GADIS DESA MILIK PRESDIR

GADIS DESA MILIK PRESDIR
SIDANG


__ADS_3

"Apa yang kalian lakukan pada Anak Ku ?" Mentari tersulut emosi saat tahu Melati menjadi korban bullying di sekolah dan itu dilakukan oleh teman sekelas Melati sendiri.


Wilona dan Marcelia saling menatap karena mereka baru mengetahui kalau Melati adalah anak Tuan Mario Scherzinger, lebih tepatnya anak angkat.


"Ja..jadi Melati, anak Tuan Mario." kata Wilona terbata-bata.


"Iya, Apa perlu Ku jelaskan pada Kalian berdua kalau Melati putri angkat Ku ?" kata Mentari menekankan kata-katanya.


"Ma..maaf Nyonya, Kami tidak tahu." Marcelia tertunduk takut, sebab yang ia tahu orang tuanya berteman baik dengan Mario bagaimana jadinya kalau orang tuanya tahu, bisa-bisa ia akan dimarahi kedua orangtuanya.


"Meskipun Melati bukan anak Ku, apa Kalian juga akan menyakitinya ?! Dimana orang tua mereka ?" kata Mentari kemudian ia menatap kepala sekolah.


"Mereka sedang berada di perjalanan menuju sekolah, Nyonya." kata kepala sekolah pada Mentari.

__ADS_1


Tak lama Melati datang bersama Arash dan juga Arish ke ruang kepala sekolah. Mentari langsung memeluk Melati.


"Apa yang sakit sayang ?" tanya Mentari dengan lembut.


"Tubuhnya sakit semua Ma, karena dua orang itu melemparkan bola basket ke badan Melati secara bergantian !" kata Arish menatap tak suka dan benci pada Wilona dan Marcelia.


"Apa ?!" pekik Mentari, ia tak menyangka jika dua teman sekelas Melati tega melakukan hal yang semengerikan itu.


"Memangnya ada masalah Apa Melati pada Kalian berdua ? Anak ku pasti tidak akan membuat masalah di sekolah, karena dia anak yang baik." kata Mentari pada Wilona dan Marcelia.


"Bagaimana Aku bisa tenang, Pak. Anak Ku menjadi korban disini !" sentak Mentari yang membuat Kepala sekolah terdiam.


Tak lama Mario datang bersama Harry disusul juga dengan kedua orang tua Marcelia dan Wilona. Kedua orang tua Marcelia dan Wilona menatap kesal dan juga marah pada anak-anak mereka.

__ADS_1


"Kami minta maaf atas kesalahan yang dibuat oleh anak Kami, Tuan Mario." kata Ayahnya Marcelia begitu pun dengan Ayahnya Wilona.


"Maaf saja tidak cukup, semua ada konsekuensinya." jawab Mario dengan nada beratnya, tentu saja kedua orang tua Wilona dan Marcelia jadi takut karena Mario menaruh saham yang begitu besar di perusahaan mereka, bagaimana jika Mario menarik semua sahamnya. Mereka pasti akan jatuh miskin dalam sekejab hari ini, karena ulah anak-anak mereka.


"Jadi apa masalah kalian, pada Melati silahkan jelaskan terlebih dahulu supaya Aku bisa memberikan hukuman apa yang pantas untuk Kalian dapatkan karena ulah anak Kalian !" kata Mario pada Marcelia dan Wilona kemudian tatapannya beralih pada kedua orang tua mereka.


"Ayo jelaskan Wilona, Marcelia kenapa Kalian sampai melakukan bullying pada Melati ?" tanya Kepala sekolah.


Wilona dan Marcelia saling menundukkan kepalanya takut tapi keduanya kemudian menjelaskan akar dari masalah mereka membenci Melati.


"Karena Melati mengambil Arash Kami !" kata Wilona dan membuat semua yang mendengarnya menjadi melongo.


"Arash ?" tanya Kepala sekolah bingung.

__ADS_1


"Iya, Kami menyukai Arash tapi tiba-tiba Melati menjadi dekat dengan Arash. Kami tidak suka Arash Kami diambil olehnya." kini Marcelia yang menjawabnya hingga membuat semua yang mendengarnya menepuk jidat dan geleng kepala.


"Putra Ku memang tampan, selalu jadi rebutan para wanita." kata Mario dalam hati sambil menahan tawanya.


__ADS_2