GADIS DESA MILIK PRESDIR

GADIS DESA MILIK PRESDIR
KE DOKTER KANDUNGAN


__ADS_3

Mentari pulang ke rumah setelah diantar sopir pribadinya. Begitu ia sampai dirumah ia langsung disambut sebuah pelukan oleh Mario.


"Ada apa Mas ?" kata Mentari setelah ia diberikan ciuman bertubi-tubi di wajahnya oleh Mario.


"Ayo kita rumah sakit, Yank ?" ajak Mario cepat.


"Hah ? Rumah sakit ? Siapa yang sakit ? Tunggu dulu, kenapa Mas pulang cepat ?" tanya Mentari bertubi-tubi.


"Mas pulang cepat, karena ingin mengajak Mu ke rumah sakit !" jawab Mario


"Hah ? Aku ? Tapi Aku tidak sakit !" tolak Mentari


"Kau sedang sakit Yank, sakit enak !" jawab Mario membuat Mentari ambigu.


"Sakit enak ? Jangan aneh-aneh Mas, Aku sehat-sehat saja !"


"Mas ini memastikan dugaan Mas saja, katanya ada Mario junior disini !" Mario mengelus perut Metari yang masih rata.


"Mario junior ?" Mentari mengernyitkan dahinya.


"Iya, pasti bibit premium si Burio sudah berhasil menembus tempat yang semestinya hingga terjadilah calon anak Kita !" jawab Mario dengan santai dan antusias.

__ADS_1


"Hah ? Calon anak kita ?" Mentari kemudian terdiam ia lalu teringat jika sudah hampir dua bulan ini dirinya tak pernah datang bulan lagi.


"Mas..."


......................


"Nah, coba lihat dia sudah berkantung dan sudah seperti biji kacang hijau." ucap Dokter kandungan tersebut saat menujukkan usgnya pada Mentari dan Mario.


"Biji kacang hijau ? Kecilnya !" celetuk Mario namun ia terus saja tersenyum senang dan bahagia karena memang benar istrinya tengah hamil.


"Iya Pak, nanti juga besar kalau sudah sembilan bulan !" jawab Dokter tersebut sedangkan Mentari sedari tadi hanya diam seribu bahasa ia seolah tak percaya jika kini ia tengah hamil.


"Bapak harus menjaga kondisi kesehatan sang Ibu, tidak boleh lelah, tidak boleh mengangkay beban berat, tidak boleh makan makanan yang tidak matang sempurna, tidak boleh minum alkohol, tidak boleh makan buah-buahan seperti nanas dan durian !" terang sang dokter tersebut hingga Mario mengangguk-anggukkan kepalanya mengerti penjelasan dokter tersebut.


"Dan tidak boleh berhubungan intim sementara waktu !" sambung Dokter lagi yang membuat Mario terkejut mendengarnya.


"Hah ?!"


Sedangkan Mentari hanya terkekeh melihat perubahan wajah Mario yang terkejut dan pias sebab Mario tidak boleh menyentuh dirinya semantara waktu.


"Kenapa tidak boleh ? Aku kan suaminya ?" tanya Mario cepat.

__ADS_1


"Jangan kan suaminya bahkan suami orang juga tidak boleh !" celetuk sang Dokter


"Kenapa bisa begitu Dok ?" tanya Mario


"Sebab nanti biji kacang hijaunya kepanasan Pak ! Kalau di pupuk belum waktunya !" jawab sang Dokter.


"Ya baguslah Dok, dengan begitu si kacang hijau Kami bisa tumbuh lebih cepat !" jawab Mario


"Tidak bisa begitu Pak, namanya perkembangan janin ada prosesnya ada tiga tahapannya trimester pertama, dua dan tiga !" kata Dokter


"Sudah Dokter, maafkan suami Saya. dan terimakasih sarannya !" kali ini Mentari yang mengeluarkan suaranya sebab dari tadi Mentari menahan muka malunya sedari tadi mendengar percakapan suaminya dengan dokter kandungan tersebut.


"Ini resep obat yang harus di minum ya, ini hanya obat penguat kandungan dan vitamin Ibu hamil agar calon anaknya kuat dan sehat !" Dokter pun memberikan resep obat dan Mentari mengambilnya.


"Terimakasih Dok !"


Lain halnya dengan Mario dalam pikirannya ia masih belum puas bertanya pada dokter tersebut, pasalnya tidak mungkin dirinya tidak boleh menyentuh istrinya sebab jika benar begitu, lalu apa jadinya dengan nasib Burionya.


"Apa ada yang masih ingin ditanyakan ?" tanya Dokter kembali


"Sampai kapan istri Ku tidak boleh disentuh Dok ?" tanya Mario yang membuat Mentari menepuk jidadnya padahal tidak bertanya pada Dokter pun Mentari bisa menjawabnya sebab zaman sudah canggih, tinggal tanya dengan Mbah Google.

__ADS_1


"Sudah Dok, tidak usah di jawab. Suami Ku memang agak lain orangnya !"


...****************...


__ADS_2