
Maaf Gaes aku lupa update sebab aku lagi ngurusin anak Ku, Anak Ku sakit 😭 Jadi maaf kalo aku lambat update yaa...🙏
...----------------...
"Dimana Arish, Yank ?" Mario mencari Arish namun tak ia temui keberadaan puteranya itu.
"Oh, tadi Farhan menelpon kalau Arish menginap di rumahnya." jawab Mentari, ia memang mendapatkan telepon jika Arish menginap dirumah Farhan beberapa saat lalu.
"Oh...begitu, rumah kita jadi sepi !" kata Mario ia memeluk Mentari dari belakang.
"Apa jadinya ya kalau nanti Arish juga sudah menikah ? Aku ingin Arish tetap dirumah ini, apa nanti Arish mau ya, Mas ?" kata Mentari, ia membayangkan anak-anaknya nanti ketika sudah memiliki kehidupan masing-masing, apakah nanti Arash dan Arish masih mau mengurus dirinya dan Mario ketika mereka sudah semakin menua.
"Jangan memikirkan anak-anak ketika sudah menikah, mereka akan punya kehidupan masing-masing. Sebaiknya kita menikmati masa tua Kita nanti, Sayang." jawab Mario dengan bersikap tenang.
"Aku ingin kita menghabiskan waktu kita dengan keliling dunia." Mario menatap wajah cantik istrinya, semakin bertambah usia istrinya itu semakin cantik saja.
__ADS_1
"Aku Akan ikut kemana pun suami Ku pergi." Mentari mengelus rahang tegas milik suaminya lalu Mario mencium bibir Mentari dengan lembut.
Cup
......................
"Wah...indah sekali !" Melati menatap kagum dengan pemandangan pantai yang begitu indah dari villa milik keluarga Scherzinger.
Ya, Melati dan Arash sudah berada di Bali satu Minggu mereka berdua akan berada disana untuk menikmati masa liburan sekolah dan juga Arash harus belajar lebih dalam mengenai bisnis keluarga Scherzinger, yang tidak hanya satu melainkan banyak sekali bisnis yang dijalankan oleh keluarga Scherzinger salah satunya keluarga itu memiliki bisnis resort yang ada di Bali.
"Iis..dasar kampungan !" celetuk Arash hingga membuat Melati menoleh ke arah Arash dan mengerucutkan bibirnya.
"Aku ke sini untuk bekerja ! Kalau Kau ingin liburan dan menikmati hari Mu disini, lakukan saja semau Mu."
"Hah ? Jadi Aku ditinggal !" tanya Melati bingung.
__ADS_1
"Disini ada pelayan, pengawal, dan sopir !" Arash menjawab lalu meninggalkan Melati seorang diri di Villa.
"Memang dasar pria arogan pria kulkas dua pintu ! Awas Kau tunggu saja, nanti Ku buat Kau bertekuk lutut pada Ku !" Melati semakin memantapkan keyakinannya untuk bisa merubah Arash.
Melati lalu masuk ke dalam kamar yang ia tempati, kemudian ia membuka kopernya dan mengganti pakaiannya. Ia berencana untuk turun melihat pantai karena ini adalah hal pertama baginya merasakan air pantai.
Beberapa saat kemudian, Melati bermain di pantai. Tidak ada orang di pantai itu, sebab pantai tersebut merupakan milik keluarga Scherzinger. Pantai pribadi keluarga Scherzinger memang begitu indah.
"Ternyata keluarga Scherzinger sangat kaya raya, apalah daya Ku yang hanya remahan rengginang !" kata Melati seorang diri.
"Apa Aku pantas bersyukur akan hal ini, Ayah ? Lihat putri Mu, sekarang jadi orang kaya karena diurus oleh Paman Mario dan dijadikannya Menantu pula ! Entah ini sebuah keberuntungan atau bagaimana, Aku bingung harus seperti apa mengatakannya." kata Melati lagi, ia jadi mengingat almarhum Ayahnya.
Lama Melati menikmati pemandangan laut di pinggir pantai dengan meneguk jus jeruk di tangannya, tiba-tiba Melati melihat sesuatu yang membuat matanya menyipit.
"Eh..apa itu ?" Melati menajamkan penglihatannya, saat objek yang ia lihat itu semakin mendekat, Melati membulatkan kedua matanya saat tahu apa yang ia lihat.
__ADS_1
"Hah ?!"
...****************...