GADIS DESA MILIK PRESDIR

GADIS DESA MILIK PRESDIR
BIARLAH MENJADI MASA LALU


__ADS_3

Tiga bulan kemudian,


Melisa menatap alat tes kehamilan di tangannya, ia sampai menangis melihat alat itu. Tiga bulan lalu David memang menyentuhnya waktu mereka tengah dalam perjalanan ke Turki tidak hanya sekali melainkan beberapa kali di dalam pesawat bahkan di dalam kamar hotel.


Pada akhirnya ia hamil dan mengandung benih dari pria yang kini sudah menjadi suaminya lagi.


"Mel...kenapa lama sekali ? Apa Kau baik-baik saja ?" pekik David dari luar pintu kamar mandi ia harap cemas karena Melisa tak kunjung keluar dari dalam sana.


Tak lama Melisa membuka pintu kamar mandi dan mereka saling bertatapan satu sama lain.


"Mel, Kau kenapa ? Kau baik-baik saja kan ?" tanya David cepat karena ia melihat mata Melisa yang sembab dan merah.


"Apa Kau benar-benar sudah tobat ?" tanya Melisa to the point.


Tiga bulan setelah mereka rujuk hubungan pernikahan mereka tak seperti kebanyakan pasangan suami istri yang saling mencintai, karena Melisa terus dihantui masa lalu suaminya itu yang ternyata juga penyuka sesama batang dengan Matteo.


Lain halnya dengan David ia sendiri lebih fokus untuk memperbaiki dirinya dan terus mendapatkan cinta Melisa, karena ia sudah jatuh cinta pada Melisa dan ingin bersama Melisa dalam keadaan apapun.


"Apa Kau masih tidak percaya padaku ?" David bertanya balik.


"Rasanya berat sekali menerima masa lalu Mu, tapi Aku tidak bisa mementingkan ego Ku demi anak ini !" kata Melisa


Deg


Jantung David seolah berhenti berdetak kala Melisa menyebutkan kata Anak.

__ADS_1


"Ap..apa maksud Mu ?" tanya David


"Kau pikir sendiri David Matteo !" tunjuk Melisa di kening David dan ia lebih meninggalkan David seorang diri lalu pergi ke kolam renang.


"Anak ini ?" David membulatkan kedua matanya saat telah mengerti kalau anak yang dimaksud mungkin karena Melisa tengah mengandung anaknya.


"Melisa !" pekik David ia pun menyusul istrinya itu ke kolam renang dimana Melisa sudah membuka piyamanya dan hanya menggunakan bikini dan siap untuk berenang.


Gleg


David hanya bisa menelan air liurnya kala melihat pemandangan indah tubuh Melisa yang molek bak gitar spanyol.


Byur


David pun menyusul Melisa masuk ke dalam kolam renang.


"Melisa." David berusaha menggapai Melisa hingga pada akhirnya Melisa menepi di tembok kolam renang.


"Terimakasih." ucap David dengan tulus.


Melisa terdiam.


"Apa Kau benar-benar sudah tobat ?" tanya Melisa lagi dengan pertanyaan yang sama.


"Kau boleh membunuh Ku jika Aku berbohong !" kata David.

__ADS_1


"Tapi Kau dan Dia.." Melisa berdecak kesal. Andai saja selingkuhan David seorang wanita mungkin dirinya tak akan seperti ini pada David.


"Aku dan Dia memang berhubungan berpacaran bukan berhubungan intim ! Aku masih waras tidak mungkin masuk ke dalam lubang yang salah. Kami berdua hanya pakai ini !" ucap David menjelaskan pada Melisa dan menunjukkan kelima jari tangannya.


"Dia sendiri yang bahkan meminta lebih kadang dia ingin memakai mulutnya tapi Aku selalu menolak, sebejat-bejatnya Aku, Aku masih suka seorang wanita yang menyentuh belalai gajah Ku dengan mulutnya !" kata David lagi membuat Melisa sampai membuka mulutnya mendengar ucapan David padanya.


"Terserah Kau mau percaya atau tidak yang jelas Aku sudah lelah sekarang, Melisa ! Aku tidak akan mengganggu Mu lagi, dan mengejar-ngejar Mu. Lupakan saja Aku, dan tolong jaga anak Ku, anak Kita dengan baik !" kata David dengan mata berkaca-kaca lalu kemudian David berbalik dari hadapan Melisa dengan memunggunginya hendak pergi meninggalkan Melisa.


Melisa diam terpaku mendengarnya, entah kenapa hatinya seolah luluh setelah mendengar ucapan David barusan. Ada rasa tak rela David akan pergi meninggalkannya. Sebab selama tiga bulan ini David memang selalu menuruti keinginannya dan bahkan berusaha merebut hatinya dengan melakukan segala cara agar dirinya luluh. Sesuatu yang tidak pernah Melisa dapatkan saat mereka berdua dulu masih menikah.


"David Kau mau kemana ?" kata Melisa.


David yang awalnya berpura-pura akan meninggalkan Melisa, kini tersenyum lebar akhirnya wanita yang menjadi istrinya itu menahannya.


"Maaf kan Aku." lirih Melisa dan David langsung berbalik menghadap Melisa serta memeluk Melisa.


"Aku yang seharusnya minta maaf, semua terjadi karena kesalahan Ku. Maaf kan Aku. Aku janji tidak akan menyakiti Mu lagi. Kau mau kan memaafkan Ku, dan menjalani pernikahan kita dari Nol lagi layaknya pasangan suami istri yang lainnya ?" ucap David panjang lebar.


Melisa menganggukkan kepalanya, mungkin David sudah ditakdirkan oleh Tuhan untuknya. Walau pun dulu ia pernah mengkhianati Mario nyatanya Tuhan membalas perbuatannya dengan dikhianati oleh David. Balasan dari Tuhan memang tidak ada tandingannya.


Tapi dibalik itu semua Tuhan tidak mungkin memaafkan hambanya yang sudah memperbaiki diri dan bertobat, Tuhan pasti menyiapkan kebahagiaan pula untuknya. Dan Melisa begitu bersyukur atas itu semua.


Biarlah masa lalu David hanyalah seutas masa lalu yang kelam yang tidak perlu dibahas lagi, karena dirinya dan David tengah merencanakan masa depan indah bersama calon buah hati mereka.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2