimbingan dengan Melati, beberapa kali saja ia mengetuk pintu ruangan Melati namun tak ada sahutan dari dalam. Ia merasa tak sabaran menunggu, ia pun membuka pintu dan masuk ke dalam tanpa permisi.


Danu melihat sekeliling ruang kerja Melati, tak ia temui keberadaan Melati hanya ada laptop yang masih menyala dan tas Melati di atas meja. Lalu kemudian ia berjalan ke arah toilet dan mengetuk pintu.


Beberapa kali Danu mengetuk pintu toilet namun tak ada sahutan sama sekali dari dalam. Danu berdecak kesal karena merasa aneh.


Lalu Danu membuka pintu toilet secara perlahan, betapa terkejutnya ia melihat Dosen cantik itu sedang tak sadarkan diri. Dengan cepat Danu mencoba membangunkan Melati, namun Melati tak kunjung bangun. Lantas Danu menggendong Melati keluar ruangan dan membawanya ke pusat kesehatan kampus.


Semua para mahasiswa melihat adegan dimana Mahasiswa abadi itu menggendong dosen cantik yang selalu dipuji di kampus itu. Mereka bahkan diam-diam memfoto Danu yang sedang menggendong Melati dan mengirimkannya ke grup kelas mereka masing-masing hingga menjadi topik pembicaraan yang panas dan viral.


Disisi lain, Arash yang sejak tadi menghubungi Melati namun Melati tak kunjung mengangkat panggilannya kini merasa kesal. Namun tak lama kemudian, ada nomor tak dikenal mengirimkan beberapa foto pada Arash yang membuat Arash bisa saja terkena hipertensi.


"Brengsek !"


Arash menggeram kesal dan marah saat melihat foto-foto mesra istrinya sedang bersama pria lain.


'Istri Mu telah berselingkuh dengan pria lain !'


BRAKK


Arash menggebrak meja kerjanya, semangat kerjanya hari ini kacau balau karena melihat foto-foto barusan. Ia begitu mencintai Melati dari apapun, ia begitu percaya pada Melati sebab ia sangat mencintainya.


Selama ini Arash selalu memendam rasa overprotektif dan posesifnya pada Melati, karena ia takut Melati akan pergi meninggalkannya seperti Danisa. Sebab Arash adalah tipikal pria yang semacam itu, jika ia sudah mencintai seseorang ia akan overprotektif dan posesif pada pasangannya.

__ADS_1


"Apa kurangnya Aku ?" kata Arash dengan suara yang bergetar.


Kembali ke kampus, dimana Melati sudah ditangani oleh dokter yang bertugas di pusat kesehatan di kampus tersebut. Danu yang sejak tadi menemani Melati yang belum kunjung sadar dari pingsannya itu hanya bisa memandang wajah cantik Melati.


"Tidur saja secantik ini !" kata Danu pelan.


Sebenarnya Danu menyukai Melati bukan hanya Melati menjadi Dosen favorit di kampusnya karena ia cantik dan pintar, tapi Danu menyukai Melati karena pernah melihat Melati dengan begitu tulus membantu orang-orang di jalanan dengan memberikannya makanan.


Hati Danu tersentuh melihat ketulusan Melati, apalagi wajah cantik Melati yang selalu terngiang-ngiang di otaknya membuatnya malah jatuh cinta pada Melati, dosennya sendiri. Terlebih lagi ia bahkan mengganti judul skripsinya dan mengajukan dosen pembimbing skripsinya pada Melati agar lebih dekat dengan Melati dan berharap bisa mendapatkan hatinya, meskipun itu adalah hal yang mustahil.


"Andaikan Kau belum menikah, pasti Aku adalah pria yang sangat beruntung bisa mendapatkan, Mu. Menunggu Mu menjadi seorang Janda itu hal yang mustahil karena..." ucapan Danu terpotong kala Dokter yang ada di ruangan itu ikut bersuara.


"Karena Kau bukanlah Arash Syeh Scherzinger." Dokter itu sampai tertawa geli melihat kelakuan Danu yang terlalu banyak berkhayal. Sebut saja nama sang dokter itu, Dokter Tomi.


Danu menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Ia pikir Dokter itu pergi meninggalkannya dan Melati, ternyata tanpa sepengetahuannya Dokter tersebut ada di belakangnya.


Malu, tentu saja ! Tapi Danu adalah tipe pria yang sudah putus urat malunya, jadi untuk apa malu, bukan kah itu bentuk ungkapan hati ? Pikirnya !


"Apa Aku harus memiliki nama keluarga besar seperti sultan, supaya bisa mengharapkan Dia !" tanya Danu yang semakin membuat Dokter Tomi terpingkal.


"Masalahnya tidak ada yang mau menjadikan Ku anaknya, Aku yang jadi anak Bapak dan Ibu Ku saja, mereka sampai pusing tujuh keliling karena kuliah tak kunjung tamat !" kata Danu, tiba-tiba ia malah curhat pada Dokter Tomi.


"Makanya kuliah yang benar, lihat diri Mu sudah berusia 25 tahun tapi S1 saja belum selesai ! Teman-temanmu saja ada yang sudah lulus S2 !" cibir Dokter Tomi, ia tentu saja mengenal siapa Danu.


"Tahun ini Aku wisuda ! Setelahnya Aku akan kerja keras sampai menjadi kaya, siapa tahu nanti Bu Melati sudah menjadi Janda, Aku siap mengawininya !" seloroh Danu yang membuat Dokter Tomi kian tertawa.


"Mimpi Mu kejauhan ! mending belajar yang benar, supaya skripsi Mu selesai !" jawab Dokter Tomi


"Tak apa bermimpi, sebab berawal dari mimpi semua akan menjadi kenyataan !" jawab Danu dengan bangganya sedangkan Dokter Tomi hanya menggelengkan kepalanya.


"Jadi Bu Melati sakit apa ?" tanya Danu


"Dia hamil !" jawab Tomi singkat

__ADS_1


Danu menganggukkan kepalanya seolah dia mengerti dan mendengar sakit yang derita Melati itu adalah hal biasa. Namun ia terpekik kaget setelah mengulang ucapan Dokter Tomi.


"Oh hamil !"


"What !!! Hamil !!"


Melati terbangun dan membuka kedua matanya saat mendengar suara teriakan.


"Ada apa ? Siapa yang hamil ?!" tanya Melati hingga membuat Danu dan Dokter Tomi saling menoleh ke arah Melati.


Belum sempat mereka berdua menjawab pertanyaan Melati. Tiba-tiba datanglah seseorang masuk ke dalam ruang unit kesehatan dengan membuka pintu ruangan begitu kasar.


BRAAK


"Sayang...!"


"Arash.."


Arash langsung berjalan menuju ranjang yang Melati tempati dan memeluk tubuh istrinya itu dengan erat. Ia begitu khawatir dan takut dengan keadaan istrinya, sebab ia mendengar kabar dari salah satu rekan Melati yang mengatakan kalau istrinya pingsan.


Danu yang melihat pasangan suami istri yang tengah berpelukan itu hanya bisa menahan hatinya yang berdenyut nyeri.


"Kau baik-baik saja ? Apa Kau terluka ? Arash memeriksa keadaan istrinya memastikan istrinya itu baik-baik saja.


"Tak apa, Aku baik-baik saja !" kata Melati menenangkan Arash agar tak terlalu mencemaskan dirinya.


"Kau pingsan, kenapa ? Apa yang terjadi pada Mu ?" Arash terus membuntuti Melati dengan terus bertanya, dan itu membuat Danu merasa seperti obat nyamuk.


Dokter Tomi mendekati Danu dan membisikkan sesuatu ditelinga Danu hingga membuat Danu semakin menggerutu.


"Harap tenang, ini ujian !"


"Annyying !" ucap Danu dalam hati.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2