GADIS DESA MILIK PRESDIR

GADIS DESA MILIK PRESDIR
HARRY DAN LUSI


__ADS_3

Pasangan pengantin itu baru bangun tidur saat waktu sudah menunjukkan pukul sembilan pagi. Beruntungnya hari ini adalah hari libur, jadi mereka bisa berpuas tidur tanpa disibukkan dengan aktivitas mereka masing-masing.


Mario membuka pintu kamarnya saat Harry datang membawakan dua paper bag berisi pakaian untuknya dan Mentari.


"Apa ada lagi yang ada perlukan, Tuan ?" tanya Harry


"Tidak ada, nikmati hari Mu Harry dan jangan lupa ajak Lusi !" Mario mengedipkan satu matanya sebelum ia menutup pintu kamarnya.


Sedangkan Harry raut wajahnya berubah masam kala mendengar nama Lusi yang Mario sebutkan.


Flash Back


Dua bulan lalu Harry memberanikan diri untuk mengajak Lusi berkencan. Mereka pun memutuskan untuk menjalin hubungan setelah satu bulan mereka berpacaran Lusi dijebak oleh rekan bisnis Mario dimana Lusi meneguk minuman Mario yang ternyata berisi obat perangsang.


Harry yang pada waktu itu mengantarkan Lusi pulang ke apartemennya, harus menahan hasratnya sebab Lusi seperti cacing kepanasan bahkan Lusi membuka kancing kemejanya hingga buah dadanya menyembul membuat kelakian Harry terpancing.


Sontak saja setelah tiba di apartemen Lusi, Lusi menarik tubuh Harry dan masuk ke dalam kamarnya. Seolah Lusi ingin mendinginkan tubuhnya dengan melakukan hubungan intim bersama Lusi.


"Aku masih perjaka, Lusi !" ucap Harry yang tubuhnya dikuasi oleh Lusi, dimana Lusi membuka jas dan kemeja yang Harry kenakan dengan cepat.

__ADS_1


"Hah, tolong Aku Harry, kali ini saja !" kata Lusi dengan suara seraknya.


Saat tubuh Harry tinggal menyisakan celana boxernya saja, Lusi membuka pakaian atasnya betapa tekejutnya Harry saat melihat dada Lusi yang menyembul bukan prihal dadanya melainkan Bra yang dipakai oleh Lusi ternyata tidak hanya satu melainkan tiga.


"Hah ? Dia pakai dalaman sampai tiga buah !" pekik Harry dalam hati.


"Kenapa harus sampai tiga ?" ucapnya lagi.


Begitu semua bra yang dipakai oleh Lusi terlepas, Harry kemudian mengerti ternyata dada Lusi tidak besar mungkin Lusi memakai Bra berlapis-lapis agar dadanya terlihat lebih besar dan enak di lihat


"Lusi, berhenti !" Harry menahan tubuh Lusi agar Lusi tak melakukan lebih padanya.


"Ah.. Ayolah bantu Aku !" ucap Lusi lemah


Harry bahkan menyiram kepala sampai ke tubuh Lusi dengan shower.


"Harry, apa yang Kau lalukan !" pekik Lusi yang wajahnya terus di siram oleh Harry.


"Mendinginkan tubuh dan otak Mu !" jawab Harry

__ADS_1


"Aahh.. Harry cukup !" teriak Lusi hingga membuat Harry menghentikan gerakannya.


Lusi pun bangkit dari bathtube dan mendorong tubuh Harry hingga Harry mentok ke dinding. Lusi pun mencium bibir Harry tanpa permisi bahkan tangannya bergerak liar memainkan senjata perjaka milik Harry yang masih terbungkus kain itu hingga Harry mengerang sebab miliknya bangun dan siap bertempur.


"Aahh... Lu.. Lusi..!"


Hingga pada akhirnya keduanya saling menyatu melakukan hubungan itu sebelum menikah. Saat keduanya terbangun dari tidur mereka setelah percintaan panas semalam.


Lusi marah besar pada Harry dan menganggap Harry memperkosa dirinya, padahal nyatanya Lusi yang minta diperkosa oleh Harry.


"Keluar Kau dari apartemen Ku !" pekik Lusi mengusir Harry dari apartemennya dimana Harry masih memakai celana boxernya.


"Lusi, coba Kau ingat lagi. Semalam Kau sendiri yang memintanya dan memaksa Aku hingga keperjakaan Ku hilang, harusnya Aku yang marah. Aku korban disini !" ucap Harry tak terima


"Mana ada korban pemerkosaan adalah pria ! Kecuali Kau di sodomi !" ucap Lusi ia masih kekeh kalau semua yang terjadi karena ulah Harry.


"Lusi !" ucap Harry dengan suara meninggi


"Apa hah ? Keluar Kau dari sini ! Kita putus !" usir Lusi dengan penuh kemarahan di dalam hatinya pada Harry hingga pada akhirnya Harry keluar dari apartemen Lusi dan hubungan mereka berakhir.

__ADS_1


Setelah mereka putus Harry dan Lusi menjadi tidak akur, sering cekcok masalah pekerjaan, bahkan suka saling tersinggung.


Flash Back Off


__ADS_2