
Mentari dan Bunga langsung dibawa ke unit gawat darurat rumah sakit. Karena kondisi mereka berdua harus segera diberi tindakan, terutama Mentari ia harus segera di operasi sebab Mentari mengalami pendarahan yang begitu hebat.
Mario yang baru tiba dirumah sakit langsung mencari keberadaan istrinya.
“Bagaimana keadaan istri Ku ?” ia begitu Syok dan terkejut mendengar kabar dari sopir istrinya kalau istrinya dilarikan ke rumah sakit karena insiden dirumah Bunga.
“Kami harus mengeluarkan bayi yang dikandung istri, Anda. Ini demi keselamatan Bayi dan Istri, Anda.” Ucap dokter tersebut pada Mario.
“Lakukan yang terbaik untuk istri Ku ! Selamat kan istri dan anak Ku, Dokter !” pinta Mario dengan suara seraknya karena sebentar lagi bulir bening di matanya akan segera berjatuhan tanpa permisi.
“Baik, silahkan Anda tanda tangani persetujuan operasinya !” jawab sang Dokter.
Beberapa saat kemudian Mentari sudah dipindahkan ke ruang operasi. Mario hanya bisa menunggu di luar ruangan, saat ia tengah menunggu kedua orang tuanya datang dengan tergopoh-gopoh mendekati Mario.
“Bagaimana keadaan Mentari ?” tanya Helena cepat.
“Ini salah Daddy, seharusnya Daddy tidak pergi !” ucap Scherzinger merasa bersalah telah meninggalkan Mentari dirumah.
“Ini juga salah Mommy yang ketiduran, seharusnya Mommy selalu berada disamping Mentari !”
Helena dan Scherzinger sama-sama merasa bersalah telah lalai menjaga menantu mereka.
__ADS_1
“Sudah lah Mom, Daddy. Ini bukan salah kalian berdua. Mentari sedang di operasi, doakan istri dan anak Ku selamat !” Mario menangis karena ia merasa khawatir, dan takut kehilangan Mentari.
“Sabar, Nak !” Helena langsung berhambur memeluk putranya seraya menenangkan Mario.
“Apa anda wali dari Nona Bunga ?” tanya seorang perawat pada Mario yang datang menghampirinya.
“Bunga ?” lirih Helena dan Scherzinger mengernyit kan dahinya merasa heran.
“Ada apa suster ?” tanya Mario
“Nona Bunga akan segera melahirkan, Anda harus menemaninya, diruang bersalin !” ucap perawat itu.
“Melahirkan ? Mario sebenarnya siapa wanita yang bernama Bunga itu ?” tanya Scherzinger merasa terkejut bahkan ia sudah berpikiran jauh mungkin kah putranya memiliki wanita lain selain Mentari tanpa ia ketahui.
“Hah ?” Helena terkejut pasalnya ia tahu siapa cucu menantu Tuan Wilson, tentu saja Naura model cantik dan terkenal. Lalu mengapa Albert memiliki istri lain selain Naura.
“Bagaimana, Tuan. Apa anda bisa menemani Nona Bunga sekarang ?” tanya perawat itu lagi.
Saat Mario akan menjawab tiba-tiba datanglah Albert yang tak tahu dari mana ia mendapatkan kabar kalau Bunga masuk rumah sakit.
“Ini dia, penyakitnya !” geram Mario ia mengepalkan kedua tangannya dan menatap tajam Albert yang baru saja datang. Mario langsung berdiri dan melayangkan bogem mentahnya pada Albert hingga perkelahian diantara mereka tak terelakkan lagi.
__ADS_1
Bugh
Bugh
Bugh
“Kau adalah orang yang harus bertanggung jawab atas kejadian ini !” ucap Mario menekankan kata-katanya.
“Rasakan ini !”
Bugh
“Mario…!” pekik Helena dan Scherzinger.
“Aku harus memberikan pelajaran padanya Mom ! Agar dia bisa menghargai seorang perempuan ! Ia tega menelantarkan istrinya yang tengah hamil !” terang Mario semakin emosi.
“Apa maksud Mu ?” tanya Albert bingung pasalnya ia hanya mendapat pesan singkat, jika Bunga masuk rumah sakit, ia bahkan sama sekali tidak tahu mengenai kondisi Bunga setelah ia menjatuhkan talak pada Bunga sembilan bulan lalu.
“Dasar bodoh ! Istri Mu tengah hamil anak Mu, dan saat ini akan segera melahirkan !” ucap Mario dengan suara meninggi.
Duar
__ADS_1
... ……………....